Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
28 Ribu Jemaah sudah Tiba di Madinah, Puncak Kedatangan Tiga Hari Lagi
Kloter SUB-12 yang membawa jemaah haji asal Kota Malang tiba di Madinah pada Sabtu, 25 April 2026. Para jemaah tampak keluar dari gedung kedatangan dengan bimbingan petugas haji PPIH Arab Saudi. (IDN Times/Yogie Fadila/MCH 2026)
  • Sebanyak 28.004 jemaah haji Indonesia dari 72 kloter telah tiba di Madinah, dengan seluruhnya berhasil diberangkatkan ke hotel tanpa hambatan di Bandara Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz.
  • Petugas menghadapi tantangan besar dalam melayani lebih dari 5.600 jemaah lansia dan pengguna kursi roda, termasuk bantuan mobilitas serta pendampingan saat naik bus menuju hotel.
  • Proses pemindaian visa memperpanjang waktu pelayanan karena dilakukan satu per satu, sementara puncak kedatangan diperkirakan terjadi dalam dua hingga tiga hari mendatang dengan sekitar 20 kloter per hari.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

IDN Times, Madinah - Operasional kedatangan jemaah haji Indonesia gelombang pertama di Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz, Madinah, telah memasuki hari kelima pada Minggu (26/4/2026).

Hingga Minggu pagi, tercatat sudah ada 72 kelompok terbang (kloter) yang mendarat dengan total membawa lebih dari 28.004 jemaah.

1. Jadwal kedatangan jemaah di Madinah, Minggu 26 April 2026

Kloter SUB-12 yang membawa jemaah haji asal Kota Malang tiba di Madinah pada Sabtu, 25 April 2026. Para jemaah tampak keluar dari gedung kedatangan dengan bimbingan petugas haji PPIH Arab Saudi. (IDN Times/Yogie Fadila/MCH 2026)

Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara, Abdul Basir, memastikan bahwa seluruh jemaah yang telah mendarat hingga pagi hari sudah berhasil diberangkatkan dengan aman menuju hotel masing-masing di kawasan Madinah. Tidak ada jemaah yang tertahan atau menumpuk di area bandara.

“Kloter terakhir yang tiba adalah SOC 13 pada pukul 05.45 waktu setempat. Semua jemaah sudah diberangkatkan ke hotel. Proses layanan di bandara berjalan lancar meski menghadapi sejumlah tantangan,” ujar Abdul Basir dalam keterangannya kepada media.

Kepadatan lalu lintas udara di Bandara Madinah dipastikan akan terus berlanjut hingga malam hari. Berdasarkan jadwal kedatangan hari kelima, setelah pendaratan kloter SOC 13 pagi tadi, para petugas Daker Bandara masih harus bersiaga penuh untuk menyambut kedatangan sepuluh kloter berikutnya.

Rangkaian pendaratan siang hingga malam ini akan diawali oleh jemaah dari Embarkasi Batam (BTH 4) yang dijadwalkan mendarat pada pukul 12.35 Waktu Arab Saudi (WAS). Setelah itu, kedatangan akan disusul secara maraton oleh kloter Solo (SOC 14) pada pukul 13.00 WAS, Yogyakarta (YIA 4) pada pukul 13.45 WAS, hingga kloter-kloter dari embarkasi Surabaya, Makassar, Padang, dan Kertajati. Gelombang kedatangan hari Minggu ini direncanakan akan ditutup oleh pendaratan kloter asal Palembang (PLM 4) pada pukul 20.30 WAS.

2. Penanganan khusus untuk lansia dan pengguna kursi roda

Seorang petugas haji membantu jemaah lansia asal Kota Malang yang baru tiba di Madinah bersama Kloter SUB-12 pada Sabtu, 25 April 2026. Para jemaah tampak keluar dari gedung kedatangan dengan bimbingan petugas haji PPIH Arab Saudi. (IDN Times/Yogie Fadila/MCH 2026)

Di tengah padatnya jadwal pendaratan tersebut, petugas lapangan dihadapkan pada sejumlah tantangan nyata, terutama dalam memberikan pelayanan prima bagi 5.655 jemaah yang tercatat masuk dalam kategori lanjut usia (lansia). Kelompok rentan ini membutuhkan bantuan ekstra sejak langkah pertama turun dari pesawat, mulai dari penyediaan payung, mobil golf untuk mobilitas di area bandara, hingga layanan kursi roda.

Abdul Basir mengungkapkan bahwa rata-rata terdapat sekitar 30 jemaah per kloter yang harus menggunakan kursi roda. “Ini menjadi tantangan besar, terutama saat proses naik ke dalam bus, sementara waktu pelayanan di bandara cukup terbatas,” imbuhnya.

3. Proses memindai visa memakan waktu cukup lama

Kloter SUB-12 yang membawa jemaah haji asal Kota Malang tiba di Madinah pada Sabtu, 25 April 2026. Para jemaah tampak keluar dari gedung kedatangan dengan bimbingan petugas haji PPIH Arab Saudi. (IDN Times/Yogie Fadila/MCH 2026)

Tantangan lainnya muncul pada proses pemeriksaan dokumen keimigrasian. Waktu pelayanan menjadi lebih panjang karena setiap jemaah harus melalui tahapan pemindaian visa satu per satu sebelum diizinkan keluar menuju bus. Petugas harus bekerja proaktif, mengingat banyak jemaah lansia yang kebingungan dengan prosedur tersebut.

“Kami juga harus membantu membuka paspor jemaah saat proses scan visa. Ini cukup memakan waktu, apalagi banyak jemaah lansia yang tidak menguasai bahasa Indonesia,” jelas Abdul Basir. Kendala komunikasi ini kerap terjadi karena sebagian jemaah lebih fasih berbicara menggunakan bahasa daerah, seperti jemaah dari Lombok, sementara petugas di lapangan berasal dari latar belakang bahasa yang sangat beragam.

4. Puncak kedatangan dalam 2-3 hari ke depan

Kloter SUB-12 yang membawa jemaah haji asal Kota Malang tiba di Madinah pada Sabtu, 25 April 2026. Para jemaah tampak keluar dari gedung kedatangan dengan bimbingan petugas haji PPIH Arab Saudi. (IDN Times/Yogie Fadila/MCH 2026)

Kendati dinamika di lapangan sangat tinggi, seluruh proses pemberangkatan menuju hotel yang berjarak tempuh sekitar 30 menit tetap diatur secara tertib mengikuti regulasi otoritas Arab Saudi. Keberangkatan jemaah tidak dilakukan serentak dalam satu kloter, melainkan bertahap per bus. Setiap armada bus diwajibkan menunggu proses input data melalui pindaian visa selesai sepenuhnya sebelum diizinkan bergerak meninggalkan bandara.

Mengantisipasi ritme kerja hari-hari mendatang, Abdul Basir memperkirakan lonjakan kedatangan yang lebih masif akan segera terjadi. “Saat ini masih di kisaran 18 kloter per hari. Puncaknya kemungkinan dalam 2–3 hari ke depan,” pungkasnya, memproyeksikan puncak kedatangan akan menembus angka sekitar 20 kloter per hari.

Editorial Team