Sekolah Rakyat Dikawal ICW, Mensos: Kritik Jadi Bahan Evaluasi

Jakarta, IDN Times - Menteri Sosial (Mensos), Syaifullah Yusuf, mengapresiasi Indonesia Corruption Watch (ICW) yang menyampaikan kritik dan rekomendasi disertai data pendukung yang akurat. Dia mengatakan, pihaknya sangat terbuka dengan adanya kritik dan masukan yang disertai data.
"Kami sangat terbuka (terhadap) kritik saran dari pihak manapun. Apalagi dilakukan dengan melampirkan data-data yang akurat. Apa yang disampaikan oleh ICW semuanya itu dilampiri dengan data-data yang sangat akurat,” kata dia, dikutip dari siaran pers, Sabtu (25/7/2026).
Dengan demikian, kata dia, pihaknya dapat mengoreksi dan memberikan kebijakan yang dapat mencegah adanya korupsi.
"Sehingga kami bisa mengoreksi, memberikan satu kebijakan yang mampu untuk bisa mencegah adanya korupsi tersebut," ujar dia.
1. Data dari ICW akan ditindaklanjuti dan menjadi bahan evaluasi

Dia mengatakan, seluruh data dan informasi yang disampaikan ICW akan menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki pengadaan barang dan jasa sehingga nantinya tidak akan terjadi tindak korupsi. Dia berkomitmen untuk menindaklanjuti, mendalami, dan mengambil langkah-langkah nyata agar seluruh praktik korupsi bisa dihindari.
"Ini adalah peringatan dan ini harus kita terima dengan menindaklanjuti beberapa hal," ujar Gus Ipul.
Dia mengatakan, langkah tersebut dilakukan agar pelaksanaan Sekolah Rakyat benar-benar sesuai dengan tujuan Presiden Prabowo, yaitu memberikan pendidikan bagi keluarga yang tidak mampu.
"Dan akhirnya Sekolah Rakyat benar-benar sesuai tujuan Bapak Presiden, yaitu memberikan pendidikan dengan lingkungan yang berkualitas untuk keluarga paling tidak mampu," lanjut dia.
2. ICW awasi sekolah rakyat untuk cegah korupsi

Sementara itu, Plt Koordinator ICW, Almas Sjafrina, mengatakan, ICW berkomitmen mengawasi program-program prioritas pemerintah, termasuk Sekolah Rakyat agar tidak terjadi tindakan korupsi dalam pengadaan barang dan jasa.
Dia mengatakan, ICW memiliki pandangan bahwa pendidikan semestinya diselenggarakan secara berkeadilan dan inklusif. Oleh karena itu, pihaknya berkomitmen untuk mengawasi program pemerintah ini.
"Karena kami berpandangan bahwa pendidikan itu mestinya berkeadilan dan inklusif," ujar Almas.
3. ICW berharap tidak ada kebocoran anggaran sekolah rakyat

Dengan melakukan pengawasan melalui kajian dan pemantauan, Almas berharap agar anggaran untuk program pemerintah tidak ada kebocoran dan digunakan secara maksimal untuk pendidikan publik.
"Jadi harapan kami dengan melalui peran-peran pengawasan yang ICW lakukan mulai dari kajian, pemantauan dan sebagainya, kita niatnya ingin menjaga agar anggaran dan semua program yang dilakukan oleh pemerintah itu tidak ada kebocoran dan semaksimal-maksimalnya untuk pendidikan publik," kata dia.














