Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
7 Fakta Jurnalis dan Aktivis Indonesia yang Diculik Tentara Israel
Misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla. (commons.wikimedia.org/Alpha bakemono)
  • Sembilan WNI, termasuk empat jurnalis dan satu aktivis, dilaporkan diculik tentara Israel saat menjalankan misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2026 menuju Gaza di perairan internasional dekat Siprus.
  • Video pengakuan para jurnalis seperti Bambang Noroyono dan Andre Prasetyo beredar di media sosial, memperlihatkan mereka meminta bantuan pemerintah Indonesia setelah ditahan oleh militer Israel.
  • Kementerian Luar Negeri RI mengecam keras tindakan Israel dan menempuh jalur diplomasi untuk membebaskan seluruh WNI serta memastikan kelanjutan penyaluran bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Kamis

Sekitar 54 kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla diberangkatkan dari Albatros Marina di Pantai Marmaris, Türkiye menuju Gaza.

18 Mei 2026

Video pengakuan jurnalis Republika Bambang Noroyono dan jurnalis Tempo Andre Prasetyo Nugroho diunggah di media sosial. Mereka mengaku ditahan oleh tentara Israel saat menjalankan misi kemanusiaan GSF menuju Gaza.

18 Mei 2026 malam

Herman Budiyanto menjelaskan dalam konferensi pers bahwa sepuluh dari 54 kapal GSF telah ditangkap oleh militer Israel, termasuk kapal Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys.

19 Mei 2026

Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman menyatakan pemerintah menempuh jalur diplomasi untuk membebaskan sembilan WNI yang diculik Israel dalam misi kemanusiaan ke Gaza.

kini

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri terus mendesak Israel agar melepaskan seluruh awak dan kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla yang ditahan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Sejumlah jurnalis dan aktivis Indonesia dilaporkan diculik oleh tentara Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2026 menuju Gaza, Palestina.
  • Who?
    Sembilan warga negara Indonesia, termasuk jurnalis dari Republika, Tempo, iNewsTV, BeritaSatu, CNN Indonesia, serta aktivis dari Dompet Dhuafa dan Rumah Zakat.
  • Where?
    Peristiwa terjadi di perairan internasional dekat Siprus, Mediterania Timur, saat armada Global Sumud Flotilla berlayar menuju Gaza.
  • When?
    Pencegatan dan penahanan dilaporkan terjadi pada Senin hingga Selasa, 18–19 Mei 2026, setelah kapal berangkat dari Pantai Marmaris, Türkiye.
  • Why?
    Kapal-kapal tersebut membawa bantuan kemanusiaan berupa obat-obatan dan logistik untuk warga sipil Palestina di Gaza dalam upaya menembus blokade wilayah tersebut.
  • How?
    Tentara Israel mencegat armada GSF di laut terbuka menggunakan kapal perang dan sekoci. Sebagian kapal ditangkap dan awaknya ditahan; pemerintah Indonesia menempuh jalur diplomasi untuk pembebasan mereka.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Beberapa orang Indonesia yang jadi jurnalis dan aktivis naik kapal mau kirim bantuan ke Gaza. Tapi kapal mereka dihentikan tentara Israel di laut dekat Siprus. Ada sembilan orang Indonesia yang ditangkap. Mereka minta tolong supaya dibebaskan. Sekarang pemerintah Indonesia lagi berusaha lewat cara bicara baik-baik supaya mereka bisa pulang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Di tengah situasi sulit yang menimpa para jurnalis dan aktivis Indonesia dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla, artikel ini memperlihatkan kuatnya solidaritas nasional dan komitmen kemanusiaan. Pemerintah segera merespons melalui jalur diplomasi, sementara publik menunjukkan kepedulian dengan menyebarkan informasi, mencerminkan semangat kebersamaan untuk melindungi warga dan nilai-nilai kemanusiaan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Sejumlah jurnalis dan aktivis Indonesia dilaporkan dicegat dan diculik oleh tentara Israel saat menjalankan misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2026 menuju Gaza, Palestina

Peristiwa ini mencuat usai video pengakuan beberapa jurnalis Indonesia beredar di media sosial. 

Dalam video tersebut, mereka mengaku kapal yang ditumpangi dihentikan oleh militer Israel di perairan internasional dekat Siprus. 

Berikut fakta-fakta lain terkait peristiwa penculikan jurnalis dan aktivis Indonesia oleh tentara Israel!

1. Empat jurnalis dan satu aktivis Indonesia ikut dicegat

Thiago Avila, peserta Global Sumud Flotilla (Brahim Guedich, CC BY 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/4.0>, via Wikimedia Commons)

Setidaknya, ada empat jurnalis dan seorang aktivis Indonesia yang dilaporkan menjadi korban intersepsi militer Israel di tengah pelayaran menuju Gaza. 

