Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Trump Bantah Kabar AS Gelontorkan Rp5,3 Kuadriliun ke Iran

Trump Bantah Kabar AS Gelontorkan Rp5,3 Kuadriliun ke Iran
Pada 19 Maret 2016, Donald Trump mengadakan rapat umum di Fountain Park, Fountain Hills, Arizona. (Gage Skidmore, CC BY-SA 3.0, via Wikimedia Commons)
Intinya Sih
  • AS dan Iran menandatangani nota kesepahaman sementara untuk mengakhiri konflik lebih dari 100 hari, dengan komitmen Iran tidak memiliki senjata nuklir dan peluang pelonggaran sanksi ekonomi.
  • Dana rekonstruksi hingga 300 miliar dolar AS hanya akan diberikan jika Iran memenuhi syarat utama, termasuk menghentikan pengembangan senjata nuklir serta dukungan terhadap kelompok militan.
  • Trump membantah kabar bahwa AS telah mengirim dana ke Iran, sementara Gedung Putih menegaskan pencairan aset dan penarikan pasukan baru dilakukan setelah seluruh kewajiban Iran terpenuhi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Senin (15/6/2026) mengatakan Iran telah menyetujui komitmen untuk tak memiliki senjata nuklir. Pernyataan itu muncul setelah Washington dan Teheran menandatangani nota kesepahaman sementara untuk mengakhiri konflik yang berlangsung lebih dari 100 hari.

Dokumen tersebut disusun sebagai dasar pembicaraan lanjutan mengenai program nuklir Iran dan pelonggaran sanksi. Dalam skema yang dibahas, Iran berpeluang memperoleh pelepasan aset yang dibekukan, pelonggaran sanksi ekonomi, serta dukungan rekonstruksi hingga 300 miliar dolar AS (setara Rp5,3 kuadriliun) untuk investasi di negara tersebut. Seluruh manfaat itu bergantung pada pemenuhan tolok ukur yang ditetapkan bagi Teheran.

1. Pejabat AS menetapkan syarat dana rekonstruksi

ilustrasi dolar AS (pexels.com/Photo By: Kaboompics.com)
ilustrasi dolar AS (pexels.com/Photo By: Kaboompics.com)

Dilansir dari Business Today, pejabat AS menyampaikan bahwa Iran harus memenuhi sejumlah tuntutan utama sebelum menikmati manfaat penuh dari kesepakatan akhir. Persyaratan itu meliputi komitmen untuk tak mengembangkan senjata nuklir dan penghentian dukungan terhadap kelompok militan di kawasan.

Akses terhadap dana rekonstruksi sepenuhnya ditentukan oleh tingkat kepatuhan Iran terhadap ketentuan tersebut. Dana itu disiapkan untuk mendukung perusahaan yang menanamkan investasi di Iran, bukan berupa penyaluran uang tunai langsung kepada pemerintah seperti yang sebelumnya diberitakan Financial Times.

2. Perundingan lanjutan menunggu kejelasan teknis

ilustrasi area nuklir
ilustrasi area nuklir (pexels.com/Dan Meyers)

Sejumlah aspek teknis dalam kesepakatan itu masih belum dipastikan. Di antaranya ialah pihak yang akan memverifikasi kepatuhan nuklir Iran serta mekanisme pengelolaan atau pembuangan uranium berenrichment tinggi yang diyakini berada di lokasi bekas serangan.

Persoalan mengenai stok uranium dan aktivitas pengayaan Iran akan dibahas dalam masa perundingan selama 60 hari setelah nota kesepahaman ditandatangani. Selama periode tersebut, kegiatan nuklir Iran dibekukan pada tingkat saat ini, sedangkan AS berkomitmen tak menerapkan sanksi baru maupun menambah penempatan militer.

3. Gedung Putih menyiapkan tahap berikutnya

ilustrasi bendera Amerika Serikat (pexels.com/Andrea Piacquadio)
ilustrasi bendera Amerika Serikat (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan kepada ABC News bahwa Gedung Putih akan menerbitkan teks lengkap nota kesepahaman itu pada pekan ini. Vance juga menyampaikan Iran tak akan menerima dana sebelum seluruh kewajibannya dipenuhi. Melalui Truth Social, Trump memberikan penjelasan mengenai isu dana rekonstruksi yang beredar.

“Iran telah setuju untuk tidak pernah memiliki Senjata Nuklir! Juga, cerita bahwa AS membayar Iran 300 juta Dolar adalah Berita Palsu, disebarkan oleh Dumocrats,” tulis Trump, dikutip NDTV.

Pejabat senior AS mengonfirmasi belum ada dana yang dikirim ke Iran sejak nota kesepahaman ditandatangani. Jika kesepakatan nuklir akhir tercapai, pasukan AS yang dimobilisasi selama konflik akan ditarik dalam waktu 30 hari, sedangkan pelonggaran sanksi dan pencairan aset dilakukan secara bertahap berdasarkan perkembangan pembicaraan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar

Related Articles

See More