Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Gus Ipul Ajak 372 Wisudawan Poltekesos Jadi Agen Perlinsos
Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul mengajak 372 wisudawan Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung ikut memperkuat perlindungan sosial dengan menjadi Agen Perlindungan Sosial (Perlinsos). Ajakan tersebut disampaikan Gus Ipul saat memberikan sambutan dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda Magister Terapan dan Sarjana Terapan Poltekesos Bandung, Senin (28/9/2026). (dok. Kemensos)
  • Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengajak 372 wisudawan Poltekesos Bandung menjadi Agen Perlindungan Sosial untuk menjangkau, mendampingi, dan membantu warga mengakses layanan sosial.

  • Para lulusan diminta membantu pemutakhiran DTSEN, pendaftaran, usul, dan sanggah bansos tanpa memungut biaya, menjanjikan bantuan, atau memanipulasi data.

  • Gus Ipul membuka peluang lulusan Poltekesos bergabung melalui seleksi di Sekolah Rakyat, termasuk menangani asesmen, pendampingan anak, persoalan psikososial, dan layanan pendidikan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengajak 372 wisudawan Poltekesos Bandung menjadi Agen Perlindungan Sosial untuk membantu warga mengakses layanan, memperbarui data, serta menyampaikan usul dan sanggah.
  • Who?
    Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, 372 wisudawan Poltekesos Bandung, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, serta lulusan Poltekesos yang dikukuhkan dalam wisuda 2026.
  • Where?
    Ajakan disampaikan dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda Magister Terapan dan Sarjana Terapan Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung.
  • When?
    Senin, 28 September 2026, saat pelaksanaan wisuda Poltekesos Bandung.
  • Why?
    Lulusan didorong memperkuat perlindungan sosial, membantu pemutakhiran DTSEN, menjangkau warga yang membutuhkan, dan mendukung penyaluran bantuan sosial yang tepat sasaran.
  • How?
    Wisudawan dapat membantu tetangga mendaftar layanan, memperbarui data, dan menyampaikan usul atau sanggah. Agen dilarang meminta bayaran, menjanjikan bansos, atau memanipulasi data; kelayakan ditentukan sistem.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul mengajak 372 wisudawan Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung ikut memperkuat perlindungan sosial dengan menjadi Agen Perlindungan Sosial (Perlinsos).

Ajakan tersebut disampaikan Gus Ipul saat memberikan sambutan dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda Magister Terapan dan Sarjana Terapan Poltekesos Bandung, Senin (28/9/2026).

Menurut Gus Ipul, lulusan Poltekesos sebagai pekerja sosial memiliki peran untuk menjangkau dan mendampingi masyarakat yang membutuhkan, mulai dari anak terlantar, lansia, penyandang disabilitas, korban bencana hingga keluarga prasejahtera.

“Jangan menunggu orang miskin mengetuk pintu kita, kitalah yang harus mengetuk pintu mereka,” kata Gus Ipul.

1. Bantu warga perbarui data perlindungan sosial

Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul mengajak 372 wisudawan Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung ikut memperkuat perlindungan sosial dengan menjadi Agen Perlindungan Sosial (Perlinsos). Ajakan tersebut disampaikan Gus Ipul saat memberikan sambutan dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda Magister Terapan dan Sarjana Terapan Poltekesos Bandung, Senin (28/9/2026). (dok. Kemensos)

Gus Ipul menekankan pentingnya pemutakhiran data untuk memastikan program bantuan sosial menjangkau masyarakat yang membutuhkan. Menurutnya, kondisi sosial masyarakat terus berubah sehingga data perlu diperbarui secara berkala.

“Hari ini ada yang lahir, ada yang meninggal, ada yang menikah, ada yang pindah tempat, ada yang naik kelas, ada yang turun kelas. Maka data harus diperbarui,” ujarnya.

Pemerintah menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai rujukan dalam mempertajam sasaran program sosial.

“Prinsipnya sederhana, yang berhak jangan sampai tidak menerima, yang tidak berhak jangan terus menerima (bansos). Itulah bansos tepat sasaran,” katanya.

Karena itu, Gus Ipul mengajak para wisudawan mendukung Gerakan Peduli Tetangga dengan menjadi Agen Perlinsos. Mereka dapat membantu masyarakat mengakses layanan, memperbarui data, serta menyampaikan usul dan sanggah melalui mekanisme yang tersedia.

