Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Budiman Sudjatmiko Cerita Detik-Detik Dialog di UGM Digeruduk Mahasiswa

Budiman Sudjatmiko Cerita Detik-Detik Dialog di UGM Digeruduk Mahasiswa
Kepala BP Taskin Budiman Sudjatmiko saat merespon banyaknya warga yang meminta MBG disetop. (IDN Times/Fariz Fardianto)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Budiman Sudjatmiko menceritakan insiden saat dialog di UGM digeruduk mahasiswa yang menuduhnya berbohong dan mengkhianati reformasi, hingga situasi memanas dengan aksi lempar botol.
  • Ia menjelaskan tidak bermaksud meninggalkan dua pejabat lain karena sudah diamankan ke mobil oleh protokoler, sementara rekan-rekannya sempat berdialog singkat sebelum akhirnya juga meninggalkan lokasi.
  • Budiman menegaskan dirinya tidak mengkhianati reformasi dan tetap membela rakyat miskin, serta menyebut bergabung dengan pemerintahan demokratis bukan bentuk pengkhianatan terhadap perjuangan masa lalunya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Kepala Badan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko mengisahkan detik-detik dialog kopi darat di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas Universitas Gadjah Mada (GIK UGM) tiba-tiba digeruduk mahasiswa pada Senin malam, 15 Juni 2026.

Budiman mengaku dikepung mahasiswa ketika sedang berbicara soal arahan dari Presiden Prabowo Subianto agar menanggapi kritik ke pemerintah dengan tenang. Dia dan dua pejabat lainnya di Kabinet Merah Putih diperintahkan mahasiswa untuk keluar dari GIK, lantaran dianggap telah mengkhianati reformasi.

"Saya dituduh berbohong, mengeluarkan data-data yang salah, tidak membela rakyat miskin hingga hidup berfoya-foya. Tuduhannya macam-macam. Ada pula kata-kata kotor kepada kami dan Bapak Presiden," ujar Budiman ketika memberikan klarifikasi di akun media sosial Total Politik, Selasa (16/6/2026).

IDN Times telah meminta izin kepada Budiman untuk mengutip pernyataan tersebut, dan mengklarifikasi soal peristiwa kemarin malam. Mantan politisi PDI Perjuangan (PDIP) itu merespons tudingan mahasiswa dengan meminta agar diberikan pembuktian di bagian mana ia sudah membohongi rakyat.

Ia semula berharap bisa terjadi dialog sehingga mahasiswa dan perwakilan dari pemerintah sama-sama bisa menyampaikan perspektifnya. Tetapi, menurut Budiman, sekelompok mahasiswa yang menggeruduk acara tidak menginginkan adanya dialog.

1. Budiman mengeklaim tetap membela rakyat miskin meski sudah ada di dalam pemerintahan

Budiman Sudjatmiko Cerita Detik-Detik Dialog di UGM Digeruduk Mahasiswa
Tiga pejabat di Kabinet Merah Putih ketika hadir di acara Kopdar di GIK Universitas Gadjah Mada (UGM). (Istimewa)

Lebih lanjut, Budiman menepis sudah berubah meski ia kini masuk kabinet pemerintahan Prabowo-Gibran. Pria yang kini menjadi politisi Partai Gerindra itu mengeklaim tetap membela rakyat miskin.

"Saya kira saya sama seperti dulu. Apakah bisa dibuktikan saya tidak lagi berdiri bersama rakyat miskin dan hidup berfoya-foya?" tanyanya merespons mahasiswa yang datang menggeruduk panggung.

Mahasiswa tidak puas mendengar jawaban itu dari Budiman. Alhasil, mulai terjadi aksi lempar botol plastik. Ia juga mengatakan ada pihak tertentu yang ingin memukulnya tetapi malah terkena ke ajudannya.

"Ajudan saya menghalangi ketika ada sebuah benda yang dibungkus kertas mau dipukulkan ke arah saya. Akhirnya itu mengenai kepalanya. Menghadapi situasi itu, pihak protokoler dan kementerian kemudian menyeret saya untuk keluar dari ruangan dan dibawa ke kiri panggung," tutur dia.

Ketika itu, ia terpisah dari dua pejabat lainnya yang ikut digeruduk yakni Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR), Nusron Wahid dan Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono.

2. Budiman bantah meninggalkan Menteri ATR dan Wamentan

Budiman Sudjatmiko Cerita Detik-Detik Dialog di UGM Digeruduk Mahasiswa
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid, Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono menemui mahasiswa di luar Gelanggang Inovasi dan Kreativitas Universitas Gadjah Mada (GIK UGM), Sleman, Senin (15/6/2026) malam. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

Ketika IDN Times tanyakan mengapa ia tak ikut lesehan dan berdialog dengan dua pejabat di kabinet lainnya, Budiman mengaku karena sudah dimasukan ke dalam mobil oleh pihak protokoler keamanan.

"Sebenarnya kedua teman saya juga sudah dimasukan ke dalam mobil. Tetapi kedua mobil mereka dicegat oleh mahasiswa. Akhirnya, kedua teman saya menawarkan diskusi di aspal jalanan," ungkapnya.

Namun, diskusi yang sempat berlangsung tidak kondusif. Alhasil, dua pejabat lainnya ikut meninggalkan area UGM.

3. Budiman bantah telah menjadi pengkhianat reformasi

Budiman Sudjatmikon
Kepala BP Taskin, Budiman Sudjatmiko. (IDN Times/Pitoko)

Budiman juga menepis tudingan yang banyak dialamatkan kepadanya bahwa ia telah mengkhianati reformasi. Tudingan itu bermula lantaran dulu ketika masih muda Budiman juga aktivis yang pernah ditangkap oleh rezim Orde Baru.

Ia kemudian dijatuhi vonis selama 13 tahun pada 1997 tetapi mendapat pengampunan di era Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Ia dibebaskan dari penjara pada 10 Desember 1999.

Meski begitu, rekan-rekannya sesama aktivis diculik oleh tim Mawar yang merupakan pasukan Kopassus. Hingga kini masih ada aktivis yang belum kembali.

"Saya tak mengkhianati reformasi karena saya bergabung dengan pemerintahan yang dipilih secara demokratis. Kecuali saya bergabung dengan pemerintahan yang otoriter," kata Budiman lewat pesan pendek pada hari ini.

Sementara, terkait dengan aktivis yang diculik, ia mengaku pernah diceritakan langsung oleh Prabowo, aktivis yang diculik oleh tim Mawar sudah semua dikembalikan dalam keadaan selamat.

"(aktivis) yang belum kembali itu, bukan diambil oleh Pak Prabowo. Tidak diambil oleh tim Mawar. Tetapi, yang diambil oleh tim Mawar, itu semua selamat. Itu pengakuan dari teman-teman yang diculik. Saya sendiri tidak (diculik) karena kan dipenjara," imbuhnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Rochmanudin Wijaya
EditorRochmanudin Wijaya

Related Articles

See More