Ilustrasi kekerasan seksual (IDN Times)
Dia hanya berharap bisa keluar dengan selamat. Namun, dia menceritakan M tetap tidak peduli meski sudah menolak berkali-kali. Bahkan menahan tangannya, kemudian dia menunjukkan alat kelaminnya. Dia bahkan menangis dan memanggil ibunya tapi tetap tak digubris.
"Beliau bahkan menjilat telinga saya, leher saya, saya masih jijik dan masih trauma sampai sekarang. Saya hanya berharap semua berakhir dengan cepat dan saya bisa pulang," katanya.
Korban bahkan tak bisa melawan dan tetap berpikir bakal alami pemerkosaan. Hingga M berhenti dan dibiarkan pulang.
"Saat saya pulang menggunakan Taxi Online, saya bahkan pipis di dalam taxi karena saya takut sekali," kata dia.
Dia juga tak tahu kalau M sudah mempunyai anak dan istri. Dia mengalami trauma bahkan takut melihat wajah M di media.
"Saya menghubungi Talent Scouternya dan berbagi pengalaman saya, dia bilang tidak pernah ada kejadian seperti itu dan dia tidak bisa melakukan apapun karena dia hanya seorang employee," kayanya.
"Saya tidak meminta kalian mencari orang tersebut, atau saya tidak meminta ada keadilan karena saya sudah terlalu pesimis, saya tidak punya bukti. Saya hanya punya luka dan memori. Sampai saat ini, saya masih menyalahkan diri saya sendiri," kata dia.