Dari Lokal untuk Global, Trade Expo Indonesia 2026 Resmi Dibuka

Trade Expo Indonesia ke-41 dibuka 14–18 Oktober 2026 dengan target transaksi US$17,5 miliar, di tengah ekspor Januari–Agustus yang tumbuh 4,74 persen menjadi US$193,4 miliar.
Pemerintah memperluas pasar melalui 25 perjanjian dagang aktif, pendampingan UMKM, dan jaringan perwakilan perdagangan; TEI mencatat 168 MoU senilai US$13,2 miliar.
Pemerintah menyoroti surplus beras 4,2 juta ton pada 2025, kenaikan nilai tukar petani, serta pertumbuhan ekonomi 5,45 persen pada semester I 2026.
Jakarta, IDN Times - Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 resmi dibuka pada 14 Oktober 2026 dengan optimisme ekspor nasional tetap melaju di tengah tekanan perdagangan global. Mengusung tema The Ultimate Hub for Global Sourcing, pameran yang berlangsung hingga 18 Oktober ini menargetkan transaksi US$17,5 miliar.
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkapkan, kinerja ekspor Januari–Agustus 2026 tumbuh positif. "Di tengah situasi perdagangan global yang penuh tantangan, di bawah arahan Bapak Presiden serta dukungan seluruh pemangku kepentingan, kinerja ekspor Indonesia pada periode Januari–Agustus 2026 naik 4,74 persen," ujarnya.
Adapun nilai ekspor mencapai US$193,4 miliar, dibandingkan US$184,89 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Neraca perdagangan juga mencatat surplus US$7,25 miliar.
1. Perluas pasar, dorong UMKM naik kelas

Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 resmi dibuka. (Ezri TS/IDN) Menurut Budi, perluasan pasar ekspor dilakukan antara lain lewat perjanjian dagang. "Hingga saat ini, sebanyak 25 perjanjian dagang telah diimplementasikan dan 13 perjanjian lainnya masih dalam proses perundingan," katanya.
Melalui program Dari Lokal untuk Global, UMKM didampingi menembus pasar luar negeri dengan dukungan 46 kantor perwakilan perdagangan di 33 negara. Program Kampus Preneur juga telah menggandeng 25 perguruan tinggi untuk mencetak wirausaha muda dan eksportir baru.
TEI 2026 menargetkan 1.873 eksportir dan 30.000 pengunjung. Hingga kini, 16.885 pembeli telah terdaftar, 8.092 di antaranya berasal dari 134 negara. Sore harinya, 168 nota kesepahaman (MoU) senilai US$13,2 miliar antara eksportir dan pembeli dari 22 negara ditandatangani. Adapun TEI 2026 terlaksana melalui dukungan Pertamina sebagai Strategic Partner, Bank Mandiri sebagai Bank Partner, dan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) sebagai Event Partner.
2. Produksi pangan menguat, petani makin sejahtera

Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 resmi dibuka. (Ezri TS/IDN) Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyoroti penguatan produksi dalam negeri. "Pada 2024, Indonesia mengimpor 4,5 juta ton beras. Namun, pada 2025, kita mencatatkan surplus sebesar 4,2 juta ton," ujarnya.
Ia menyebut nilai tukar petani naik dari 116 pada 2024 menjadi 131. "Artinya, kesejahteraan petani mengalami peningkatan," kata Zulhas.
Ia juga menyebut pasar ekspor kini meluas ke Asia Selatan, yakni Bangladesh, Pakistan, dan India, serta Afrika. Produk pakaian Indonesia diminati karena harganya kompetitif. Zulhas berharap para duta besar membawa 20–30 calon pembeli ke Indonesia.
3. Kelola sumber daya alam demi Indonesia maju
Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 resmi dibuka
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membacakan sambutan Presiden. Disebutkan, ekonomi Indonesia tumbuh 5,45 persen pada semester I 2026, salah satu yang terbaik di G20, dengan inflasi terjaga di bawah 3 persen.
"Di tengah ketidakpastian global pada semester pertama 2026, perekonomian Indonesia tetap tumbuh positif sebesar 5,45 persen," bunyi sambutan tersebut. Presiden juga menekankan, "Salah satu langkah strategis untuk menjadikan Indonesia negara maju adalah mengelola sumber daya alam sebaik-baiknya dan memanfaatkannya secara optimal."
Dengan fondasi ekonomi yang kokoh, surplus dagang, dan komitmen kemitraan dari ratusan pembeli global, TEI 2026 diharapkan menjadi pintu bagi produk Indonesia untuk semakin kuat di pasar dunia.
4. Hilirisasi jadi kunci kemandirian ekonomi
Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 resmi dibuka pada 14 Oktober 2026. (Ezri TS/IDN) Selain menekankan pengelolaan sumber daya alam, Menko Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia menegaskan arah kebijakan ekspor pemerintah. Bahlil membuka TEI ke-41 mewakili Presiden Prabowo Subianto.
"Pemerintah menggalakkan ekspor bernilai tambah tinggi melalui hilirisasi dan industrialisasi sumber daya alam. Hilirisasi merupakan kunci untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi nasional," ujarnya.
5. Dari desa hingga kawasan industri, ragam produk unggulan tampil
Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 resmi dibuka (Ezri TS/IDN) Menteri Perdagangan Budi Santoso menyebut pemerintah juga memfasilitasi ekspor lewat program Desa Berani Inovasi, Siap Adaptasi (BISA) Ekspor. "Kami juga mengupayakan fasilitasi ekspor melalui Desa BISA Ekspor yang telah mengidentifikasi banyak produk potensial dari desa untuk dikembangkan menembus pasar ekspor. Selain itu, kami menjalin kemitraan antara UMKM dan ritel dalam negeri sehingga produk-produk lokal semakin mendominasi pasar domestik," kata Budi.
TEI ke-41 menampilkan makanan dan minuman, pertanian, manufaktur, fesyen dan kriya, serta furnitur dan dekorasi rumah. Kawasan industri juga hadir untuk menarik minat investor. Pada pembukaan, Kemendag memberikan Penghargaan Primaniyarta dan Primaduta, serta menyiapkan Campuspreneur Award bagi mahasiswa dengan transaksi tertinggi. (WEB)




















