Jakarta, IDN Times - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menjelaskan alasan TNI Angkatan Darat (AD) memboyong dua helikopter baru yang dibeli dari Rusia. Dua helikopter itu yakni Mi-35M yang saat ini sudah berada di pangkalan Pusat Penerbang Angkatan Darat Semarang pada awal September 2026. Helikopter itu, kata Maruli, mampu membawa beban dalam jumlah berat.
"Helikopter Mi-35 M adalah heli yang bisa membawa beban. Kalau dulu dibilangnya Kamov untuk di Papua. Jadi, selama ini kita hanya bisa menyewa heli yang orang luar negeri sudah punya. Sudah berpuluh tahun," ungkap Maruli ketika dikonfirmasi pada Rabu (23/9/2026).
Jenderal bintang empat itu menjelaskan, fungsi operasional helikopter itu nantinya ditujukan untuk mendukung pergerakan personel, pasokan logistik, dan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat di daerah terisolir, salah satu contohnya di Pegunungan Papua yang memiliki ketinggian di atas 2.000 mdpl.
"Sekarang kita bisa punya heli yang dapat mengangkat beban secara spek bisa sampai 5 ton. Tapi, kalau ketinggian mungkin kita amannya 3 ton. Sehingga, ini juga bisa sekalian mendukung personel kita dan masyarakat," kata mantan Pangkostrad itu.
Ia mengatakan, pada Oktober mendatang operasional helikopter Mi-35 akan dimulai. Maruli mengakui bantuan sulit untuk didistribusikan ke Papua Pegunungan. Salah satunya karena keterbatasan penerbangan.
