Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Telkom Akses Perkuat Pendidikan Vokasi Digital di Wilayah 3T
Telkom Akses meresmikan Laboratorium Fiber Optik (FO) di SMKN 1 Tuhemberua, Kabupaten Nias Utara, sebagai bagian dari program CSR Fiber Academy untuk mendukung penguatan pendidikan vokasi melalui penyediaan fasilitas praktik dan peningkatan kompetensi guru SMK di wilayah 3T, Jumat (26/6). (dok. Telkom)
  • Telkom Akses melalui program CSR Fiber Academy meresmikan tiga laboratorium fiber optik di SMK wilayah 3T untuk memperkuat pemerataan kualitas SDM digital nasional.
  • Guru dari tiga SMK mengikuti pelatihan intensif dan memperoleh sertifikasi kompetensi fiber optik, didukung fasilitas laboratorium praktik lengkap hasil kolaborasi lintas unit Telkom Akses.
  • Lebih dari 1.400 siswa akan mendapat manfaat berupa fasilitas belajar modern dan kesempatan PKL di STO Telkom, guna mencetak talenta digital siap bersaing di industri telekomunikasi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    PT Telkom Akses meresmikan Laboratorium Fiber Optik di tiga SMK wilayah 3T sebagai bagian dari program CSR Fiber Academy untuk memperkuat pendidikan vokasi digital dan pemerataan kompetensi SDM.
  • Who?
    Kegiatan ini dilaksanakan oleh PT Telkom Akses bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI.
  • Where?
    Peresmian dilakukan secara hybrid di SMKN 1 Tuhemberua, Kabupaten Nias Utara, serta terhubung dengan SMKN 1 Kabupaten Kupang dan SMKN 1 Kabupaten Sorong.
  • When?
    Kegiatan peresmian berlangsung baru-baru ini dalam rangka pelaksanaan program CSR Fiber Academy yang dijadwalkan berjalan selama enam bulan.
  • Why?
    Program ini bertujuan meningkatkan kualitas SDM digital di wilayah 3T agar pemerataan kompetensi tidak hanya terpusat di kota besar dan mendukung transformasi digital nasional.
  • How?
    Peningkatan dilakukan melalui pelatihan guru selama lima hari, pemberian sertifikasi kompetensi fiber optik, pembangunan laboratorium praktik lengkap, serta kesempatan PKL bagi siswa di STO Telkom terdekat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – PT Telkom Akses terus memperkuat pemerataan kualitas sumber daya manusia (SDM) digital melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) Fiber Academy. Salah satu upayanya diwujudkan dengan meresmikan Laboratorium Fiber Optik (FO) di tiga Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).

Peresmian laboratorium dilakukan secara hybrid di SMKN 1 Tuhemberua, Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara, dan terhubung dengan SMKN 1 Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, serta SMKN 1 Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya.

1. Pemerataan kompetensi SDM digital di wilayah 3T

Telkom Akses meresmikan Laboratorium Fiber Optik (FO) di SMKN 1 Tuhemberua, Kabupaten Nias Utara, sebagai bagian dari program CSR Fiber Academy untuk mendukung penguatan pendidikan vokasi melalui penyediaan fasilitas praktik dan peningkatan kompetensi guru SMK di wilayah 3T, Jumat (26/6). (dok. Telkom)

Program Fiber Academy merupakan implementasi kerja sama antara Telkom Akses dan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI untuk meningkatkan kompetensi pendidikan vokasi di wilayah 3T.

Direktur Human Capital & Information Technology Telkom Akses, Nizar, mengatakan transformasi digital nasional harus diiringi dengan pemerataan kualitas SDM, termasuk di daerah yang masih memiliki keterbatasan akses.

"Transformasi digital Indonesia tidak akan optimal apabila peningkatan kualitas SDM hanya terpusat di kota-kota besar. Dunia industri memiliki peran penting untuk membantu memperluas akses terhadap pendidikan dan kompetensi, termasuk di wilayah 3T yang masih menghadapi berbagai keterbatasan," ucap Nizar.

Program bantuan pendidikan senilai lebih dari Rp100 juta ini dijalankan selama enam bulan dengan sasaran tiga sekolah yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, yakni SMKN 1 Tuhemberua, SMKN 1 Kabupaten Kupang, dan SMKN 1 Kabupaten Sorong.

2. Guru mendapat pelatihan dan sertifikasi kompetensi fiber optik

Ilustrasi pegawai Telkom Indonesia dalam menyediakan layanan berkualitas. (Dok. Telkom)

Dalam program ini, para guru mengikuti pelatihan intensif selama lima hari yang membahas konsep dasar fiber optik, instalasi perangkat Integrated Optical Distribution Network (IODN), instalasi jaringan akses, penyambungan serat optik, hingga pengukuran jaringan fiber optik.

Setelah menyelesaikan pelatihan, seluruh peserta memperoleh Sertifikat Kompetensi Level Basic atau KKNI Level 3 yang diharapkan dapat menjadi bekal untuk mengajarkan materi tersebut kepada para siswa.

Selain pelatihan, Telkom Akses juga membangun laboratorium praktik fiber optik yang dilengkapi berbagai perangkat simulasi, seperti Joint Closure, Optical Distribution Point (ODP), tiang beserta aksesorinya, hingga papan simulasi rumah pelanggan. Seluruh fasilitas tersebut dirancang oleh Fiber Academy Telkom Akses melalui kolaborasi lintas unit perusahaan.

3. Lebih dari 1.400 siswa akan merasakan manfaat program

Ilustrasi pegawai Telkom. (Dok. Telkom)

Program CSR Fiber Academy diproyeksikan memberikan manfaat kepada lebih dari 1.400 siswa di tiga SMK penerima manfaat. Selain memperoleh fasilitas pembelajaran yang lebih representatif, para siswa juga berkesempatan mengikuti Praktik Kerja Lapangan (PKL) di STO Telkom terdekat selama maksimal enam bulan.

Nizar berharap kolaborasi antara dunia industri dan sekolah vokasi dapat melahirkan lebih banyak talenta digital dari berbagai daerah di Indonesia.

"Melalui kolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta sekolah vokasi, industri dapat menghadirkan pembelajaran yang lebih relevan dengan kebutuhan lapangan melalui penyediaan fasilitas praktik, peningkatan kompetensi guru, dan sertifikasi. Dengan demikian, semakin banyak talenta dari berbagi daerah memiliki kesempatan untuk berkembang dan berkontribusi bagi kemajuan industri digital nasional," tutup Nizar.

Ke depan, laboratorium yang telah dibangun diharapkan menjadi pusat pembelajaran fiber optik yang berkelanjutan bagi guru maupun siswa, sehingga mampu mendukung lahirnya SDM digital yang siap bersaing di industri telekomunikasi. (WEB)

Curated For You

Topics

Editorial Team

Related Article