Jakarta, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat mewaspadai potensi memburuknya kualitas udara di Jakarta selama musim kemarau panjang 2026 akibat fenomena El Nino.
Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengatakan minimnya hujan saat musim kemarau membuat polutan di atmosfer tidak tercuci secara optimal.
“Sumber polutan itu kan ada setiap saat melalui aktivitas manusia, ada transportasi dan lain sebagainya, sehingga absennya hujan ini tidak membantu kita untuk memperbaiki kualitas udara karena tidak dibantu pencucian atmosfer oleh hujan,” kata Ardhasena saat konferensi pers di Gedung MHEWS BMKG, Rabu (10/6/2026).
Kondisi tersebut dapat diperparah dengan kondisi kualitas udara Jakarta yang sempat masuk kategori terburuk keenam di dunia, berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pada Selasa, (5/5/2026).
Indeks kualitas udara (AQI) Jakarta tercatat berada di angka 174 atau masuk kategori tidak sehat dengan konsentrasi PM2.5 mencapai 79,5 mikrogram per meter kubik.
