Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
TNI AD: Ledakan Gudang Madiun Berawal dari Pemeriksaan Amunisi
Ilustrasi ledakan. (IDN Times/Sukma Shakti)
  • Ledakan di Gudang Amunisi II Madiun terjadi saat prajurit TNI AD melakukan pemeriksaan rutin, menewaskan satu personel dan melukai enam lainnya dengan tingkat luka berbeda.
  • TNI AD membentuk tim investigasi untuk menyelidiki penyebab ledakan secara profesional dan transparan, sambil memberikan pendampingan penuh kepada para korban.
  • Penyebab pasti ledakan belum diungkap karena investigasi masih berlangsung, sementara insiden serupa pernah terjadi pada 2024 di gudang amunisi Kodam Jaya Bogor tanpa korban jiwa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2024

Ledakan amunisi terjadi di gudang penyimpanan milik Kodam Jaya di Bogor. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, dan ledakan berasal dari gudang berisi amunisi kedaluwarsa.

16 Juli 2026

Ledakan terjadi di Gudang Amunisi II Pusat Peralatan Angkatan Darat di Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun. Satu prajurit tewas, empat luka berat, dan dua lainnya luka ringan.

17 Juli 2026

Brigjen TNI Donny Pramono menjelaskan bahwa insiden bermula saat pemeriksaan amunisi dan menyatakan tim investigasi telah dibentuk untuk menyelidiki penyebab ledakan.

kini

Tim investigasi TNI AD masih bekerja untuk mengungkap penyebab pasti ledakan. Proses penyelidikan dijanjikan berlangsung profesional dan obyektif.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Terjadi ledakan di Gudang Amunisi II Pusat Peralatan Angkatan Darat yang menewaskan satu prajurit dan melukai enam lainnya saat dilakukan pemeriksaan dan perawatan materiil munisi.
  • Who?
    Prajurit TNI Angkatan Darat yang sedang bertugas di gudang amunisi, dengan keterangan resmi disampaikan oleh Brigjen TNI Donny Pramono selaku Kepala Dinas Penerangan Mabes TNI AD.
  • Where?
    Ledakan terjadi di Gudang Amunisi II Pusat Peralatan Angkatan Darat, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur.
  • When?
    Insiden berlangsung pada Kamis, 16 Juli 2026, dan keterangan resmi diberikan sehari setelahnya pada Jumat, 17 Juli 2026.
  • Why?
    Penyebab pasti ledakan masih belum diketahui karena tim investigasi TNI AD masih melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan kronologi dan faktor pemicu insiden tersebut.
  • How?
    Ledakan terjadi saat prajurit melaksanakan prosedur pemeriksaan amunisi. Setelah kejadian, tim TNI segera mengevakuasi korban ke rumah sakit dan membentuk tim investigasi untuk penyelidikan lanjutan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Ada ledakan di gudang tentara di Madiun waktu para prajurit lagi periksa peluru. Satu prajurit meninggal, empat luka berat, dan dua luka ringan. Semua korban dibawa ke rumah sakit. Tentara sekarang bikin tim buat cari tahu kenapa bisa meledak. Mereka bilang masih diselidiki dan minta orang sabar nunggu hasilnya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Meskipun insiden ledakan di Gudang Amunisi II Madiun menimbulkan korban, respons cepat TNI AD menunjukkan kesigapan dan tanggung jawab institusi. Evakuasi segera dilakukan, korban mendapat pendampingan penuh, dan pembentukan tim investigasi profesional menegaskan komitmen terhadap transparansi serta upaya mencari kebenaran secara menyeluruh dan dapat dipertanggungjawabkan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Mabes TNI Angkatan Darat (AD) mengungkap ledakan di Gudang Amunisi II Pusat Peralatan Angkatan Darat di Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, bermula saat prajurit melakukan prosedur pemeriksaan.

Akibat insiden itu, satu prajurit tewas pada Kamis (16/7/2026). Selain itu, empat prajurit lainnya mengalami luka berat dan dua anggota lainnya mengalami luka ringan.

"Berdasarkan laporan awal yang kami terima, insiden terjadi ketika personel melaksanakan prosedur pemeriksaan dan perawatan materiil munisi di salah satu gudang penyimpanan. Dalam insiden itu, satu orang personel dinyatakan meninggal dunia," kata Kepala Dinas Penerangan Mabes TNI AD, Brigjen TNI Donny Pramono ketika dikonfirmasi, Jumat (17/7/2026).

Setelah terjadi ledakan, tim satuan TNI di sana langsung melakukan evakuasi terhadap semua korban. Mereka dilarikan ke rumah sakit.

Dia mengatakan, pihaknya telah memberikan pendampingan penuh terhadap semua korban.

"Kami juga membentuk tim investigasi untuk pendalaman dan penyelidikan secara menyeluruh guna mengetahui secara pasti kronologis maupun penyebab insiden tersebut," kata dia.

1. Proses penyelidikan dijanjikan profesional dan obyektif

Kepala Dinas Penerangan TNI Mabes Angkatan Darat (AD), Brigjen TNI Donny Pramono ketika memberikan keterangan ke media. (IDN Times/Santi Dewi)

Donny juga menjanjikan proses penyelidikan yang berlangsung akan berjalan profesional, obyektif dan menyeluruh agar setiap fakta yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan. TNI AD juga meminta agar tim investigasi diberikan ruang supaya bisa bekerja secara optimal.

"Selain itu, kami ingin menghindari spekulasi sebelum semua proses pemeriksaan selesai. Tim investigasi pada Kamis sore sudah berangkat ke tempat kejadian," kata dia.

Dia pun berjanji bakal menangani insiden ledakan amunisi di gudang penyimpanan secara serius, transparan dan penanganan korban berjalan sebaik-baiknya.

2. Penyebab pasti ledakan belum bisa diungkap

Kadispenad Brigjen TNI Donny Pramono berkunjung ke redaksi IDN Times, Jakarta, Senin (22/12/2025).(IDN Times/Fauzan)

Ketika IDN Times tanyakan soal penyebab ledakan di gudang amunisi, Donny mengaku belum bisa mengungkapnya lantaran tim investigasi masih bekerja di lapangan.

Dia pun meminta publik agar bersabar.

"Kami masih bekerja, makanya saya bilang bersabar," kata Donny.

3. Ledakan amunisi di dalam gudang senjata juga pernah terjadi pada 2024

Petugas penjinak bahan peledak Denzipur 3 Kodam Jaya menyisir daerah rumah warga terdampak kebakaran ledakan Gudang Amunisi Kodam Jaya di Desa Parung Pinang, Ciangsana, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (1/4/2024). (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)

Sementara, insiden ledakan amunisi di dalam gudang penyimpanan juga pernah terjadi pada 2024 di area Bogor. Ketika itu, gudang penyimpanan amunisi yang meledak milik Kodam Jaya.

Panglima Komando Daerah Militer Jayakarta atau Pangdam Jaya Mayor kala itu Jenderal Mohamad Hasan mengatakan tidak ada korban jiwa dari peristiwa ledakan tersebut.

"Di arah permukiman tidak ada korban jiwa," kata dia.

Ledakan bersumber dari gudang amunisi nomor 6 yang semula nampak mengeluarkan asap. Amunisi yang di simpan dalam gudang nomor 6 itu berisi amunisi yang telah kedaluwarsa. Usia dari sejumlah amunisi itu diperkirakan sudah lebih dari 10 tahun.

Curated For You

Editorial Team

Related Article