Direktur Jenderal IAEA, Rafael Grossi. (commons.wikimedia.org/IAEA Imagebank)
Di sisi lain, Badan Atom Internasional (IAEA) menegaskan, berdasarkan pantauan mereka, Iran tak memiliki senjata nuklir.
“Para inspektur IAEA belum menemukan bukti program Iran yang terkoordinasi untuk membangun senjata nuklir,” kata Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi, mematahkan klaim Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Grossi membenarkan Teheran telah memperkaya uranium hingga kemurnian 60 persen, tingkat yang jauh melampaui kebutuhan energi sipil. Grossi mengatakan, pengayaan semacam itu merupakan sesuatu yang hanya dimiliki oleh negara-negara dengan senjata nuklir.
Ia menekankan, para inspektur tidak dapat menyimpulkan Iran bermaksud untuk membangun bom, tetapi mengatakan penimbunan tersebut menimbulkan pertanyaan serius.
“Pengayaan ini adalah sumber kekhawatiran yang kami miliki dan tidak ada tujuan yang jelas untuk mengakumulasi material pada tingkat tersebut,” katanya.
“Sentrifuganya berputar terus-menerus dan menghasilkan semakin banyak material itu,” ujar Grossi. Ia menambahkan, secara teoritis ini akan cukup untuk menghasilkan lebih dari 10 hulu ledak nuklir.
“Tetapi apakah mereka memilikinya? Tidak,” tegasnya.