3 Warga Meksiko Divonis 158 Tahun Penjara karena Bunuh Turis Australia

- Pengadilan Ensenada menjatuhkan 158 tahun sembilan bulan penjara kepada tiga pria atas pembunuhan peselancar Australia Callum dan Jake Robinson serta warga AS Jack Carter Rhoad pada April 2024.
- Ketiga korban ditembak saat dirampok ketika berkemah di Punta San Jose; jasad mereka ditemukan di dasar sumur pada 3 Mei 2024, sementara mobil pikap korban hangus terbakar.
- Kasus ini menekan pariwisata Ensenada dan memicu seruan peningkatan keamanan di Baja California; keluarga Robinson mendirikan yayasan untuk mengenang Callum dan Jake.
Jakarta, IDN Times - Pengadilan di Kota Ensenada, Negara Bagian Baja California, Meksiko, menjatuhkan vonis 158 tahun dan sembilan bulan penjara kepada tiga pria lokal pada Jumat (16/10/2026). Ketiga terdakwa bernama Jesus Gerardo Garcia alias El Kekas, Irineo Francisco, dan Angel Jesus terbukti membunuh kakak beradik asal Australia, Callum (33) dan Jake Robinson (30), serta rekan mereka asal Amerika Serikat (AS), Jack Carter Rhoad (30).
Para pelaku telah dinyatakan bersalah sepekan sebelumnya atas dakwaan pembunuhan, perampokan dengan kekerasan, serta pencurian kendaraan. Aksi kejahatan terhadap ketiga peselancar asing tersebut berlangsung saat para korban berlibur di pesisir Baja California pada April 2024. Nama belakang para terdakwa sengaja tidak dipublikasikan oleh otoritas setempat karena alasan hukum.
1. Pembunuhan berawal dari perampokan mobil pikap korban

pelabuhan di Ensenada, Meksiko (cesar bojorquez from Tijuana, Mexico, CC BY 2.0 , via Wikimedia Commons) Callum, Jake, dan Carter diserang saat berkemah di pantai terpencil kawasan Punta San Jose, sekitar 80 kilometer di selatan Kota Ensenada, pada 27 April 2024. Insiden ini terjadi sekitar 36 jam setelah ketiganya melintasi perbatasan dari wilayah AS menuju Meksiko. Berdasarkan fakta persidangan, kelompok pelaku yang dipimpin oleh Jesus Gerardo menembak mati para korban akibat aksi perampokan mobil pikap yang berujung kacau.
Otoritas Meksiko bersama Biro Investigasi Federal (FBI) AS sempat menggelar operasi pencarian selama beberapa hari setelah ketiganya dilaporkan hilang. Jasad para korban akhirnya ditemukan pada 3 Mei 2024 di dasar sumur tebing sedalam lebih dari 15 meter dengan luka tembak di bagian kepala. Petugas juga menemukan mobil pikap milik korban dalam kondisi hangus terbakar beberapa kilometer dari lokasi penemuan mayat.
Sebelum vonis terhadap tiga pelaku utama dijatuhkan, pengadilan telah menghukum kekasih Jesus Gerardo bernama Gisell Silva pada November 2025. Perempuan berusia 23 tahun yang ditangkap beberapa hari setelah penemuan jasad korban itu divonis 20 tahun penjara lewat persidangan cepat usai mengaku terlibat dalam perampokan tersebut. Pada persidangan Jumat lalu, kejaksaan setempat sebenarnya menuntut hukuman maksimal 210 tahun penjara untuk masing-masing terdakwa pria.
2. Keluarga korban dirikan yayasan untuk kenang anaknya

Ilustrasi pengadilan. (unsplash.com/Tingey Injury Law Firm) Orang tua kakak beradik Robinson, Martin dan Debra, memantau jalannya sidang pembacaan vonis lewat sambungan video setelah kembali ke Australia pekan lalu. Sebelumnya, pasangan tersebut sempat terbang langsung dari Australia ke Ensenada untuk menghadiri rangkaian persidangan yang dimulai sejak 7 September dan berlangsung sebanyak 24 kali sidang. Ibu dari korban warga AS, Page Rhoad, juga mengikuti jalannya pembacaan putusan secara daring.
"Tidak akan pernah ada keadilan atas kehilangan seorang anak, tetapi para pria ini tidak akan pernah bisa menyakiti orang lain lagi," ujar Page Rhoad, ibu dari Jack Carter Rhoad, dilansir The Straits Times.
Jaksa penuntut sempat mengajukan tuntutan ganti rugi lebih dari 100 ribu dolar AS (Rp1,8 miliar) untuk keluarga korban, tetapi hakim menolak permohonan itu dan mengarahkan klaim kompensasi melalui jalur gugatan perdata. Di sisi lain, keluarga Robinson memilih mengenang mendiang anak mereka dengan mendirikan yayasan bernama The Callum and Jake Robinson Foundation.
Semasa hidup, Callum dikenal sebagai atlet olahraga lacrosse profesional di AS yang aktif dalam kegiatan bersih pantai, sedangkan Jake adalah seorang dokter yang dijadwalkan mulai bertugas di Rumah Sakit Geelong sepulangnya ke Australia.
3. Kasus pembunuhan pukul sektor pariwisata dan keamanan Baja California
Tragedi yang menimpa ketiga turis asing ini mengguncang warga lokal dan memicu penurunan kunjungan wisatawan ke Ensenada, padahal pariwisata merupakan tulang punggung ekonomi kawasan tersebut. Wilayah pesisir itu selama ini dikenal relatif aman bagi peselancar mancanegara, meski Negara Bagian Baja California tercatat sebagai salah satu wilayah paling berbahaya di Meksiko akibat aktivitas kartel narkoba dan kejahatan terorganisir. Menyusul insiden tersebut, Departemen Luar Negeri AS mengeluarkan peringatan bagi warganya untuk mempertimbangkan kembali perjalanan ke Baja California.
"Putusan bersalah ini adalah momen penting dalam perjalanan panjang dan menyakitkan kami untuk mencari keadilan bagi putra-putra kami, Callum dan Jake, serta teman mereka Carter Rhoad, yang nyawanya direnggut dengan kejam pada 2024," tutur Martin Robinson, ayah dari Callum dan Jake, dilansir Al Jazeera.
Komunitas peselancar lokal turut mendesak otoritas setempat untuk memperketat keamanan bagi warga maupun wisatawan, sementara Presiden Asosiasi Peselancar Baja California, Antonio Otanez, menyambut baik putusan pengadilan dan menilai keadilan telah ditegakkan. Serangan semacam ini juga pernah memakan korban warga Australia sebelumnya, yaitu dua peselancar bernama Dean Lucas dan Adam Coleman. Keduanya tewas dibunuh dan jasadnya dibakar saat melintasi Negara Bagian Sinaloa pada 2015.






















