Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Wali Kota Ungkap 4 Titik Sungai di Bogor Mulai Dikepung Ikan Sapu-Sapu
ilustrasi ikan sapu-sapu (commons.wikimedia.org/Kamil Porembiński)
  • Ikan sapu-sapu terdeteksi menginvasi empat titik sungai di Kota Bogor, yaitu Sukaresmi, Kedung Halang, Kedung Badak, dan Bantarjati.
  • Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menegaskan ikan sapu-sapu merusak ekosistem dan akan berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup untuk penanggulangan serta penangkapan massal.
  • Pemerintah menyoroti tata cara pemusnahan yang sesuai aturan dan menanggapi kabar mengejutkan bahwa ikan sapu-sapu digunakan sebagai bahan campuran siomay.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
25 April 2026

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengonfirmasi ikan sapu-sapu terdeteksi di Sukaresmi, Kedung Halang, Kedung Badak, dan Bantarjati. Ia menyebut spesies ini merusak ekosistem dan akan berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup untuk penanggulangan.

kemarin

Dedie menjelaskan sebelumnya ikan sapu-sapu banyak ditemukan di wilayah DKI Jakarta. Ia menekankan pentingnya tata cara yang baik dan sesuai syariah dalam proses penangkapan serta pemusnahan spesies invasif tersebut.

kini

Populasi ikan sapu-sapu mulai menginvasi empat titik sungai di Kota Bogor. Pemerintah kota menyoroti perlunya pemulihan keanekaragaman hayati selain pengangkutan sampah fisik.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Populasi ikan sapu-sapu terdeteksi menginvasi empat titik aliran sungai di Kota Bogor dan dianggap merusak ekosistem perairan setempat.
  • Who?
    Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim bersama Pemerintah Kota Bogor dan Kementerian Lingkungan Hidup menangani temuan spesies invasif tersebut.
  • Where?
    Ikan sapu-sapu ditemukan di kawasan Sukaresmi, Kedung Halang, Kedung Badak, dan bawah jembatan Yapis di Bantarjati, Kota Bogor.
  • When?
    Temuan ini disampaikan oleh Wali Kota Bogor pada Sabtu, 25 April 2026, saat memberikan keterangan di kawasan Kebun Raya Bogor.
  • Why?
    Ikan sapu-sapu disebut merusak keseimbangan ekosistem sungai dan menurunkan keanekaragaman hayati akibat kualitas air yang memburuk.
  • How?
    Pemerintah berencana melakukan penangkapan massal dengan koordinasi kementerian terkait serta menekankan tata cara pemusnahan yang sesuai kaidah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Di sungai Kota Bogor ada banyak ikan sapu-sapu yang datang dan bikin susah ikan lain. Pak Wali Kota Dedie bilang ikan itu ada di Sukaresmi, Kedung Halang, Kedung Badak, dan Bantarjati. Katanya juga ada orang pakai ikan itu buat siomay. Sekarang pemerintah mau tangkap banyak ikan itu supaya sungainya jadi bersih lagi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Temuan ikan sapu-sapu di beberapa titik sungai Kota Bogor mendorong pemerintah daerah untuk mengambil langkah serius dalam menjaga ekosistem air. Upaya koordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup menunjukkan komitmen terhadap pemulihan keanekaragaman hayati, sementara perhatian pada tata cara penanganan yang beretika mencerminkan kepedulian terhadap keseimbangan lingkungan dan nilai kemanusiaan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bogor, IDN Times – Ikan sapu-sapu dianggap sebagai salah satu spesies invasi yang muncul di hilir sungai Ciliwung. Kini mulai muncul di beberapa titik sungai daerah Kota Bogor.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengungkap fakta mengejutkan mengenai populasi ikan sapu-sapu dilaporkan mulai menginvasi tiga titik di aliran sungai yang melintasi Kota Bogor. Ia mengonfirmasi bahwa spesies invasif tersebut terdeteksi di kawasan Sukaresmi, Kedung Halang, Kedung Badak, dan Bantarjati.

"Ikan sapu-sapu ini ternyata sifatnya merusak ekosistem. Kami akan berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup untuk upaya penanggulangan dan penangkapan massal," kata Dedie kepada wartawan di kawasan Kebun Raya Bogor, Sabtu (25/4/2026).

Merespons temuan tersebut, pemerintah kota menekankan bahwa pemulihan sungai tidak hanya soal mengangkut sampah fisik, tetapi juga memulihkan keanekaragaman hayati dari spesies asing yang mendominasi akibat buruknya kualitas air.

1. Tersebar di empat titik aliran sungai

Kondisi sungai Ciliwung. (Instagram.com/ombrill)

Dedie mengatakan berdasarkan pantauan di lapangan, populasi ikan sapu-sapu teridentifikasi tersebar di tiga lokasi utama yang menjadi aliran vital bagi warga, mulai dari wilayah Kedung Halang hingga Bantarjati.

"Ternyata kita temukan ada di beberapa titik yaitu di Sukaresmi, Kedung Halang kemudian Kedung Badak, dan satu lagi di bawah jembatan Yapis (Bantarjati)" ungkap Dedie.

2. Kaget saat ketahui ada bahan siomay dari ikan sapu-sapu

siomay (upload.wikimedia.org/Serenity)

Dedie juga mengatakan, kabarnya ada hal yang paling menghebohkan adalah munculnya kabar bahwa ikan sapu-sapu mulai dimanfaatkan untuk bahan makanan siomay.

"Kita sendiri kan terkaget-kaget katanya ikan sapu-sapu jadi campuran untuk siomay," kata Dedie.

3. Tekankan pentingnya tata cara dalam pemusnahan sapu-sapu

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung hadiri kegiatan Operasi Penangkapan Ikan Sapu-Sapu di Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Jumat (17/4/2026). (Dok. Pemprov DKI)

Pemerintah Kota Bogor bersama kementerian terkait berencana melakukan penangkapan besar-besaran untuk menekan populasi spesies ini, namun ia menyoroti tata cara yang baik terkait dengan penangkapan dan 'pemusnahan' spesies invasif tersebut.

"Ternyata kemarin setelah banyak sekali ditemukan di wilayah DKI dan jumlahnya banyak. Tentu sebagai makhluk hidup ada tata cara yang bersifat syariah. Bagaimanapun juga hewan ciptaan Allah ini kan tentu ada cara-caranya untuk dilakukan proses," kata Dedie.

Editorial Team