Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Trump Bantah Negosiasi dengan Iran Mandek: Itu Berita Palsu

Trump Bantah Negosiasi dengan Iran Mandek: Itu Berita Palsu
potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (flickr.com/The White House via commons.wikimedia.org/The White House)
Intinya Sih
  • Donald Trump membantah kabar bahwa negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran telah berhenti, menegaskan pembicaraan masih berlangsung dan menyerukan Iran untuk segera menyepakati perdamaian.
  • Iran menghentikan sementara negosiasi dengan AS sebagai protes atas agresi militer Israel ke Lebanon, menuntut penghentian serangan demi menjaga kesepakatan gencatan senjata.
  • Trump menekan Benjamin Netanyahu agar menghentikan serangan Israel ke Lebanon setelah sebelumnya Netanyahu memerintahkan IDF menyerang Hizbullah di Beirut, yang kemudian dikecam keras oleh Iran.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, membantah kabar negosiasi dengan Iran telah berhenti. Trump bahkan menyebut kabar itu sebagai “Berita palsu”. Ia menegaskan, negosiasi dengan Iran hingga kini masih berjalan dan akan terus dilakukan sampai Teheran mau menyepakati perdamaian. Oleh karena itu, ia mendesak Iran untuk segera menyepakati perdamaian dengan AS agar perang bisa berakhir. 

"Percakapan antara kami telah berlangsung terus-menerus, termasuk 4 hari yang lalu, 3 hari yang lalu, 2 hari yang lalu, 1 hari yang lalu, dan hari ini. Sudah saatnya, dengan cara apa pun, bagi Anda (Iran) untuk membuat kesepakatan. Anda telah melakukan ini selama 47 tahun dan ini tidak boleh dibiarkan berlanjut lebih lama lagi!" ujar Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social pribadinya pada Senin (1/6/2026).

1. Iran menghentikan negosiasi dengan AS

Simbol setop.
ilustrasi penghentian negosiasi (pexels.com/Francesco Ungaro)

Bantahan tadi merupakan respons Trump terhadap pernyataan Pemerintah Iran yang disampaikan Tasnim News. Dalam laporannya, media itu mengabarkan Iran telah menghentikan negosiasi damai dengan AS. Langkah ini dilakukan sebagai protes karena Israel telah meningkatkan agresi militernya terhadap Lebanon. Sebagai negara sahabat, Iran ingin Israel berhenti menyerang Lebanon karena kedua negara sudah menyepakati gencatan senjata.  

“Selama dua hari terakhir, kami telah serius berupaya menghentikan serangan Israel. Jika kejahatan ini berlanjut, kami tidak hanya akan menangguhkan proses negosiasi, tetapi kami juga akan menentang rezim Zionis. Jika kesepakatan tercapai untuk mengakhiri perang antara Iran dan AS, itu akan mencakup penghentian serangan di semua lini, terutama di Lebanon,” kata Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, seperti dilansir NBC News.  

2. Trump meminta Israel berhenti menyerang Lebanon

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sedang melakukan panggilan telepon di pesawat kepresidenan Air Force One.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sedang melakukan panggilan telepon di pesawat kepresidenan Air Force One. (flickr.com/The White House via commons.wikimedia.org/The White House)

Langkah yang diambil Iran ini akhirnya membuat Trump marah besar ke Israel. Dalam percakapan telepon pada Senin, Trump dilaporkan membentak Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, karena telah memerintahkan pasukannya untuk terus menyerang Lebanon. Saking kesalnya, Trump sampai menyebut Netanyahu gila. Trump lantas meminta Netanyahu untuk menarik pasukannya dari Lebanon dan berhenti melakukan serangan. 

Meski dikabarkan cekcok, Trump menyebut percakapannya dengan Netanyahu berjalan produktif. Trump mengatakan, Netanyahu kini sudah bersedia menarik mundur pasukan militer Israel (IDF) dari Lebanon agar serangan bisa berhenti. Trump juga berterima kasih kepada Netanyahu karena sudah bersedia menarik IDF dari Lebanon.  

3. Netanyahu meminta IDF untuk menyerang Hizbullah di Beirut Lebanon

Benjamin Netanyahu sedang berbicara kepada orang banyak.
potret Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu (commons.wikimedia.org/Itzhak Harari)

Sebelum ditelepon Trump, Netanyahu telah lebih dulu memerintahkan IDF untuk meluncurkan serangan baru ke Distrik Dahiyeh, Kota Beirut, Lebanon. Serangan tersebut ditujukan ke para anggota Hizbullah yang ada di sana. Tidak lama setelah itu, Netanyahu dikabarkan langsung dihubungi Trump untuk memintanya berhenti membombardir Lebanon. 

Serangan terbaru Israel ke Lebanon tadi dikecam oleh Iran. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyebut serangan itu telah melanggar kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon. “Gencatan senjata antara Iran dan AS adalah gencatan senjata yang mutlak di semua lini, termasuk di Lebanon. Pelanggaran di satu lini merupakan pelanggaran terhadap gencatan senjata di semua lini. AS dan Israel bertanggung jawab atas konsekuensi dari setiap pelanggaran,” tulis Araghchi dalam sebuah unggahan di X

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar

Related Articles

See More