Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
TNI Siaga 1 Sikapi Konflik TimTeng, Puan: Apa Perlu?
Ketua DPR RI Puan Maharani (tengah) dan para Wakil Ketua DPR RI lainnya. (IDN Times/Amir Faisol).
  • Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menetapkan status siaga satu bagi seluruh jajaran TNI akibat meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
  • Ketua DPR RI Puan Maharani mempertanyakan urgensi penyampaian telegram siaga satu secara terbuka dan meminta penjelasan konkret dari pihak TNI.
  • Puan mendorong Komisi I DPR memanggil Panglima TNI untuk menjelaskan kebijakan tersebut, sementara isi telegram memuat tujuh instruksi kesiapsiagaan nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
TNI sekarang siaga satu karena ada masalah besar di Timur Tengah antara Amerika, Israel, dan Iran. Jenderal Agus yang pimpin TNI suruh semua tentara siap jaga tempat penting seperti bandara dan pelabuhan. Kak Puan di DPR tanya kenapa harus siaga satu dan mau panggil Jenderal Agus buat jelasin lebih jelas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Ketua DPR RI Puan Maharani turut menanggapi peningkatan siaga satu yang diterapkan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, menyusul eskalasi di kawasan Timur Tengah yang semakin memburuk.

Puan mengatakan, TNI memang harus siap siaga menyikapi konflik Amerika Serikat (AS), Israel dan Iran, yang berdampak terhadap eskalasi di kawasan teluk.

"Sebaiknya memang aparat hukum atau TNI itu selalu siap siaga," ujar Puan di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (10/3/2026).

1. Puan pertanyakan urgensi telegram Panglima TNI

Ketua DPR RI Puan Maharani (kanan) dan Wakil Ketua DPR Saan Mustopa (kiri) dalam jumpa pers di Gedung DPR RI. (IDN Times/Amir Faisol)

Namun, Puan mempertanyakan, peningkatan siaga satu oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto melalui surat telegram yang beredar di publik. Putri dari Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri itu mempertanyakan apakah informasi itu perlu dibuka.

"Kalau kemudian sampai ada keluar surat seperti itu dalam situasi seperti ini mungkin apakah itu diperlukan atau tidak," kata dia.

2. Minta Komisi I DPR panggil Panglima TNI

Ketua DPR RI Puan Maharani usai menerima perwakilan buruh. (IDN Times/Amir Faisol)

Ia pun mendorong TNI memberikan penjelasan lebih konkret terhadap kebijakan peningkatan siaga satu. Puan juga meminta Komisi I DPR sebagai mitra kerja lembaga pertahanan untuk segera memanggil Panglima TNI.

"Lebih baik TNI memberikan penjelasan yang konkret atau jelas nanti akan ditanyakan melalui Komisi terkait," kata Legislator PDIP itu.

3. Tujuh poin penting perintah Panglima TNI

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto (pakai topi di tengah) sambut ketibaan 1.980 taruna Akademi TNI yang bantu bencana Sumatra. (Dokumentasi Puspen TNI)

Telegram mengenai peningkatan status TNI menjadi siaga I tertuang di dalam dokumen nomor TR/283/2026 yang diteken oleh Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI Letnan Jenderal Bobby Rinal Makmun. Di dalam dokumen yang diperoleh IDN Times, instruksi itu memuat tujuh poin.

  1. Panglima Komando Utama Operasi (Pangkotamaops) TNI menyiagakan penuh personel dan alutsista di jajarannya. Personel melaksanakan patroli di objek vital (obvit) strategis dan sentra perekonomian. Hal itu termasuk di bandara, pelabuhan laut/sungai, stasiun kereta, dan terminal bus, serta kantor PLN.

  2. Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) diminta untuk melaksanakan deteksi dini dan pengamatan udara secara terus-menerus selama 24 jam.

  3. Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI memerintahkan atase pertahanan (athan) RI di negara yang terdampak untuk mendata dan memetakan serta merencanakan evakuasi warga negara Indonesia (WNI) bila diperlukan, serta berkoordinasi dengan Kemenlu (Kementerian Luar Neger) dan KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia).

  4. Kodam Jaya/Jayakarta agar melaksanakan patroli di tempat-tempat obvit (obyek vital) strategis dan kedutaan-kedutaan serta mengantisipasi perkembangan situasi dalam menjaga kondusitivitas di wilayah DKI Jakarta.

  5. Satuan intelijen TNI melaksanakan deteksi dini dan cegah dini adanya kelompok di tempat-tempat obvit strategis dan kedutaan-kedutaan serta mengantisipasi perkembangan situasi dalam menjaga kondusivitas di wilayah DKI Jakarta.

  6. Seluruh badan pelaksana pusat (Balakpus) TNI diminta melaksanakan kesiapsiagaan di satuan masing-masing.

  7. Setiap perkembangan situasi yang terjadi di lapangan harus segera dilaporkan kepada Panglima TNI.

Semua informasi yang didapat dari aktivitas deteksi dan patroli wajib dilaporkan secara langsung kepada Panglima TNI. Telegram itu ditujukan kepada semua petinggi di ketiga matra TNI. Di dalamnya juga tertulis siaga I berlaku sejak 1 Maret 2026 hingga masanya selesai.

Editorial Team