Misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla. (commons.wikimedia.org/Alpha bakemono)
Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyiddin, mengatakan, para relawan yang berada dalam armada tidak membawa senjata, melainkan bantuan kemanusiaan, seperti obat-obatan, logistik, serta solidaritas bagi warga sipil Palestina di Gaza.
"Kami mengecam keras tindakan intersepsi yang dilakukan militer Zionis Israel terhadap kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan internasional," kata Andi dalam pernyataan resminya.
Rombongan kapal GSD sempat dipantau langsung oleh kapal milik tentara Israel hingga drone.
Menurut Herman, kapal tersebut sempat mendekat dan melakukan pengejaran. Akan tetapi, saat ini kapal dan drone tersebut sudah tidak terlihat.
"Ya, alhamdulillah kita dari semalam sudah, sudah siaga untuk terus memantau pergerakan kapal-kapal, ada drone ya. Alhamdulillah malam sudah tidak ada, ada drone-drone saja, kemudian pagi baru muncul adanya kapal, dua kapal perang dari IDF. Nah, kapal-kapal ini menurunkan sekoci-sekoci bergerak mendekati, mengejar kapal-kapal kita," ujar Herman.
"Alhamdulillah tim kami ini kapten, kru-nya ya dari teman-teman luar biasa berpengalaman. Mereka bisa manuver melakukan penghindaran-penghindaran jauh ya dan sudah dari sasar pengejaran IDF tadi. Dan tentu ini juga berkat pertolongan Allah, doa dari seluruh warga negara sekalian Indonesia di mana pun berada," kata dia.