Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

TNI AU Ungkap 18 Jet Tempur Rafale Bakal Tiba Bertahap di RI pada 2027

3 min read
TNI AU Ungkap 18 Jet Tempur Rafale Bakal Tiba Bertahap di RI pada 2027
Jet tempur Rafale yang mengudara di langit Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. (Dok. TNI Angkatan Udara)
  • TNI AU menyatakan 18 jet tempur Rafale akan tiba bertahap mulai 2027 hingga diperkirakan 2029, sebagai bagian pesanan total 42 unit dari Dassault Aviation.

  • Enam Rafale yang telah diterima ditempatkan di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru; empat pilot TNI AU juga menuntaskan pelatihan pengoperasian pesawat ini di Prancis.

  • Kontrak tahap pertama enam Rafale bernilai 1,1 miliar dolar AS atau Rp15,7 triliun. Estimasi total anggaran pembelian 42 pesawat mencapai sekitar Rp109,9 triliun.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Wakasau) Marsekal Madya TNI Tedi Rizalihadi membocorkan TNI Angkatan Udara akan kedatangan 18 jet tempur Rafale pada 2027. Belasan jet tempur itu akan tiba secara bertahap. Ketibaan belasan jet tempur generasi 4,5 itu merupakan bagian dari kontrak pengadaan antara Kementerian Pertahanan dengan Dassault Aviation, perusahaan aviasi asal Prancis.

"Berikutnya di tahun depan, kita akan kedatangan lagi 18 (jet tempur Rafale) secara bertahap. Ketibaan alutsista itu diperkirakan bertahap sampai 2029," ungkap Tedi di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis, 24 September 2026.

Ia berada di Lanud Halim di sela-sela latihan bersama Angkatan Udara dan Antariksa Prancis yang dinamakan misi Pegase 26. Namun, Tedi tidak menyebut secara rinci per tahun berapa jumlah Rafale yang akan tiba di Indonesia. Sejauh ini, Indonesia sudah menerima enam Rafale dari total 42 unit yang dipesan.

  1. 1. Jet tempur Rafale ditempatkan di Lanud Roesmin Nurjadi Pekan Baru

    Rafale, Prancis, TNI AU
    Jet tempur Rafale yang dimiki oleh TNI Angkatan Udara saat ikut latihan Pegase 26 di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. (IDN Times/Santi Dewi)

    Sementara, enam jet tempur Rafale yang sudah tiba di Tanah Air ditempatkan di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekan Baru, Riau. Lanud Roesmin Nurjadin dipilih sebagai markas Rafale karena letaknya strategis untuk mengamankan wilayah udara bagian barat Indonesia dan Selat Malaka.

    Rafale sendiri debut pada HUT ke-81 RI yang digelar di atas langit Monas, Jakarta Pusat. Ketika itu, para pilot Rafale menampilkan demo atraksi High G-turn, yakni manuver belokan tajam dalam kecepatan tinggi. Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU), Marsekal Tonny Harjono, mengatakan manuver itu yang dipilih karena Rafale memiliki keunggulan itu.

    "Kami ingin tunjukkan kepada Bapak Presiden dan masyarakat soal kemampuan High-G turn ini yang bagus sekali," ungkap Tonny, Sabtu, 15 Agustus 2026.

  2. 2. Pilot TNI AU sudah berlatih mengemudikan Rafale di Prancis

    Rafale, TNI AU
    Empat penerbang tempur TNI AU yang telah menyelesaikan pelatihan jet tempur Rafale di Pangkalan Udara 113 Saint-Dizier. (Dok. TNI AU)

    Sebelumnya, empat pilot tempur TNI Angkatan Udara (AU) telah menyelesaikan pelatihan jet tempur Rafale di Pangkalan Udara 113 Saint-Dizier pada Desember 2025. Mereka merupakan tim pilot Rafale Batch-A. Pelatihan telah berlangsung selama empat bulan sejak Agustus 2025.

    Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsekal Pertama I Nyoman Suadnyana, mengatakan selama pelatihan di Saint-Dizier, para penerbang menjalani bina terbang dan simulator dengan materi air to air siang dan malam. Empat pilot itu juga berlatih metode air to ground, low level navigation dan konversi backseater sebagai instruktur.

    "Setiap penerbang juga telah melaksanakan dua kali penerbangan Solo, masing-masing satu penerbangan siang, dan satu penerbangan malam," ujar Suadnyana.

    Suadnyana mengatakan, usai menuntaskan pelatihan di Pangkalan Udara Prancis, keempat pilot itu ke Paris untuk mengikuti kursus untuk memahami AASM (Armage Air-Sol Modulaire) Hammer yang diselenggarakan Safran. AASM merupakan senjata bom munisi berorientasi presisi Prancis yang dikembangkan Safran Electronics and Defense.

  3. 3. Pembelian 6 jet tempur Rafale senilai Rp15,7 triliun

    Penampakan pesawat Rafale milik TNI AU.
    Penampakan pesawat Rafale milik TNI AU. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

    Presiden Prabowo Subianto ketika masih menjabat Menteri Pertahanan sudah menyebut 42 jet tempur Rafale bakal tiba di Tanah Air secara bertahap. Namun, ia tak menyampaikan total nilai kontrak pembelian puluhan jet tempur tersebut. 

    Juru bicara Menhan kala itu, Dahnil Anzar Simanjuntak, sempat membocorkan nilai kontrak tahap pertama untuk enam jet tempur Rafale. Nilainya mencapai 1,1 miliar dolar Amerika Serikat atau setara Rp15,7 triliun. 

    Pria yang sudah menjadi jubir Prabowo sejak di Partai Gerindra itu menyebut, usai pembayaran uang muka, proses produksi baru dilakukan. Ia menegaskan pembelian alutsista tidak sama dengan membeli kendaraan ke dealer yang setelah terjadi transaksi, barangnya langsung dikirim ke rumah. 

    "Kami prediksi hingga ke tahap delivery, butuh waktu hampir 56 bulan atau hampir lima tahun," ujar Dahnil pada September 2022. 

    Dengan demikian, secara keseluruhan anggaran untuk membeli 42 pesawat Rafale sekitar Rp109,9 triliun.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More