Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Teknisi TNI AU Sukses Tangani Perawatan Berkala Super Hercules C-130J
Teknisi TNI Angkatan Udara (AU) sukses tangani check C1 perdana Super Hercules C-130J. (Dokumentasi TNI AU)
  • TNI AU sukses melakukan pemeliharaan berat perdana pesawat C-130J Super Hercules secara mandiri di Bandung, menandai peningkatan kemampuan teknisi dan kemandirian perawatan alat pertahanan nasional.
  • Pemerintah berencana menjadikan Bandara Kertajati sebagai pusat MRO pesawat Hercules di Asia setelah tawaran dari Amerika Serikat, dengan alasan fasilitas dan lahan yang memadai.
  • Anggota DPR mengingatkan agar kerja sama MRO dengan AS dijalankan transparan karena dikhawatirkan menimbulkan persepsi sebagai pangkalan militer asing di Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
2025

Menteri Urusan Perang Amerika Serikat, Pete Hegseth, menawarkan agar pemeliharaan pesawat C-130 Hercules di Asia dipusatkan di Indonesia.

Maret 2026

Para teknisi TNI AU memperoleh sertifikat kemampuan pemeliharaan Super Hercules dari Pusat Kelaikan Keselamatan Terbang dan Kerja TNI AU.

19 Mei 2026

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan rencana menjadikan Bandara Kertajati sebagai pusat MRO pesawat C-130/Hercules dalam rapat kerja dengan Komisi I DPR.

20 Mei 2026

Brigjen TNI Rico Sirait menjelaskan alasan pemilihan Bandara Kertajati karena fasilitas dan lahan yang memadai untuk pusat perawatan Super Hercules C-130J.

21 Mei 2026

Satuan Pemeliharaan 15 TNI AU menyelesaikan pemeliharaan berkala tingkat berat (check C-1) perdana untuk pesawat C-130J Super Hercules secara mandiri di Bandung. Pada hari yang sama, anggota DPR TB Hasanuddin menyatakan kekhawatiran bahwa fasilitas MRO di Kertajati bisa dianggap sebagai bentuk pangkalan militer AS.

26 Mei 2026

TNI AU mengonfirmasi keberhasilan pelaksanaan check C-1 melalui keterangan resmi yang dikutip media.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    TNI Angkatan Udara berhasil menyelesaikan pemeliharaan berkala tingkat berat (check C-1) pertama untuk pesawat C-130J Super Hercules secara mandiri di Bandung, sebagai bagian dari peningkatan kemampuan perawatan alat pertahanan.
  • Who?
    Teknisi Satuan Pemeliharaan 15 TNI AU di bawah komando Letkol Tek Chrisnha Cakti Samiaji, dengan dukungan Depohar 20, Depohar 70, Skadron Udara 31, dan Skadron Teknik 021.
  • Where?
    Kegiatan pemeliharaan dilakukan di Lanud Husein Sastranegara, Bandung. Pemerintah juga berencana menjadikan Bandara Kertajati di Majalengka sebagai pusat MRO pesawat Hercules.
  • When?
    Pemeliharaan selesai pada Kamis, 21 Mei 2026. Rencana pengembangan fasilitas MRO dibahas dalam rapat kerja Komisi I DPR pada Selasa, 19 Mei 2026.
  • Why?
    Pemeliharaan dilakukan untuk memperkuat kemandirian TNI AU dalam menjaga kesiapan armada angkut berat serta mendukung rencana pemerintah menjadikan Indonesia pusat perawatan pesawat Hercules di Asia.
  • How?
    Pekerjaan mencakup lebih dari 300 kartu kerja meliputi pemeriksaan operasional hingga uji terbang fungsional. Proses berjalan aman sesuai prosedur dengan pendampingan teknis dari satuan-satuan terkait TNI AU.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Para teknisi TNI Angkatan Udara di Bandung berhasil merawat pesawat besar Super Hercules sendiri dan pesawatnya bisa terbang lagi dengan baik. Pemerintah mau bikin tempat perbaikan pesawat Hercules di Bandara Kertajati supaya banyak negara Asia bisa datang ke sana. Tapi ada orang DPR yang takut nanti tempat itu jadi seperti pangkalan militer Amerika.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Keberhasilan teknisi TNI AU menyelesaikan perawatan berat perdana pesawat C-130J Super Hercules menunjukkan peningkatan nyata dalam kemandirian dan kompetensi sumber daya pertahanan nasional. Pencapaian ini tidak hanya memperkuat kemampuan pemeliharaan dalam negeri, tetapi juga selaras dengan rencana strategis menjadikan Kertajati sebagai pusat MRO regional yang berpotensi memperluas kerja sama dan diplomasi pertahanan Indonesia di kawasan Asia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - TNI Angkatan Udara (AU) berhasil membuat capaian penting dalam penguatan kemandirian pemeliharaan alat pertahanan dan keamanan (Alpahankam) modern. Satuan pemeliharaan 15 yang bermarkas di Lanud Husein Sastranegara, Bandung berhasil melaksanakan pemeliharaan berkala tingkat berat (check C-1) perdana untuk pesawat C-130 J Super Hercules secara mandiri pada Kamis (21/5/2026).

