TNI Ungkap Alasan Prajurit Mengemudikan Truk BBM Pertamina di Sumut

TNI AD menugaskan 18 prajurit membantu distribusi BBM di Sumut atas permintaan Pemprov dan PT Elnusa Petrofin, bukan mengambil alih tugas sopir Pertamina.
Perbantuan berlangsung 14–17 Juli 2026 berdasarkan nota kesepahaman TNI–Pertamina untuk menjaga kelancaran distribusi energi dan pengamanan obyek vital nasional.
Pertamina memastikan stok BBM aman dan menargetkan antrean di SPBU kembali normal pada Sabtu, 18 Juli 2026 setelah peningkatan pengiriman hingga 40 persen.
Jakarta, IDN Times - TNI Angkatan Darat (AD) mengklarifikasi keterlibatan 18 prajurit yang menjadi sopir truk tangki Pertamina di Sumatra Utara. TNI membantah belasan prajurit itu mengambil alih tugas sopir truk tangki BBM Pertamina yang diisukan diberhentikan massal.
"Keterlibatan personel TNI AD bukan untuk mengambil alih tugas maupun kewenangan Pertamina ataupun PT Elnusa Petrofin, melainkan merupakan bentuk sinergi antarlembaga untuk memastikan distribusi energi kepada masyarakat tetap berjalan lancar," ujar Kepala Dinas Penerangan Kodam I/Bukit Barisan, Kolonel Inf Sandy ketika dikonfirmasi pada Jumat (17/7/2026).
Dia mengatakan, penugasan terhadap 18 prajurit itu dilakukan setelah Pemerintah Provinsi Sumatra Utara dan PT Elnusa Petrofin mengajukan permohonan bantuan. Apalagi sejak awal pekan ini sudah terjadi antrean distribusi BBM di Medan. Karena distribusi yang terhambat, masyarakat pun kesulitan untuk mendapatkan pasokan BBM.
Sandy mengatakan, penugasan untuk membantu distribusi BBM di Medan didasari pada penanganan berbagai bencana di Sumut. Ketika itu, sempat terjadi hambatan distribusi logistik dan BBM. Dia juga menekankan perbantuan prajurit TNI ini bersifat sementara.
"Apabila distribusi BBM telah kembali normal maka perbantuan tersebut akan berakhir," kata dia.
1. Dukungan perbantuan personel TNI berlangsung pada 14-17 Juli 2026

Dia mengatakan, permohonan bantuan bagi anggota untuk mendistribusikan BBM ke masyarakat didasari nota kesepahaman antara TNI dengan PT Pertamina nomor SP-016/C00000/2022-SO dan NK/20/IX/2022/TNI yang diteken pada 20 September 2022.
Isi nota kesepahaman tersebut yakni optimalisasi dan sinergi penyelenggaraan pengamanan obyek vital nasional strategis (obvitnas) dan obyek lainnya.
"Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa meningkatnya permintaan BBM/BBK (bahan bakar khusus) di Sumatra Utara memerlukan dukungan agar distribusi ke SPBU tetap berjalan tepat waktu. Karena itu, PT Elnusa Petrofin meminta bantuan personel TNI untuk melakukan pendampingan terhadap awak mobil tangki selama proses pendistribusian," kata Sandy.
Dia mengatakan, berdasarkan surat tersebut, maka perbantuan TNI untuk mendistribusikan BBM berlangsung hingga Jumat (17/7/2026).
"Dukungan personel dijadwalkan berlangsung pada 14 Juli-17 Juli 2026," kata dia.
2. Istana dukung perbantuan TNI untuk mendistribusikan BBM

Sementara, Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, membenarkan adanya perbantuan dari TNI untuk mendistribusikan BBM milik Pertamina agar bisa dikonsumsi masyarakat.
Prasetyo mengatakan, kehadiran prajurit TNI sebagai sopir adalah untuk memastikan proses distribusi BBM berjalan lancar tanpa gangguan.
"Bukan masalah TNI-nya, tapi bagaimana memastikan seluruh proses distribusi tidak boleh ada gangguan sedikitpun," kata Prasetyo di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat pada Rabu (15/7/2026).
Dia mengatakan, kehadiran prajurit TNI sebagai sopir diperlukan agar kebutuhan BBM masyarakat dapat terpenuhi.
"Untuk memastikan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat semua terpenuhi," kata dia.
3. Pertamina menargetkan antrean kembali normal pada Sabtu esok

Sementara, Executive General Manager (EGM) Pertamina Patra Niaga Sumbagut, Sunardi, mengatakan, terjadinya kekosongan di sejumlah SPBU bukan dikarenakan stok BBM habis, melainkan dikarenakan adanya pembenahan manajemen transportasi.
"Saya sampaikan kondisi stok posisinya sekarang di IT (Integrated Terminal) Medan sangat aman," kata dia kepada media pada Rabu.
Sunardi mengatakan, pihaknya sudah melakukan pengantaran ke SPBU sebanyak 6.000 KL. Artinya, ada kenaikan 40 persen sebagai upaya me-recovery stok yang ada di SPBU.
"Stok Pertalite ada 16 hari, kemudian untuk Biosolar itu 7 hari namun kapalnya hari ini masuk. Kemudian untuk Pertalite besok ada kapal 32.000 KL masuk," kata dia.
Pihaknya sampai saat ini terus melakukan pemulihan. Pertamina Sumbagut, kata dia, menargetkan pada Sabtu (18/7/2026) antrean BBM sudah normal kembali.
"Masyarakat kami imbau tetap tenang. Insyaallah kami bisa penuhi untuk kebutuhan dalam jangka waktu sampai Sabtu, kira-kira mungkin sudah bisa normal kembali," kata dia.




