“Sepulang dari sini, jadilah Agen Perlindungan Sosial (Perlinsos). Setelah itu mulailah bekerja dari tetangga, bantu mereka mendaftar, bantu memperbaharui data, bantu menyampaikan usul dan sanggah,” kata Gus Ipul.

Namun, ia mengingatkan Agen Perlinsos tidak boleh meminta bayaran, menjanjikan bansos, maupun memanipulasi data. Agen hanya membantu masyarakat mengakses dan memperbarui data, sedangkan penentuan kelayakan penerima bantuan dilakukan melalui sistem.

2. Lulusan Poltekesos bisa terlibat di Sekolah Rakyat

Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul mengajak 372 wisudawan Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung ikut memperkuat perlindungan sosial dengan menjadi Agen Perlindungan Sosial (Perlinsos). Ajakan tersebut disampaikan Gus Ipul saat memberikan sambutan dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda Magister Terapan dan Sarjana Terapan Poltekesos Bandung, Senin (28/9/2026). (dok. Kemensos)

Selain menjadi Agen Perlinsos, Gus Ipul membuka kesempatan bagi lulusan Poltekesos untuk terlibat dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat.

“Sekolah Rakyat bukan sekadar membangun ruang kelas. Sekolah Rakyat adalah cara negara memutus mata rantai kemiskinan,” ujarnya.

Menurut Gus Ipul, pekerja sosial dibutuhkan untuk melakukan asesmen, menjangkau keluarga, mendampingi anak, menangani persoalan psikososial, serta menghubungkan anak, keluarga, sekolah, dan layanan.

“Itulah pekerja sosial masa depan, bukan hanya mencatat masalah tetapi membantu mengubah jalan hidup manusia,” kata Gus Ipul.

Ia pun mengundang lulusan Poltekesos untuk mengabdi di Sekolah Rakyat melalui proses seleksi.

“Saya undang para wisudawan untuk mengabdi di Sekolah Rakyat. Tentu melalui proses seleksi. Di sana dibutuhkan guru, wali asrama, wali asuh, dan tenaga kependidikan lain yang insya Allah lulusan Poltekesos sangat memenuhi syarat untuk menjadi bagian dari penyelenggaraan Sekolah Rakyat,” katanya.

3. Wisudawan didorong tak hanya mencari pekerjaan

Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul mengajak 372 wisudawan Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung ikut memperkuat perlindungan sosial dengan menjadi Agen Perlindungan Sosial (Perlinsos). Ajakan tersebut disampaikan Gus Ipul saat memberikan sambutan dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda Magister Terapan dan Sarjana Terapan Poltekesos Bandung, Senin (28/9/2026). (dok. Kemensos)

Gus Ipul mengatakan keterlibatan dalam perlindungan sosial dan Sekolah Rakyat dapat menjadi ruang bagi lulusan Poltekesos untuk mengamalkan ilmu sekaligus memperluas pengabdian kepada masyarakat.

Ia mengajak para lulusan untuk tidak hanya berfokus pada pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikan, tetapi juga melihat peluang untuk berkontribusi di tengah masyarakat.

“Jadilah kontributif karena ilmu harus menghadirkan manfaat. Jangan hanya menjadi pencari pekerjaan, jadilah pencipta perubahan. Jangan hanya mengejar masa depan saudara sendiri. Mari kita bantu orang lain menemukan masa depannya,” pungkasnya.

Dalam prosesi wisuda tersebut, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono turut mengukuhkan para wisudawan sebagai Magister Terapan Pekerjaan Sosial dan Sarjana Terapan Sosial Poltekesos Bandung 2026.

Empat lulusan terbaik dari masing-masing program studi juga dilantik, yakni Aryohaji Istyawan dari Program Studi Pekerjaan Sosial (Magister Terapan), Salma Fauzani dari Program Studi Pekerjaan Sosial, Pika Rosiawati dari Program Studi Perlindungan dan Pemberdayaan Sosial, serta Gina Rizqia Salsabila dari Program Studi Rehabilitasi Sosial. (WEB)

Sponsored Content: This article is a paid collaboration. While this content is sponsored, all insights, reviews, and editorial standards remain entirely our own.

Curated For You

Topics

Editorial Team

Related Article