Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tiga Kepala Daerah Kena OTT KPK Dalam Sebulan, Terbaru Bupati Sukoharjo
KPK menetapkan Bupati Sukoharjo Etik Suryani sebagai tersangka dugaan korupsi. Ia langsung ditahan di Rutan KPK pada Sabtu dini hari (11/7/2026) (IDN Times/Aryodamar)
  • KPK melakukan tiga OTT terhadap bupati dalam sebulan terakhir, termasuk Bupati Sukoharjo Etik Suryani yang ditangkap atas dugaan pemerasan Rp2,93 miliar.
  • Bupati Langkat Syah Afandin ditetapkan tersangka karena menerima fee proyek senilai lebih dari Rp1 miliar serta diduga terlibat jual beli jabatan dan korupsi seragam sekolah.
  • Bupati Kuantan Singingi Suhardiman Amby bersama pejabat lain dijerat kasus suap jual beli jabatan setelah meminta mobil mewah sebagai syarat pengangkatan Sekda.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
April 2025

Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi melelang jabatan Sekretaris Daerah. Bupati Suhardiman Amby meminta mobil SUV Toyota Land Cruiser 300 GR-S sebagai syarat bagi calon Sekda.

awal Juli 2026

KPK melakukan OTT terhadap Bupati Kuantan Singingi Suhardiman Amby, Sekda Kuansing Zulkarnaen, dan Direktur Utama PT MIC Ardiles. Mereka ditetapkan tersangka dugaan suap jual beli jabatan.

3 Juli 2026

KPK menangkap Bupati Langkat Syah Afandin dan pihak swasta Yaqub Abdhal Al'Muarif dalam OTT. Keduanya ditetapkan tersangka kasus fee proyek dan dugaan korupsi lainnya di Kabupaten Langkat.

9 Juli 2026

Bupati Sukoharjo Etik Suryani terjaring OTT KPK dan ditetapkan tersangka dugaan pemerasan Rp2,93 miliar bersama dua pejabat daerah lainnya.

2026

Sepanjang tahun ini, KPK telah melakukan 16 kali OTT, melampaui jumlah tahun sebelumnya yang mencapai 11 kali.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    KPK melakukan tiga operasi tangkap tangan terhadap kepala daerah dalam sebulan terakhir, termasuk Bupati Sukoharjo Etik Suryani, terkait dugaan korupsi dan pemerasan.
  • Who?
    Bupati Sukoharjo Etik Suryani, Bupati Langkat Syah Afandin, dan Bupati Kuantan Singingi Suhardiman Amby bersama sejumlah pejabat daerah serta pihak swasta.
  • Where?
    Operasi dilakukan di wilayah Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Langkat, dan Kabupaten Kuantan Singingi oleh tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
  • When?
    Penangkapan berlangsung pada awal hingga pertengahan Juli 2026, dengan OTT terbaru terhadap Bupati Sukoharjo pada Kamis, 9 Juli 2026.
  • Why?
    Para kepala daerah diduga terlibat dalam praktik suap, pemerasan, jual beli jabatan, serta penerimaan fee proyek di lingkungan pemerintah kabupaten masing-masing.
  • How?
    KPK menangkap para tersangka melalui operasi tangkap tangan setelah menerima laporan dugaan korupsi. Barang bukti dan sejumlah uang disita untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Tiga orang bupati ditangkap KPK karena diduga korupsi. Ada Bupati Sukoharjo namanya Etik Suryani, Bupati Langkat namanya Syah Afandin, dan Bupati Kuantan Singingi namanya Suhardiman Amby. Mereka katanya minta uang atau hadiah dari orang lain supaya dapat jabatan atau proyek. Sekarang mereka sudah jadi tersangka dan sedang diperiksa KPK.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Meningkatnya intensitas operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK dalam sebulan terakhir menunjukkan lembaga ini bekerja aktif dan konsisten menegakkan hukum. Penindakan terhadap tiga kepala daerah sekaligus mencerminkan keseriusan KPK dalam menjaga integritas penyelenggaraan pemerintahan daerah serta memperkuat pesan bahwa praktik korupsi semakin sulit untuk dibiarkan tanpa konsekuensi hukum.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tiga kali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap bupati. Terbaru, Bupati Sukoharjo Etik Suryani yang ditangkap KPK.

OTT terhadap Etik Suryani merupakan yang ke-16 kalinya sepanjang 2026. Jumlah ini melampaui catatan tahun lalu dengan 11 kali OTT.

Lalu, siapa saja bupati yang kena OTT KPK dalam sebulan terakhir?

1. Bupati Sukoharjo Etik Suryani

Bupati Sukoharjo Etik Suryani (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

Etik Suryani menjadi bupati teranyar yang ditangkap KPK. Dia ditetapkan sebagai tersangka dugaan pemerasan Rp2,93 miliar setelah terjaring dalam OTT pada Kamis (9/7/2026).

Selain Etik, KPK menetapkan Kepala BPKAD Richard Tri Handoko dan Kepala Bagian Umum Tri Mulyo.

2. Bupati Langkat Syah Afandin

Bupati Langkat Suhardiman Amby (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Bupati Langkat Syah Afandin dan pihak swasta bernama Yaqub Abdhal Al'Muarif ditetapkan sebagai tersangka usai OTT pada 3 Juli 2026.

Yaqub merupakan tim sukses Syah Afandin saat Pilkada 2024. Dia mendapatkan sejumlah proyek di Kabupaten Langkat dengan cara penunjukan langsung.

Rinciannya, di Dinas Pendidikan Langkat sebanyak 80 paket pekerjaan yang mencapai Rp9,5 miliar dan Dinas Perkim Langkat sebanyak 5 paket pekerjaan, senilai Rp748 juta.

Afandin kemudian meminta fee atas proyek-proyek yang didapatkan Ilhamsyah. Akhirnya disepakati besaran fee proyek Rp990 juta untuk proyek-proyek di Disdik dan Rp126,8 juta untuk proyek-proyek di Disperkim.

Selain itu, Bupati Langkat juga diduga melakukan jual beli jabatan dan korupsi seragam sekolah SD senilai Rp3,5 miliar.

3. Bupati Langkat Syah Afandin

Bupati Kuansing Suhardiman Amby (ANTARA FOTO/Reno Esnir)

Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Suhardiman Amby bersama Sekda Kuansing Zulkarnaen dan Direktur Utama PT MIC Ardiles ditetapkan sebagai tersangka usai OTT KPK pada awal Juli 2026.

Mereka ditetapkan menjadi tersangka dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuansing.

Kasus bermula ketika Pemkab Kuansing melelang jabatan Sekretaris Daerah pada April 2025. Saat itu terdapat dua calon pengisi jabatan yakni Zulkarnain dan Fahdiansyah.

Suhardiman Amby meminta mobil SUV Toyota Land Cruiser 300 GR-S kepada para calon Sekda. Hal itu merupakan syarat apabila para calon ingin dipilih menjadi Sekda.

Editorial Team

Related Article