Klaim Sukses Gelar Piala Dunia, Trump: AS Negara Sepak Bola

- Donald Trump menyebut Amerika Serikat kini menjadi negara sepak bola setelah sukses menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia 2026 yang mempertemukan masyarakat dunia meski diwarnai kontroversi.
- Penyelenggaraan turnamen menuai kritik terkait kebijakan imigrasi, harga tiket, dan campur tangan Trump dalam keputusan wasit, namun Gedung Putih menilai ajang tersebut tetap berjalan sukses.
- Hubungan politik AS dengan Kanada dan Meksiko sempat tegang selama Piala Dunia 2026, tetapi kedua pemimpin negara tersebut tetap hadir memenuhi undangan Trump pada laga final.
Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan, negaranya kini telah menjadi negara sepak bola setelah menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia 2026 bersama Kanada dan Meksiko. Menurutnya, turnamen tersebut berhasil mempertemukan masyarakat dari berbagai negara meski diwarnai sejumlah kontroversi.
Pernyataan itu disampaikan Trump saat menghadiri resepsi FIFA di Trump Tower, New York, sehari menjelang laga final Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Spanyol. Trump dijadwalkan menyerahkan trofi kepada juara dunia sebagai kepala negara tuan rumah.
Meski penyelenggaraan turnamen menuai kritik terkait kebijakan imigrasi Amerika Serikat, harga tiket, hingga campur tangan Trump dalam keputusan wasit, Gedung Putih menilai ajang tersebut berlangsung sukses.
Bagi pemerintahan Trump, keberhasilan Piala Dunia 2026 juga menjadi modal penting menjelang Amerika Serikat menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Panas 2028 di Los Angeles dan Olimpiade Musim Dingin 2034 di Salt Lake City.
1. Trump sebut Piala Dunia satukan dunia

Trump mengatakan, penyelenggaraan Piala Dunia mengubah pandangan banyak orang terhadap sepak bola di Amerika Serikat.
Ia menilai antusiasme masyarakat selama turnamen membuktikan sepak bola kini menjadi bagian penting dari olahraga di negara tersebut. “Ternyata kami adalah negara sepak bola, dan saya pikir itu akan tetap seperti itu. Turnamen ini benar-benar telah menyatukan dunia,” kata Trump, dikutip dari France24, Minggu (19/7/2026).
Trump juga dijadwalkan menyerahkan trofi kepada pemenang final Piala Dunia 2026, sesuai tradisi bagi kepala negara tuan rumah.
2. Diwarnai kebijakan imigrasi dan campur tangan Trump

Di balik penyelenggaraan yang dinilai sukses, turnamen juga diwarnai sejumlah kontroversi.
Pemerintahan Trump mendapat sorotan karena kebijakan imigrasi yang membuat sejumlah suporter dari negara tertentu tidak dapat memasuki Amerika Serikat. Seorang wasit asal Somalia juga dilaporkan ditolak memperoleh visa untuk bertugas di turnamen.
Selain itu, Trump menuai kritik setelah menghubungi Presiden FIFA Gianni Infantino untuk meminta peninjauan kartu merah yang diterima penyerang Amerika Serikat Folarin Balogun saat menghadapi Bosnia dan Herzegovina.
FIFA kemudian membatalkan kartu merah tersebut. Trump bahkan memuji keputusan itu saat resepsi FIFA “Anda membuat keputusan hebat lainnya, jika dipikir-pikir,” ujar Trump kepada Infantino.
3. Hubungan dengan Kanada dan Meksiko tetap jadi sorotan

Piala Dunia 2026 juga berlangsung di tengah hubungan politik yang kurang harmonis antara Amerika Serikat dengan dua negara tuan rumah lainnya, Kanada dan Meksiko.
Sejak kembali menjabat sebagai presiden, Trump memberlakukan tarif terhadap kedua negara dan tidak memperpanjang perjanjian perdagangan trilateral. Bahkan, menjelang final, Trump kembali mengancam mengenakan tarif kepada Kanada terkait kebakaran hutan yang memengaruhi kualitas udara di Amerika Serikat.
Dalam kesempatan yang sama, Trump sempat berkelakar agar FIFA kembali menunjuk Amerika Serikat sebagai tuan rumah Piala Dunia tanpa melibatkan Kanada maupun Meksiko.
Meski demikian, Perdana Menteri Kanada Mark Carney dan Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum tetap memenuhi undangan Trump untuk menghadiri laga final. Sheinbaum mengatakan kehadirannya merupakan bentuk penghormatan atas undangan langsung Presiden Amerika Serikat.
“Saya menerima undangan dari Presiden Trump untuk menghadiri final Piala Dunia pada hari Minggu, dan saya memutuskan datang karena itu merupakan undangan langsung dari Presiden Amerika Serikat,” kata Sheinbaum.

