"Dalam pelaksanaan check C1, personel sathar (satuan pemeliharaan) 15 menyelesaikan 305 kartu kerja meliputi preparation, operational check, inspection, lubrication, close out, ground run, hingga functional check flight. Seluruh tahapan berjalan aman dan sesuai prosedur hingga pesawat functional check flight," ujar Komandan Satuan Pemeliharaan 15, Letnan Kolonel Tek Chrisnha Cakti Samiaji, dalam keterangan dikutip Selasa (26/5/2026).

Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsekal Pertama I Nyoman Suadnyana, mengatakan, capaian dari sathar 15 itu meningkatkan kemampuan dari depo pemeliharaan di Bandung. Apalagi sebelumnya para teknisi sudah mengantongi sertifikat kemampuan pemeliharaan Super Hercules dari Pusat Kelaikan Keselamatan Terbang dan Kerja TNI AU pada Maret 2026.

"Keberhasilan itu juga didukung peningkatan kompetensi personel melalui familiarisasi, on the job training (OJT) serta pendampingan teknis dari Depo Pemeliharaan 20, Depohar 70, Skadron Udara 31 (bermarkas di Halim Perdanakusuma), dan Skadron Teknik 021 (bermarkas di Halim).

1. Keberhasilan teknis TNI AU sejalan rencana jadikan Bandara Kertajati bengkel pesawat Hercules

Teknisi TNI Angkatan Udara (AU) sukses tangani check C1 perdana Super Hercules C-130J. (Dokumentasi TNI AU)

Sementara, keberhasilan teknisi TNI AU dalam melakukan pemeliharaan berkala bagi pesawat C-130 J Super Hercules sejalan dengan wacana pemerintah ingin menjadikan Bandara Kertajati di Kabupaten Majalengka sebagai pusat maintenance, repair, and overhaul (MRO) pesawat C-130/Hercules di wilayah Asia.

Hal itu disampaikan Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, dalam rapat kerja dengan Komisi I DPR pada Selasa (19/5/2026) lalu di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat. Sjafrie menyampaikan wacana itu bermula dari tawaran yang disampaikan oleh Menteri Urusan Perang Amerika Serikat (AS), Pete Hegseth di Kuala Lumpur pada 2025 lalu.

"Dia menawarkan dan ini tidak ada di negara ASEAN. Dia menawarkan, bagaimana kalau pemeliharaan C-130 (Hercules) di seluruh Asia saya pusatkan di Indonesia atas biaya kami? Saya lapor Bapak Presiden, kasih Kertajati. Nah, kita sedang bekerja untuk itu," kata Sjafrie pekan lalu.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan, Brigjen TNI Rico Sirait, mengatakan, alasan pemerintah menawarkan pusat perbaikan Super Hercules C-130J dilakukan di Kertajati, karena ketersediaan fasilitas yang sudah ada.

"Pemilihan Kertajati mempertimbangkan ketersediaan lahan yang luas serta fasilitas pendukung penerbangan yang sudah memadai," ujar Rico ketika dikonfirmasi Rabu (20/5/2026).

2. Tawaran dari AS dianggap akan beri dampak baik bagi pertahanan Indonesia

Kepala Biro Informasi Pertahanan, Brigjen TNI Rico Sirait ketika berada di Sulawesi Utara. (Dokumentasi Kementerian Pertahanan)

Rico menilai langkah tersebut sangat strategis karena akan memberikan dampak baik bagi penguatan pertahanan Indonesia. Salah satu dampak baiknya, yakni Indonesia menjadi semakin mudah dalam membangun kerja sama dan hubungan diplomasi dengan negara-negara Asia pengguna pesawat angkut Hercules.

"Langkah ini juga sejalan dengan upaya penguatan kemandirian industri pertahanan dan dukungan logistik penerbangan strategis nasional," kata Rico.

Kendati demikian, Rico tidak menjelaskan secara rinci seperti apa progres pembangunan MRO itu. Dia juga tidak menjelaskan tenggat waktu pembangunannya.

3. Anggota DPR khawatir bengkel perawatan akan berkembang jadi pangkalan militer

Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin (IDN Times/Aryodamar)

Meski Bandara Kertajati disiapkan menjadi bengkel perawatan pesawat angkut berat C-130 Hercules milik AS, tetapi dikhawatirkan membentuk persepsi bengkel itu dijadikan kedok belaka dari pangkalan mliter Negeri Paman Sam.

"Jika fasilitas tersebut eksklusif untuk mendukung operasional pesawat militer Amerika Serikat di kawasan Asia, maka persepsinya bisa berkembang sebagai bentuk pangkalan militer di Indonesia," ujar Anggota komisi I DPR, TB Hasanuddin, Kamis (21/5/2026).

Menurut Hasanuddin, pemerintah perlu berhati-hati dalam mengeksekusi kerja sama strategis tersebut. Politikus PDI Perjuangan (PDIP) itu mengingatkan, transparansi menjadi kunci dalam pelaksanaannya karena kerja sama tersebut tidak bisa dipandang sekadar proyek industri penerbangan biasa.

"Jadi keputusan menerima tawaran Amerika Serikat menjadikan Indonesia sebagai MRO hubs pesawat C-130 dan menetapkan Bandara Kertajati sebagai lokasinya harus dijalankan dengan sangat hati-hati dan transparan," kata dia.

Hasanuddin juga menekankan, pemerintah harus mampu menjelaskan secara perinci cakupan operasional fasilitas MRO tersebut.

Editorial Team

Related Article