Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Raja dan Sultan Tagih Janji Prabowo Mau Bangun Bandara di Bali Utara

Raja dan Sultan Tagih Janji Prabowo Mau Bangun Bandara di Bali Utara
Raja dan Sultan Tagih Janji Prabowo Mau Bangun Bandara di Bali Utara (IDN Times/Ilman Nafi'an)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Sejumlah raja dan sultan Bali menemui KSP Dudung Abdurachman untuk menagih janji Presiden Prabowo terkait pembangunan bandara di Bali Utara yang belum terealisasi setelah satu setengah tahun masa jabatannya.
  • Ketua Paiketan Puri-Puri se-Jebag Bali, Ida Cokorda Gde Putra Nindia, menegaskan proyek bandara di lepas Pantai Kubutambahan tidak akan menggunakan dana APBN karena sepenuhnya berbasis investasi swasta.
  • Forum Silaturahmi Keraton Nusantara menyebut ini pertama kalinya para raja dan sultan datang ke Istana untuk menagih janji presiden, sebagai bentuk dukungan terhadap pemerataan pembangunan nasional.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Sejumlah raja dan sultan di Bali menemui Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman di kantor KSP, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (17/7/2026). Pada pertemuan itu, mereka ingin menagih Prabowo yang pernah berjanji akan membangun bandara di Bali utara.

"Nyatanya, maaf, sudah satu setengah tahun beliau menjabat sebagai Presiden, niscaya belum turun keputusan beliau. Kami menagih janji ke sini untuk menepati janji itu," ujar Ketua Paiketan Puri-Puri se-Jebag Bali, Ida Cokorda Gde Putra Nindia, dalam konferensi pers di kantor KSP, Jumat (17/7/2026).

Cokorda Gde Putra kemudian meminta penegasan kepada Presiden Prabowo, apabila memang tidak jadi membangun bandara di Bali utara, maka seharusnya disampaikan.

"Kenapa? Ini sudah meradang. Sama dengan bisul itu sudah dibiarkan itu kalau gak segera dimutasi akan sakitnya luar biasa, karena kami kelihatan puri-puri mendukung ini, wah kok gak ada wibawa (kami), gak punya puri-puri ini gimana? Kan harga diri malu kita. Nah kalau tidak ya tidak, kalau iya tolong dipercepat karena pembangunan bandara itu tidak bisa setahun dua tahun, paling tidak tiga sampai empat tahun bahkan lima tahun," kata dia.

1. Prabowo pernah berjanji pada 2024

Raja dan Sultan Tagih Janji Prabowo Mau Bangun Bandara di Bali Utara (IDN Times/Ilman Nafi'an)
Raja dan Sultan Tagih Janji Prabowo Mau Bangun Bandara di Bali Utara (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Cokorda mengatakan, janji tersebut disampaikan Presiden Prabowo pada 13 Februari 2024. Bandara tersebut diwacanakan dibangun di lepas Pantai Kubutambahan.

Menurut dia, pembangunan bandara di Bali Utara diperlukan. Sebab, Bali saat ini hanya memiliki bandara, yakni Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Bali selatan.

"Di mana pembangunan di selatan itu masif sekali, kemudian menimbulkan apa namanya, masyarakat dan generasi muda khususnya yang ada di Bali utara itu tidak ada lapangan kerja. Karena tidak ada pembangunan, tidak ada proyek," ujar dia.

2. Tidak gunakan APBN

Raja dan Sultan Tagih Janji Prabowo Mau Bangun Bandara di Bali Utara (IDN Times/Ilman Nafi'an)
Raja dan Sultan Tagih Janji Prabowo Mau Bangun Bandara di Bali Utara (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Cokorda mengatakan, pembangunan bandara di Bali utara itu tidak menggunakan APBN. Menurut dia, pembangunan itu merupakan kerja investasi dengan swasta.

"Masalah pembiayaan tidak mengganggu APBN. Ini murni dari investasi, investasi swasta. Tidak ada mengganggu APBN. Sekarang sudah keuangan negara sedang begini masa dipaksa membangun bandara? Nanti jadi diskusi liar, nanti di masyarakat. Tidak ada mengganggu APBN. Khusus ini pembangunan Bali utara, ada keputusan dari Presiden, segera kita bisa bangun baik itu teknologi sudah ada, investasinya, pendanaan sudah cukup untuk dibangun tanpa mengganggu APBN," ujar Cokorda.

3. Baru pertama kali raja dan sultan tagih janji ke Presiden

Raja dan Sultan Tagih Janji Prabowo Mau Bangun Bandara di Bali Utara (IDN Times/Ilman Nafi'an)
Raja dan Sultan Tagih Janji Prabowo Mau Bangun Bandara di Bali Utara (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Sementara, Ketum Forum Silaturahmi Keraton Nusantara, Mapparessa, mengatakan, ini merupakan kali pertama raja dan sultan datang ke Istana untuk menagih janji kepada Presiden.

"Kita datang untuk menagih janji, untuk itu kami dari Forum Silaturahmi Keraton Nusantara yang terdiri dari raja, sultan, para penerus, termasuk juga para ketua ketua lembaga adat yang berada di bawah raja, kesultanan, sangat mendukung apa yang menjadi program pemerintah khususnya Bapak Presiden," ujar Mapparessa.

"Oleh karena itu, kenapa kami ke sini? Seingat saya belum pernah terjadi raja, sultan datang ke Istana menagih janji. Kita mendukung program pemerintah memajukan kesejahteraan umum, kalau bandara ini terwujud insyaallah Allah menurunkan berkahnya kepada negara yang kita cintai ini," ucap dia.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More