Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Wajah Humanis Dishub Jakarta, Kejar Begal hingga Bantu Anak Dibully
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam Puncak Peringatan Hari Perhubungan Nasional Provinsi Jakarta dan Pelopor Kita Awards Tahun 2026, di Jakarta Utara, Selasa (29/9/2026). (IDN Times/Herka Yanis)
  • Kepala Dishub DKI Budi Awaluddin menegaskan transformasi transportasi Jakarta menggabungkan pembangunan infrastruktur dengan pelayanan humanis melalui petugas berintegritas, peduli, profesional, sigap, dan humanis.
  • Petugas Dishub disebut melakukan berbagai aksi lapangan, termasuk menggagalkan begal, menolong korban kecelakaan, mengembalikan ponsel, mengantar warga sakit, serta membantu anak korban perundungan.
  • Pelopor KITA 2026 diikuti 768 pendaftar dari kategori umum dan khusus, dengan penilaian dewan juri yang melibatkan Kementerian Perhubungan, Polda Metro Jaya, KNKT, dan UI.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Budi Awaluddin, menyoroti transformasi pelayanan transportasi di Jakarta yang tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga sisi kemanusiaan.

Hal itu disampaikan Budi saat menyerahkan penghargaan Pelopor Kita 2026 bagi individu dan institusi yang menjadi pelopor keselamatan serta budaya bertransportasi yang baik.

"Tidak cukup dengan infrastruktur fisik, dia harus menyentuh sisi kemanusiaan. Oleh karenanya, transformasi diikuti oleh wajah pelayanan yang ditentukan oleh sikap petugasnya," kata Budi dalam Puncak Peringatan Hari Perhubungan Nasional Provinsi Jakarta dan Pelopor Kita Awards Tahun 2026, di Jakarta Utara, Selasa (29/9/2026).

1. Aksi petugas dishub yang humanis tapi tegas

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam Puncak Peringatan Hari Perhubungan Nasional Provinsi Jakarta dan Pelopor Kita Awards Tahun 2026, di Jakarta Utara, Selasa (29/9/2026). (IDN Times/Herka Yanis)

Menurut dia, Dishub DKI mengimplementasikan lima perilaku pegawai dan petugas, yakni berintegritas, peduli, profesional, sigap, dan humanis. Nilai tersebut, kata Budi, terlihat dalam sejumlah aksi petugas Dishub di lapangan.

Budi menyebut Gigih Wicaksono dan Hilda Kurnisa dari Sudinhub Jakarta Timur yang menggagalkan aksi begal. Kemudian Muhammad Nahrawi yang berlari mengejar dan menangkap pelaku yang menodong seorang lansia dan cucunya di HBKB Rasuna Said pada 19 Juli lalu.

"Kemudian Nurul Anwar dan Saudara Tonim Jayanto dari bidang Dalops menolong seorang pengemudi ojol yang mengalami kecelakaan. Mereka tidak hanya membawa ke puskesmas, tetapi juga menuntaskan pesanan yang belum sempat diantarkan kepada pelanggannya agar rezeki sang pengemudi hari itu tidak ikut hilang," kata dia.

2. Petugas Dishub adalah garda terdepan

Petugas Dishub DKI evakuasi korban kecelakaan beruntun di Jalan MT Haryono, Senin (20/7/2026)/ Din Dishub DKI

Ada pula petugas Dishub bernama Yandi Purnama yang membantu mengembalikan telepon genggam seorang pengemudi ojol yang terjatuh. Kemudian Iqbal dari Sudinhub Jakarta Selatan yang mengantarkan seorang ibu dan anaknya yang sedang sakit untuk berobat ke RSCM setelah kendaraan mereka mogok di tengah jalan.

Selain itu, petugas bernama Halid Riyadi membelikan baju baru bagi seorang anak perempuan yang pakaiannya robek karena dirundung dan dibelikan baju. Anak tersebut kemudian diantarkan ke panti karena orangtuanya telah berpisah.

"Merekalah garda terdepan kami di lapangan. Mereka tidak sedang menjalankan prosedur semata, mereka menjalankan panggilan hati untuk terus peduli. Merekalah wajah baru Dinas Perhubungan. Jika dahulu petugas dikenal lewat peluit dan penindakan, kini kami juga dikenal lewat uluran tangan untuk saling menolong dan peduli," kata dia.

3. Pelopor KITA diikuti berbagai lapisan

Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta secara resmi membuka rangkaian bootcamp dan seleksi Pemilihan Ojol Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan (KITA) Tahun 2026 di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (31/8/2026). (IDN Times/Ridho Fauzan)

Budi mengatakan, Pelopor Kita 2026 diikuti total 768 pendaftar dan peserta. Jumlah itu terdiri dari 685 pendaftar kategori umum dan 83 peserta kategori khusus.

Kategori umum meliputi pelajar pelopor, awak angkutan pelopor, dan ojol pelopor. Sementara kategori khusus meliputi terminal pelopor, operator angkutan pelopor, aplikator angkutan pelopor, kantor pemerintahan pelopor ramah angkutan, kantor perusahaan swasta atau lembaga non-pemerintahan ramah angkutan, stasiun pelopor, dan warga pelopor.

Penilaian dilakukan oleh dewan juri lintas unsur, antara lain Kementerian Perhubungan, Polda Metro Jaya, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), serta Universitas Indonesia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article