Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
25 Tentara Meksiko Tewas Diserang Kartel Usai Kematian El Mencho
ilustrasi bendera Meksiko. (unsplash.com/Jorge Aguilar)
  • Serangan kartel di Jalisco menewaskan 25 tentara Meksiko setelah kematian bos CJNG, El Mencho, dengan total korban mencapai 73 orang dalam bentrokan bersenjata di berbagai wilayah.
  • Pemerintah mengerahkan ribuan pasukan tambahan dan membersihkan ratusan blokade jalan, sementara Presiden Claudia Sheinbaum menenangkan publik serta memastikan keamanan nasional tetap terkendali.
  • Operasi yang menewaskan El Mencho melibatkan dukungan intelijen Amerika Serikat, menandai kolaborasi lintas negara dalam pemberantasan jaringan narkotika terbesar di kawasan tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Sedikitnya 25 anggota Garda Nasional dan satu penjaga keamanan tewas dalam serangkaian serangan kartel di negara bagian Jalisco, Meksiko. Serangan mematikan ini terjadi tak lama setelah penangkapan dan kematian bos Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG), Nemesio Oseguera Cervantes alias El Mencho, pada Minggu (22/2/2026). Total 73 orang tewas dalam berbagai insiden yang berkaitan dengan operasi militer tersebut.

Menteri Keamanan Meksiko Omar Garcia Harfuch menyebut bahwa pasukan militer diserang puluhan kali oleh anggota kartel. Bentrokan bersenjata juga menewaskan 30 anggota kartel serta satu orang warga sipil yang berada di lokasi kejadian. Pemerintah Meksiko saat ini terus memantau potensi kekerasan lanjutan.

1. Kekerasan dan blokade landa puluhan negara bagian

ilustrasi baku tembak (unsplash.com/Taiwangun)

Kematian petinggi kriminal paling dicari di Meksiko tersebut memicu gelombang kekerasan yang meluas di berbagai wilayah. Anggota CJNG memblokir jalanan, membakar kendaraan, dan melancarkan serangan balasan yang menargetkan aparat penegak hukum. Tercatat ada lebih dari 250 blokade jalan yang didirikan oleh kartel bersenjata di 20 negara bagian.

Menteri Pertahanan Meksiko tak kuasa menahan air mata saat mengungkapkan skala serangan mematikan terhadap para prajuritnya. Ia membenarkan bahwa El Mencho berhasil dilacak melalui salah satu kekasihnya ke sebuah lokasi persembunyian di Tapalpa, Jalisco. Sang bos kartel tewas akibat luka tembak saat aparat militer berupaya memindahkannya ke Mexico City.

“Kematian El Mencho memicu 27 serangan pengecut terhadap otoritas keamanan di Jalisco. Kami memantau dengan cermat segala jenis reaksi atau restrukturisasi dalam kartel yang dapat mengarah pada kekerasan,” kata Harfuch, dilansir The Straits Times.

Merespons kekacauan tersebut, pihak berwenang langsung mengerahkan ribuan personel tambahan untuk memulihkan keamanan. Sebanyak 2.500 tentara ekstra dikirim ke wilayah barat Meksiko pada hari Senin. Secara keseluruhan, pemerintah telah menurunkan sekitar 9.500 pasukan militer sejak hari Minggu untuk meredam amuk massa kartel.

2. Presiden Meksiko berupaya menenangkan publik

Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum (Gobierno de la Ciudad de México, CC BY 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/4.0>, via Wikimedia Commons)

Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum berupaya menenangkan publik terkait ancaman keamanan bersenjata yang melanda negaranya. Ia menyatakan pihak berwenang telah membersihkan seluruh blokade jalan yang sempat melumpuhkan aktivitas warga. Operasi penegakan hukum besar-besaran juga berhasil menangkap 70 orang lebih yang tersebar di tujuh negara bagian.

“Apa yang penting saat ini adalah menjamin perdamaian dan keamanan seluruh warga, seluruh Meksiko,” ujar Claudia Sheinbaum, dilansir Al Jazeera.

Beberapa negara bagian di Meksiko terpaksa meliburkan kegiatan sekolah pada hari Senin akibat memanasnya situasi keamanan. Warga lokal maupun warga negara asing diimbau untuk tetap berlindung di dalam rumah hingga kekerasan mereda.

Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) mendesak seluruh stafnya di delapan kota dan negara bagian Michoacan untuk bekerja secara jarak jauh. Pemerintah AS turut memperingatkan warganya yang berada di berbagai wilayah Meksiko agar menerapkan langkah berlindung serupa.

3. Intelijen AS terlibat dalam operasi perburuan El Mencho

ilustrasi operasi militer (unsplash.com/Daniel)

Keberhasilan operasi militer yang menewaskan El Mencho ternyata melibatkan dukungan intelijen dari pemerintah AS. Upaya penggerebekan dieksekusi pasukan khusus Meksiko dengan informasi dan panduan jarak jauh dari personel AS.

El Mencho merupakan buronan utama operasi pemberantasan narkotika karena perannya dalam menyelundupkan fentanil, metamfetamin, dan kokain ke AS. CJNG sendiri dinilai sebagai salah satu jaringan kriminal dengan pertumbuhan tercepat. Sebelumnya, pemerintah AS sempat menawarkan hadiah hingga 15 juta dolar AS (sekitar Rp253 miliar) bagi pelapor yang memiliki informasi terkait keberadaannya.

Sekretaris Pers Gedung Putih turut memuji kinerja militer Meksiko dalam mengeksekusi misi berbahaya melawan CJNG. Sementara itu, Presiden AS Donald Trump kembali mendesak Meksiko untuk meningkatkan operasi pemberantasan kartel.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team