Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
TNI AU Gandeng Tentara Malaysia Amankan Perbatasan Udara Pakai F-16 dan Hornet
Patroli Koordinasi Malindo Siri I antara TNI Angkatan Udara (AU) dan TUDM di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia. (Dok. TNI AU)
  • Dua jet F-16 TNI AU dan tiga F/A-18 Hornet Malaysia lakukan patroli bersama Malindo Siri I 2026 untuk memperkuat keamanan udara dan hubungan kedua negara.
  • Patroli didukung Satuan Radar 104 Dumai serta menjadi bagian dari komitmen rutin dua kali setahun menjaga stabilitas kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia.
  • TNI AU dan TUDM juga siapkan latihan bersama Elang Malindo 2026 sebagai edisi ke-30, menegaskan konsistensi kerja sama pertahanan udara regional.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Dua pesawat F-16 dari Indonesia terbang bareng tiga pesawat F-18 dari Malaysia di langit dekat perbatasan. Mereka patroli sama-sama supaya langit aman dan dua negara makin kompak. Ada orang di darat pakai radar bantu lihat pesawatnya. Sekarang mereka mau latihan lagi bareng tahun depan biar makin akrab dan kuat jaga langit.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Dua pesawat tempur F-16 dari Skadron Udara 16 dan F/A-18 Hornet milik Tentara Udara Diraja Malaysia (TUDM) melakukan patroli bersama pada Senin, 20 Juli 2026 di wilayah perbatasan udara kedua negara. Patroli bersama tersebut merupakan bagian dari kerja sama kedua negara yang dinamakan Malindo Siri I tahun 2026.

"Patroli bersama ini dilakukan untuk meningkatkan keamanan wilayah udara, memperkuat interoperabilitas, serta mempererat hubungan antara kedua angkatan udara," kata Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara, Marsekal Pertama I Nyoman Suadnyana dalam keterangan, dikutip pada Selasa (21/7/2026).

Untuk patroli bersama, TNI AU mengerahkan dua jet tempur F-16 dan tiga pesawat tempur F/A-18 Hornet. "Pesawat itu terdiri atas pesawat unsur patroli dan satu pesawat untuk mendokumentasikan jalannya patroli," tutur dia.

1. Patroli didukung satuan radar 104 Dumai yang memantau di darat

Patroli Koordinasi Malindo Siri I antara TNI Angkatan Udara (AU) dan TUDM di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia. (Dokumentasi TNI AU)

Nyoman menjelaskan patroli bersama antara Indonesia dan Malaysia turut didukung Ground Controlled Interception (GCI) dari Satuan Radar 104 Dumai, di bawah jajaran komando sektor I, Panglima Kosek I Marsekal Pertama TNI Imam Subekti.

"Patkor Malindo menjadi wujud komitmen Indonesia dan Malaysia dalam menjadi wujud kmomitmen kedua negara dalam menjaga stabilitas serta keamanan kawasan," kata Nyoman.

Kegiatan itu diharapkan terus memperkuat sinergi kedua angkatan udara dalam menjaga keamanan wilayah udara perbatasan dan mendukung stabilitas regional.

2. Patroli koordinasi Indonesia-Malaysia dilakukan dua kali dalam setahun

Patroli Koordinasi Malindo Siri I antara TNI Angkatan Udara (AU) dan TUDM di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia. (Dok. TNI AU)

Patroli terkoordinasi antara Indonesia dan Malaysia dilakukan rutin setiap tahun. Dalam setahun patroli Malindo digelar dua kali. Pada patroli Malindo Siri II 2023, kedua militer patroli di wilayah Selat Malaka.

3. TNI AU akan lakukan latihan bersama Elang Malindo 2026

Patroli Koordinasi Malindo Siri I antara TNI Angkatan Udara (AU) dan TUDM di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia. (Dok. TNI AU)

Sementara, selain patroli terkoordinasi, TNI AU dan AU Malaysia juga merencanakan akan melakukan latihan bersama yang dinamakan Elang Malindo 2026. Ini akan menjadi edisi ke-30 latihan bersama antara TNI AU dan TUDM.

"Pelaksanaan latihan ini menjadi cerminan konsistensi kedua angkatan udara dalam menjaga hubungan kerja sama yang telah terjalin lama serta mendukung stabilitas kawasan," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsekal Pertama I Nyoman Suadnyana.

Sebelumnya, dalam pertemuan Concept Development Conference (CDC) 2025, delegasi TNI AU juga sempat bertukar informasi mengenai operasional dan pemeliharaan pesawat tempur Sukhoi. Negeri Jiran diketahui memiliki 30 unit jet tempur Sukhoi Su-30MKM.

"Pertukaran pandangan itu mencakup pengalaman lapangan, penerapan taktik, hingga praktik terbaik dalam pengoperasian pesawat," katanya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article