Jakarta, IDN Times - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji menyoroti klaim 34,9 persen remaja Indonesia mengalami masalah mental. Isu tersebut menjadi salah satu fokus Kemendukbangga/BKKBN dalam Rapat Koordinasi Komite Kebijakan Sektor Kesehatan (KKSK) Triwulan III 2026.
“(ada) 34,9 persen remaja kita mengalami masalah mental, tapi gangguan mentalnya sudah 1 dari 20 (Data Indonesia National Adolescent Mental Health Survey/I-NAMHS tahun 2022). Agak lumayan dan ini saya akan konsisten karena ini jumlahnya banyak dan merekalah yang besok-besok menggantikan kita-kita ini,” kata Wihaji dalam rapat di Bogor, Selasa (6/10/2026), dikutip dari siaran pers Kemendukbangga/BKKBN pada Rabu (7/10/2026).
