Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Isak Tangis Istri Aris Sanda Saat Dievakuasi TNI Keluar dari Mbua Papua

3 min read
Isak Tangis Istri Aris Sanda Saat Dievakuasi TNI Keluar dari Mbua Papua
Istri sopir travel, Aris Sanda, yang dibunuh oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dievakuasi oleh TNI ke Wamena. (Dokumentasi Puspen TNI)
  • Istri sopir travel Aris Sanda, Sinta Bilolo, dievakuasi TNI dari Mbua ke Wamena melalui jalur udara pada 17 September 2026 karena akses darat belum memungkinkan.
  • Aris Sanda, sopir asal Toraja, ditembak KKB atau OPM Kodap II Ndugama saat melintas di jalur Trans Wamena-Nduga; jenazahnya ditemukan dalam mobil terbakar.
  • Koops TNI Habema masih menyelidiki dan mengejar pelaku penembakan, sambil mengecam kekerasan terhadap Aris yang sedang bekerja mengangkut penumpang dan logistik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Istri sopir travel yang dibunuh oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau Organisasi Papua Merdeka (OPM) dievakuasi dari Distrik Mbua menuju ke Wamena lewat jalur udara pada Kamis, 17 September 2026. Keputusan untuk mengevakuasi perempuan bernama Sinta Bilolo itu lewat udara lantaran jalur darat mengalami hambatan.

"Evakuasi dilakukan untuk memastikan Ibu Sinta dapat melakukan perjalanan dengan aman dan penuh haru di tengah kondisi akses darat yang belum memungkinkan," ungkap Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letnan Kolonel Inf. M Wirya Arthadiguna di dalam keterangan yang dikutip pada Jumat (18/9/2026).

Di dalam video yang merekam proses evakuasi tersebut, Sinta tampak menangis dan beberapa kali berteriak karena terpukul mengetahui peristiwa keji yang menimpa suaminya. Sinta didampingi dua pendamping yakni Haryati dan Murni, kemudian diterbangkan menggunakan helikopter bell dan helikopter fennec dari Mbua menuju ke Kenyam.

Wirya menambahkan, evakuasi lewat jalur udara juga merupakan instruksi dari Pangkoops TNI Habema, Brigjen TNI Riyanto. Bantuan evakuasi lewat jalur udara, kata Riyanto, diberikan atas pertimbangan kemanusiaan dan keselamatan keluarga yang sedang membutuhkan dukungan perjalanan.

"Ibu Sinta sedang dalam suasana duka dan membutuhkan perjalanan yang aman. Ketika akses darat belum memungkinkan, maka saya perintahkan jajaran memberikan bantuan evakuasi lewat udara," ungkap Riyanto.

  1. 1. Pangkoops TNI Habema sebut keterbatasan akses tidak menjadi penghalang

    OPM, TNI, Papua
    Istri sopir travel, Aris Sanda, yang dibunuh oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dievakuasi oleh TNI ke Wamena. (Dokumentasi Puspen TNI)

    Lebih lanjut bagi Koops TNI Habema, kondisi geografis maupun keterbatasan akses tak boleh menjadi penghalang saat masyarakat membutuhkan pertolongan.

    "Kehadiran negara harus dapat dirasakan saat masyarakat paling membutuhkan. Kami harus hadir memberikan rasa aman, membantu perjalanan dan memastikan mereka tidak menghadapi masa-masa sulit seorang diri," kata Jenderal bintang satu itu.

  2. 2. Aris Sanda dibunuh KKB meski sudah membacakan tuntutan agar Papua merdeka

    OPM, Aris Sanda
    Sopir travel asal Toraja, Aris Sanda yang tewas dibunuh oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Kabupaten Jayawijaya, Papua. (Dokumentasi Puspen TNI)

    Sebelumnya, Koops TNI Habema di Papua membenarkan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) telah menembak sopir travel asal Toraja, Sulawesi Selatan, bernama Aris Sanda pada Selasa, 15 September 2026. Peristiwa itu terjadi ketika pria yang akrab disapa Tasya tersebut tengah mengangkut sejumlah penumpang yang merupakan warga Papua. Kendaraan yang ia kemudikan dihentikan KKB ketika melintasi jalur Trans Wamena menuju Nduga.

    Momen tersebut sempat direkam menggunakan kamera amatir. Aris juga terekam bersedia membacakan tuntutan KKB agar Papua lepas dari Indonesia. Namun, yang terjadi, ia tetap ditembak KKB. Koops TNI Habema menemukan jenazah Aris di dalam mobil yang sudah terbakar.

    "Tim kemudian menemukan satu unit kendaraan dalam kondisi terbakar beserta jenazah pengemudinya," ungkap Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letnan Kolonel (Inf) M. Wirya Arthadiguna, saat dikonfirmasi, Rabu, 16 September 2026.

    Proses evakuasi jenazah saat ini sedang berlangsung, usai mempertimbangkan faktor keamanan. Koops TNI Habema menyebut perbuatan keji itu dilakukan Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap II Ndugama.

    "Aris Sanda alias Bapak Tasya asal Toraja dilaporkan menjadi korban tindak kekerasan bersenjata OPM Kodap II Ndugama, yang mengakibatkan korban meninggal dunia," katanya.

  3. 3. Koops TNI Habema sedang mengejar pelaku penembakan

    Aris Sanda, OPM
    Sopir travel asal Toraja, Aris Sanda yang tewas dibunuh oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Kabupaten Jayawijaya, Papua. (Dokumentasi Puspen TNI)

    Wirya menjelaskan, prajurit TNI masih melakukan penyelidikan kasus ini dan mengejar para pelaku. TNI pun mengecam keras aksi KKB yang menembak mati warga sipil yang sedang mencari nafkah.

    "Kami sangat menyayangkan peristiwa ini. Korban sedang bekerja membawa logistik dan melayani transportasi masyarakat menuju ke pedalaman," tutur dia.

    Sementara, Panglima Koops TNI Habema, Brigjen TNI Riyanto menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban. Jenderal bintang satu itu mengatakan tidak ada pembenaran kekerasan terhadap warga sipil.

    "Korban merupakan masyarakat sipil yang sedang bekerja untuk melayani kebutuhan masyarakat. Kekerasan terhadap warga sipil tak dapat dibenarkan," kata Riyanto dalam keterangan tertulis pada Rabu kemarin.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More