Jakarta, IDN Times - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi meminta seluruh satuan pendidikan, termasuk pondok pesantren, memperkuat sistem keamanan setelah kebakaran di salah satu pesantren di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang menewaskan satu anak dan melukai dua lainnya.
Pesan itu disampaikan Arifah usai menemui langsung dua anak korban kebakaran untuk memastikan perlindungan dan pemenuhan hak mereka selama proses pemulihan.
Dalam kesempatan itu, Arifah menekankan pentingnya penguatan Gerakan Nasional #RuangAmanNyamanAnak (Gernas RANA) agar lingkungan pendidikan benar-benar aman bagi anak.
"Melalui Gernas RANA, kami berharap seluruh satuan pendidikan, termasuk pondok pesantren, dapat bertransformasi menjadi ruang yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan, baik kekerasan fisik, verbal, seksual, maupun kekerasan di ranah digital. Kemen PPPA terus mendorong akselerasi dan implementasi Pesantren Ramah Anak di seluruh Indonesia agar kejadian serupa tidak terulang kembali," kata dia, dikutip Kamis (16/7/2026).
