Kematian El Mencho Dapat sebabkan Efek Domino di Amerika Selatan

- Kematian El Mencho, pemimpin CJNG, mengguncang jaringan perdagangan narkotika lintas negara dan memicu perebutan kendali di antara kelompok kriminal di Meksiko, Ekuador, serta Kolombia.
- Ekuador menghadapi risiko lonjakan kekerasan akibat potensi konflik antar geng lokal seperti Los Lobos dan Tiguerones yang berebut wilayah setelah hilangnya dukungan langsung dari CJNG.
- Di Kolombia, kematian El Mencho mengganggu jalur ekspor kokain dan pendanaan kelompok bersenjata, menciptakan ketidakstabilan baru yang turut memengaruhi dinamika politik dan keamanan regional.
Jakarta, IDN Times - Kematian Nemesio Oseguera Cervantes alias El Mencho, pemimpin Kartel Jalisco Nueva Generación (CJNG), bukan sekadar pukulan bagi peta kriminal Meksiko. Dampaknya diperkirakan meluas hingga ke Amerika Selatan, khususnya Ekuador dan Kolombia, yang selama ini menjadi bagian dari rantai produksi, transit, dan ekspor kokain.
Hilangnya figur sentral dalam struktur CJNG membuka ruang perebutan kendali di dalam organisasi maupun di antara sekutu regionalnya. Rebutan jalur distribusi dan wilayah pengaruh dinilai berpotensi memicu ketegangan baru di negara-negara yang selama ini menjadi simpul penting perdagangan narkotika.
Ekuador menghadapi risiko lonjakan kekerasan di tengah catatan rekor pembunuhan pada 2025. Sementara itu, Kolombia diperkirakan terdampak pada aliran dana yang selama ini menopang kelompok bersenjata yang memiliki hubungan dagang dengan CJNG.
Situasi ini menciptakan ketidakpastian baru di kawasan, dengan kemungkinan perubahan konfigurasi kekuatan kriminal lintas negara.
1. Ancaman fragmentasi di Ekuador

Di Ekuador, pelabuhan-pelabuhan strategis selama bertahun-tahun menjadi incaran kartel internasional. CJNG dan Kartel Sinaloa disebut sebagai dua organisasi utama yang menjadi payung bagi kelompok kriminal lokal.
“Los Lobos telah terlibat dalam perdagangan narkoba, pembunuhan bayaran dan penambangan emas ilegal dan, selain itu, memberikan layanan keamanan bagi Kartel Jalisco Nueva Generación Meksiko untuk mendukung upaya CJNG mendominasi jalur perdagangan kokain di kota pelabuhan Guayaquil,” kata Departemen Luar Negeri AS, dilansir dari CNN, Selasa (24/2/2026).
Setelah kematian El Mencho, mantan kepala intelijen Angkatan Darat Ekuador, Mario Pazmiño, memperingatkan potensi efek lanjutan. “Saat salah satu pemimpin organisasi meninggal, yang terjadi adalah organisasi lain yang menjadi lawannya mencoba menduduki ruang-ruang teritorial dan ini memicu konfrontasi yang sangat kuat,” ujarnya.
Ia menambahkan, situasinya bisa menjadi kritis. “Jika organisasi-organisasi ini bekerja untuk CJNG dan menerima dukungan tertentu dari Meksiko, maka otomatis kelompok Sinaloa akan mencoba menduduki ruang-ruang tersebut. Situasinya kritis dan serius. Bisa jadi dimulai konfrontasi internal baru antara Los Lobos, Tiguerones dan Chonekillers,” kata dia.
Pazmiño juga menyoroti dampak putusnya hubungan diplomatik antara Ekuador dan Meksiko. “Ketika terjadi pemutusan hubungan diplomatik dan kurangnya koneksi dengan negara lain, tanpa diragukan lagi kita tidak memiliki informasi yang memadai, tepat, dan sesuai dengan parameter yang dituntut oleh persoalan intelijen. Tanpa informasi ada masalah serius dalam konteks bilateral,” ujarnya.
2. Kematian El Mencho berdampak langsung ke jalur perdagangan narkoba Kolombia

Di Kolombia, kematian El Mencho diperkirakan berdampak langsung pada stabilitas jalur perdagangan narkotika. Néstor Rosanía, pakar keamanan dan pertahanan, menjelaskan peran CJNG dalam rute tertentu.
“Kokain yang keluar dari utara negara ini lewat jalur darat menuju Venezuela dan dari Venezuela keluar, terutama melalui udara dan laut menuju Amerika Tengah, Meksiko dan akhirnya Amerika Serikat. Pembeli dan pengangkut utama di jalur itu, yang dikenal sebagai ‘Busur Karibia’, adalah CJNG,” katanya.
Menurutnya, kehilangan pemimpin utama CJNG berpotensi memicu konflik internal. “Yang utama, bisa dimulai perang dengan kelompok lain untuk mencoba merebut jalur, pasar, dan wilayah yang secara historis mereka kuasai,” jelasnya.
Jaime Arango, analis keamanan nasional, menilai dampaknya juga terasa pada pembiayaan kelompok bersenjata. “Dengan melemahnya sementara pembeli terbesar kokain Kolombia, CJNG kehilangan kapasitas negosiasi dan pembayaran dan itu akan mempengaruhi harga di wilayah penanaman koka serta memaksa negosiasi ulang ilegal di pelabuhan laut tempat narkoba keluar dari Kolombia,” katanya.
Arango menambahkan, situasi ini menciptakan ketidakstabilan jangka pendek. “Kematian ‘El Mencho’ menghasilkan lebih banyak ketidakstabilan langsung daripada kondisi perdamaian yang bertahan lama,” sambungnya.
3. Timbul ketidakpastian di kawasan

Perkembangan ini juga memicu respons politik di Kolombia dan Meksiko. Wali Kota Medellín, Federico Gutiérrez, menyatakan, “Ini yang terjadi ketika membiarkan para kriminal menjadi kuat. Ketika para kriminal melampaui kapasitas negara, merekalah yang akhirnya menentukan aturan,” kata dia.
Presiden Kolombia Gustavo Petro menanggapi kritik tersebut dengan menegaskan pendekatan pemerintahannya. “Pemerintah ini telah mengusulkan penghapusan ekonomi ilegal sebagai dasar untuk mengakhiri kriminalitas terburuk dari mafia. Meningkatnya kekerasan dalam perang antar mafia adalah bukti bahwa kita sedang berhasil, meski saya belum menyatakan kemenangan,” ujar sang presiden.
Ia menambahkan, “Strategi saya adalah menghapus ekonomi ilegal dengan cara baik atau dengan cara paksa.”
Sementara itu, bagi kawasan yang terhubung oleh jalur perdagangan kokain, kematian El Mencho membuka fase baru yang belum dapat diprediksi sepenuhnya. Perebutan pengaruh, penyesuaian aliansi, dan tekanan pada jalur logistik menjadi faktor yang akan menentukan arah dinamika keamanan di Ekuador dan Kolombia dalam waktu dekat.


















