Jakarta, IDN Times - Sebanyak 140 situs bersejarah yang tersebar di 20 provinsi di Iran dilaporkan rusak akibat serangan Amerika Serikat dan Israel sejak 28 Februari 2026 lalu. Menurut laporan media Iran, IRNA, yang dikutip Anadolu Agency pada Sabtu (11/4/2026), kerusakan tersebut menelan kerugian sebesar 7,5 triliun tomans atau setara Rp3 triliun.
Menurut Menteri Warisan Budaya, Pariwisata, dan Kerajinan Tangan Iran, kota dengan jumlah situs bersejarah rusak terbanyak adalah Teheran. Tercatat, ada sekitar 63 situs bersejarah di sana yang rusak parah akibat serangan AS dan Israel. Sementara itu, Isfahan dan Golestan ada di posisi ke-2 dan ke-3 dengan jumlah masing-masing 23 dan 12 situs bersejarah rusak.
