Comscore Tracker

Impor Obat buat COVID Dipermudah, Moeldoko: tapi Jangan Macam-Macam

TNI telah siapkan pesawat Hercules untuk angkut obat

Jakarta, IDN Times - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan pihaknya akan mengawal koordinasi dukungan dan bantuan transportasi untuk impor bahan baku obat dan obat-obatan untuk penanganan COVID-19. Hal ini dilakukan demi memenuhi kebutuhan dan mempercepat distribusi obat-obatan untuk pasien COVID-19.

“Saya sudah memantau dan melihat ada beberapa isu. Mulai dari kelangkaan obat impor, persoalan transportasi karena terbatasnya kargo, dan clearance atau pemeriksaan bea cukai yang butuh waktu lama, tujuh sampai 10 hari,” ujar Moeldoko dalam rapat koordinasi secara virtual, Kamis (29/7/2021).

1. Transportasi impor obat COVID-19 akan didukung oleh TNI

Impor Obat buat COVID Dipermudah, Moeldoko: tapi Jangan Macam-MacamIlustrasi Obat-obatan. (IDN Times/Aditya Pratama)

Moeldoko menyampaikan berbagai permasalahan tersebut telah dibahas dalam rapat terbatas dengan Presiden Joko "Jokowi" Widodo. Oleh karena itu, pihaknya menggelar rapat koordinasi untuk meminta informasi terkait pengadaan obat-obatan penanganan COVID-19.

“Permasalahan sudah saya sampaikan di rapat terbatas. Untuk transportasi nanti ada dukungan dari TNI, kemudian masalah clearance bea cukai harus dipercepat. Kami butuh informasi detail terkait apa yang mau diimpor, berapa besarnya, dan jenisnya apa saja. Sehingga bisa terakomodasi dengan baik dan segera kita percepat prosesnya,” ujar Moeldoko.

Baca Juga: Penuhi Stok Obat COVID-19, Pemerintah Impor 3 Obat Ini 

2. Moeldoko ingatkan tak boleh ada yang mengambil keuntungan kemudahan

Impor Obat buat COVID Dipermudah, Moeldoko: tapi Jangan Macam-MacamKepala Staf Kepresidenan Moeldoko (Dok. KSP)

Mantan Panglima TNI ini mengatakan pemerintah telah mendengar dan memantau isu ini, sehingga akan memfasilitasi transportasi obat-obatan dan alat kesehatan dari luar negeri. Namun, ia mengingatkan semua pihak untuk tidak macam-macam dengan memanfaatkan kemudahan ini demi keuntungan pribadi.

“Dengan adanya fasilitas kemudahan ini, silakan manfaatkan dengan sebaiknya karena kita ingin ketersediaan obat segera terpenuhi. Tapi kemudahaan ini jangan dimanfaatkan kepentingan pribadi, urusannya dengan saya nanti,” tegasnya.

3. Pemerintah akan impor obat dari Iran, India, Bangladesh, dan Mesir

Impor Obat buat COVID Dipermudah, Moeldoko: tapi Jangan Macam-Macamilustrasi obat-obatan (IDN Times/Mardya Shakti)

Di sisi lain, Direktur Produksi dan Distribusi Kefarmasian Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Agusdini Banun Saptaningsih mengatakan hingga saat ini ada beberapa kebutuhan obat yang masih diupayakan pasokannya.

“Kalau kita lihat saat ini masih ada kebutuhan obat. Contohnya adalah Remdesivir, dan Intravenous Immunoglobulin IVIG. Namun kami sudah berkoordinasi dengan industri obat dan kedutaan-kedutaan di luar negeri untuk mendapatkan pasokan,” ungkap Agusdini.

Ia mengungkapkan untuk stok Intravenous Immunoglobulin akan dipasok lewat Iran, namun prosesnya pengirimannya kemungkinan akhir Agustus. Sementara Remdesivir akan didatangkan dari India, Mesir dan Bangladesh.

“Sebenarnya rata-rata dari industri farmasi sudah punya jadwal penerbangan dan punya bea cukai masing-masing negara. Tapi ada kesulitan transportasi untuk mengambilnya. Sementara itu ada contoh lain seperti PT Kalbe Farma yang bisa memproduksi Favipiravir tapi bahan bakunya masih harus diimpor dari China,” jelasnya.

4. TNI telah siapkan pesawat angkut Hercules untuk transportasi obat

Impor Obat buat COVID Dipermudah, Moeldoko: tapi Jangan Macam-MacamPanglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (ANTARA FOTO/Dokumentasi Puspen TNI)

Sedangkan, Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI Mayjen Syafruddin mengatakan pihaknya sudah menyiapkan pesawat angkut Hercules guna membantu transportasi impor obat-obatan dan alat kesehatan untuk penanganan COVID-19.

“Dari 28 pesawat angkut Hercules, kami akan siapkan empat pesawat untuk mengambil obat-obatan dan alat kesehatan di India dan China. Saat ini kami sedang menunggu jadwal pengambilan. Kami harap bisa kami dapatkan jadwal lebih cepat, agar kami bisa bersiap,” pungkasnya.

Topic:

  • Jihad Akbar

Berita Terkini Lainnya