Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Yusril: Tudingan Ormas di Kasus Pejompongan Bisa Picu Kericuhan
Menteri Koordinator Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra kepada jurnalis di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. (IDN Times/Trio Hamdani)
  • Yusril Ihza Mahendra mengingatkan tudingan keterlibatan organisasi yang belum terverifikasi dapat memicu kericuhan atau kekerasan lanjutan.
  • Ia meminta penentuan pelaku dan pihak bertanggung jawab menunggu bukti serta fakta dari proses hukum.
  • Kericuhan pascademonstrasi meluas ke Pejompongan, sementara polisi masih menyelidiki rangkaian kejadian yang melibatkan Bambang dan Faturrohman.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kamis (27/8/2026)

Kericuhan terjadi setelah demonstrasi di sekitar Gedung DPR/MPR RI pada malam hari. Situasi kemudian meluas ke Pejompongan, Jakarta Pusat.

Senjn (31/8/2026)

Yusril mengingatkan masyarakat agar tidak terprovokasi tudingan keterlibatan organisasi atau kelompok tertentu yang belum terverifikasi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Yusril mengingatkan masyarakat agar tidak memperkeruh situasi dengan tudingan keterlibatan organisasi dalam kericuhan Pejompongan.
  • Who?
    Yusril Ihza Mahendra, Bambang, Faturrohman, masyarakat, serta polisi terlibat dalam rangkaian peristiwa ini.
  • Where?
    Kericuhan bermula di sekitar Gedung DPR/MPR RI dan meluas ke Pejompongan, Jakarta Pusat.
  • When?
    Kericuhan terjadi setelah demonstrasi pada Kamis (27/8/2026) malam. Keterangan Yusril dikutip Senjn (31/8/2026).
  • Why?
    Yusril menilai informasi dan tudingan yang belum terverifikasi dapat memicu persoalan baru, kericuhan, atau kekerasan lanjutan.
  • How?
    Polisi masih menyelidiki rangkaian kejadian, sedangkan penentuan pelaku dan pihak bertanggung jawab menunggu bukti serta fakta hukum.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Yusril bilang orang-orang jangan percaya tudingan tentang ormas dulu. Ada kericuhan setelah demonstrasi dekat Gedung DPR/MPR RI lalu sampai Pejompongan. Bambang meninggal dan Faturrohman mengalami penganiayaan. Polisi masih mencari tahu semua kejadian. Yusril ingin orang menunggu bukti dan fakta hukum agar tidak ada kericuhan lagi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Penekanan untuk menunggu bukti dan fakta dari proses hukum memberi ruang agar penanganan peristiwa berjalan berdasarkan penyelidikan. Sikap tersebut juga menempatkan informasi terverifikasi sebagai dasar dalam menentukan tanggung jawab, di tengah tudingan yang beredar dan rangkaian kejadian yang masih diselidiki aparat penegak hukum saat ini.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra mengingatkan masyarakat agar tidak memperkeruh situasi dengan tudingan keterlibatan organisasi kemasyarakatan dalam kekerasan pasca-demonstrasi 27 Agustus 2026. Dia menilai informasi yang belum terverifikasi dapat memicu persoalan baru.

“Jangan sampai peristiwa yang sedang diselidiki ini kemudian memicu kericuhan atau kekerasan lanjutan,” kata Yusril dalam keterangan dikutip Senjn (31/8/2026).

1. Yusril soroti tudingan yang beredar

Menteri Koordinator Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra (IDN Times/Lia Hutasoit)

Yusril menyinggung munculnya berbagai tudingan di media sosial yang mengaitkan kericuhan dengan organisasi atau kelompok tertentu. Dia tidak menyebut nama organisasi dalam keterangannya. Namun, pernyataan itu disampaikan ketika tudingan keterlibatan ormas dalam kasus tersebut beredar di ruang publik.

“Hal ini penting disampaikan mengingat muncul berbagai tudingan di media sosial yang mengaitkan kericuhan tersebut dengan organisasi atau kelompok tertentu," kata dia.

2. Dia khawatir tudingan memanaskan situasi

Situasi di depan gedung DPR RI tampak normal pasca-demo, Jumat sore (28/8/2026). (IDN Times/Fadhliansyah)

Yusril meminta masyarakat tidak langsung mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Bagi dia, persoalan tersebut seharusnya tidak berkembang menjadi konflik baru. Terlebih, kasus kekerasan yang terjadi masih dalam proses penyelidikan aparat penegak hukum.

“Karena itu, saya meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi,” kata dia.

3. Yusril minta publik tunggu bukti

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, melayat ke rumah warga Pejompongan yang tewas dianiaya saat kerusuhan usai demo, Jumat (28/8/2026). dok tangkapan layar video istimewa

Yusril menekankan pihak yang terbukti bertanggung jawab tetap harus diproses. Namun, penentuan siapa pelaku maupun pihak yang bertanggung jawab harus menunggu bukti dan fakta dari proses hukum, bukan berdasarkan tudingan yang beredar di media sosial.

“Jika bukti dan fakta telah diperoleh, pihak yang terbukti melakukan tindak pidana harus diproses sesuai hukum,” kata Yusril.

Kericuhan terjadi setelah demonstrasi di sekitar Gedung DPR/MPR RI pada Kamis (27/8/2026) malam. Situasi kemudian meluas ke kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat. Dalam rangkaian peristiwa itu, yang menjadi perhatian adalah saat Bambang, warga setempat, meninggal setelah ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri dan dievakuasi ke rumah sakit. Sementara itu, Faturrohman, siswa kelas 12, diberitakan mengalami penganiayaan setelah terseret dalam situasi kericuhan. Polisi kemudian menyatakan masih menyelidiki rangkaian kejadian tersebut.

Curated For You

Editorial Team

Related Article