Mereka adalah Bambang Noroyono alias Abeng dan Thoudy Badai dari Republika, Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo, serta Rahendro Herubowo yang berkontribusi untuk iNewsTV, BeritaSatu, dan CNN Indonesia. 

Sementara, satu aktivis Indonesia yang ikut dalam misi tersebut adalah Andi Angga Prasadewa delegasi dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI)-Rumah Zakat. 

Berdasarkan informasi dari GPCI, Bambang Noroyono berada di kapal BoraLize dan menjadi satu-satunya WNI di kapal tersebut. 

Sementara Thoudy, Andre, dan Rahendro berada di kapal Ozgurluk bersama sejumlah relawan kemanusiaan internasional lainnya. Adapun Andi Anggi berada di kapal Josef.

2. Video pengakuan jurnalis Republika dan Tempo di media sosial

Daftar relawan dan jurnalis tergabung dalam pelayaran kemanusiaan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) pada misi Global Sumud Flotilla 2026 menuju Gaza, Palestina. (IDN Times/Istimewa).

Video pernyataan jurnalis Republika, Bambang Noroyono alias Abeng, pertama kali diunggah melalui akun Instagram Republika Online pada Senin (18/5/2026). 

“Saya Bambang Noroyono alias Abeng, saya warga negara Indonesia dan saya adalah partisipan pelayaran misi kemanusiaan global Sumut Flotilla 2026,” ujar Abeng dalam video tersebut. 

Dia kemudian meminta bantuan pemerintah Indonesia setelah mengaku berada dalam penahanan tentara Israel. 

“Jika Anda menemukan video ini, mohon disampaikan kepada pemerintah Republik Indonesia bahwa saya saat ini dalam penculikan tentara Zionis Israel,” kata dia.

Selain Bambang, video pengakuan jurnalis Tempo, Andre Prasetyo Nugroho, juga beredar di media sosial. 

Dalam videonya, Andre mengaku kapal yang ditumpanginya dicegat militer Israel saat menjalankan misi kemanusiaan GSF menuju Gaza. 

“Saya Andre Nugroho, warga Indonesia yang mengikuti Global Sumud Flotila, yakni menembus Blokade Gaza,” ujar Andre dalam rekaman video yang dikutip dari akun Instagram Tempo, Senin (18/5/2026). 

Andre pun meminta masyarakat Indonesia membantu menyebarkan video tersebut agar mendapat perhatian pemerintah Indonesia, khususnya Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Luar Negeri, Sugiono.

3. Total 9 WNI dan 100 aktivis dilaporkan ditahan

ilustrasi para demonstran di berbagai negara terkait tindakan israel terhadap penolakan masuknya bantuan dari negara-negara bela palestina melalui global sumud flotilla (pixels.com/Alfo Medeiros)

Selain lima WNI tersebut, terdapat sembilan WNI dan sekitar 100 aktivis kemanusiaan dari berbagai negara yang berada dalam armada Global Sumud Flotilla. 

Koalisi GSF menyebut kapal mereka dicegat militer Israel di perairan internasional dekat Siprus saat membawa bantuan kemanusiaan menuju Gaza. 

“Kapal-kapal militer saat ini sedang mencegat armada kami dan pasukan Israel menaiki kapal pertama kami di siang bolong,” tulis pernyataan GSF di media sosial.

Berikut rincian WNI yang dilaporkan diculik oleh militer Israel:

1. Herman Budianto Sudarsono dari Dompet Dhuafa di kapal Zapyro

2. Ronggo Wirasanu dari Dompet Dhuafa di kapal Zapyro

3. ⁠ Andi Angga Prasadewa dari Rumah Zakat di kapal Josef

4. Asad Aras Muhammad dari Spirit of Aqso di kapal Kasri Sadabad

5. Hendro Prasetyo dari SMART 171 di kapal Kasri Sadabad

6. ⁠Jurnalis Republika, Bambang Noroyono di kapal BoraLize

7. ⁠Jurnalis Republika, Thoudy Badai Rifan Billah di kapal Ozgurluk

8. ⁠Jurnalis Tempo, Andre Prasetyo Nugroho di kapal Ozgurluk

9. Jurnalis yang berkontribusi untuk iNewsTV, BeritaSatu, dan CNN Indonesia, Rahendro Herubowo di kapal Ozgurluk

4. 10 dari 54 kapal telah ditangkap

armada Global Sumud Flotilla (Afek91, CC BY 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/4.0>, via Wikimedia Commons)

Perwakilan delegasi Indonesia dalam misi kemanusiaan GSF, Herman Budiyanto, mengatakan, ada sekitar 54 kapal diberangkatkan dari Albatros Marina yang menampung relawan dari berbagai negara. 

Kapal-kapal tersebut berangkat dari Albatros pada Kamis dari Pantai Marmaris di pesisir Mediterania Türkiye. 

"Ya, kalau pemberangkatan dari Albatros itu hari Kamis. Hari Kamis dari Pantai Marmaris, wilayah Marmaris Turki. Dari Albatross ya, stay-nya Albatross, Marmaris. Jadi kita berangkat di sana ada 54 kapal ya, kemudian kita bergerak dan sampai sekarang kita posisi ada di Mediterania," kata Herman dalam sambungan virtual di konferensi pers, Gedung Dompet Dhuafa, Jakarta Selatan, Senin (18/5/2026) malam. 

Dari jumlah tersebut, sedikitnya ada sepuluh kapal dikonfirmasi telah ditangkap termasuk kapal Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys. 

5. Diculik saat membawa bantuan kemanusiaan untuk Gaza

Misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla. (commons.wikimedia.org/Alpha bakemono)

Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyiddin, mengatakan, para relawan yang berada dalam armada tidak membawa senjata, melainkan bantuan kemanusiaan, seperti obat-obatan, logistik, serta solidaritas bagi warga sipil Palestina di Gaza. 

"Kami mengecam keras tindakan intersepsi yang dilakukan militer Zionis Israel terhadap kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan internasional," kata Andi dalam pernyataan resminya. 

Rombongan kapal GSD sempat dipantau langsung oleh kapal milik tentara Israel hingga drone. 

Menurut Herman, kapal tersebut sempat mendekat dan melakukan pengejaran. Akan tetapi, saat ini kapal dan drone tersebut sudah tidak terlihat. 

"Ya, alhamdulillah kita dari semalam sudah, sudah siaga untuk terus memantau pergerakan kapal-kapal, ada drone ya. Alhamdulillah malam sudah tidak ada, ada drone-drone saja, kemudian pagi baru muncul adanya kapal, dua kapal perang dari IDF. Nah, kapal-kapal ini menurunkan sekoci-sekoci bergerak mendekati, mengejar kapal-kapal kita," ujar Herman. 

"Alhamdulillah tim kami ini kapten, kru-nya ya dari teman-teman luar biasa berpengalaman. Mereka bisa manuver melakukan penghindaran-penghindaran jauh ya dan sudah dari sasar pengejaran IDF tadi. Dan tentu ini juga berkat pertolongan Allah, doa dari seluruh warga negara sekalian Indonesia di mana pun berada," kata dia.

6. Kemlu RI mengecam keras tindakan militer Israel

potret anggota Global Sumud Flotilla dari Malaysia (commons.wikimedia.org/Ahmad Ali Karim)

Kementerian Luar Negeri RI memberi respons terhadap peristiwa pencegatan yang dilakukan oleh Israel terhadap jurnalis dan aktivis Indonesia. 

Juru Bicara Kemenlu RI, Yvonne Mewengkang, mengatakan, Kemlu RI mengecam keras tindakan militer Israel yang menahan kapal dalam misi kemanusiaan tersebut. 

“Kementerian Luar Negeri mengecam keras tindakan militer Israel yang telah mencegat sejumlah kapal yang tergabung dalam rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur,” kata Yvonne kepada IDN Times.

Yvonne mengatakan, Kemenlu RI mendesak Pemerintah Israel untuk melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan tersebut. 

“Kementerian Luar Negeri mendesak Pemerintah Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan, serta menjamin kelanjutan penyaluran bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina sesuai hukum humaniter internasional,” tegas dia.

7. Pemerintah tempuh pendekatan diplomasi untuk membebaskan WNI

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, mengatakan, pemerintah akan menempuh pendekatan diplomasi dalam membebaskan WNI yang diculik Israel dalam misi kemanusiaan ke Gaza. 

Dudung mengatakan, dia sudah mendapatkan laporan dan berkomunikasi dengan Kemlu untuk melakukan pendekatan diplomasi. 

"Saya sudah komunikasi dengan Kemlu untuk segera melakukan pendekatan melalui jalur diplomasi, sampai sekarang belum bisa dipastikan posisi terkini dari 9 orang, 5 orang tertangkap dan 4 orang masih di beberapa tempat, nanti berita terbaru saya kabari," ujar Dudung saat dihubungi, Selasa (19/5/2026).

Editorial Team