TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Korea Utara: Terserah Amerika Serikat Mau Dapat Apa untuk 'Kado Natal'

Pyongyang isyaratkan akan merespons pilihan Washington

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un meninjau uji sistem peluncuran roket ganda super besar dalam gambar tanpa tanggal yang dirilis Kantor Berita Pusat Korea Utara (KCNA) pada 28 November 2019. ANTARA FOTO/KCNA via REUTERS

Pyongyang, IDN Times - Korea Utara kembali mengingatkan Amerika Serikat tentang dialog nuklir antara kedua negara yang mengalami kebuntuan. Seperti dilaporkan kantor berita Korea Utara, KCNA, pada Selasa (3/12) Wakil Menteri Luar Negeri Ri Thae Song mulai angkat bicara.

Ri mengeluarkan komentar yang lebih mirip dengan ancaman kepada Washington. Menurutnya, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menolak memberikan konsesi atau mengurangi tuntutan terhadap Korea Utara sehingga rencana denuklirisasi menjadi tersendat.

1. Korea Utara ingatkan tenggat waktu yang jatuh pada akhir tahun ini

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un meninjau uji sistem peluncuran roket ganda super besar dalam gambar tanpa tanggal yang dirilis Kantor Berita Pusat Korea Utara (KCNA) pada 28 November 2019. ANTARA FOTO/KCNA via REUTERS

Ri menilai apa yang dilakukan Amerika Serikat adalah untuk memerangkap Republik Demokratik Rakyat Korea (DPRK) dalam fase dialog demi keuntungan Trump menjelang Pilpres pada 2020.

"Dialog yang coba dijual Amerika Serikat, secara esensi, hanyalah trik bodoh yang dilahirkan untuk memaksa DPRK melakukan dialog dan menggunakannya demi situasi politik serta Pemilu di Amerika Serikat," kata Ri.

Tenggat waktu yang diminta oleh Pyongyang adalah akhir tahun ini. Namun, seperti diketahui, kedua negara belum juga mencapai kesepakatan tentang konsesi yang harus diberikan demi memulai denuklirisasi sesungguhnya.

2. Ri menilai Amerika Serikat mendapat tanggung jawab untuk menentukan "hadiah Natal" apa yang akan didapat

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengunjungi posisi pertahanan Changrindo di bagian barat, dalam foto tidak bertanggal yang disiarkan oleh Pusat Agensi Berita Korea Utara (KCNA) pada 25 November 2019. ANTARA FOTO/KCNA via REUTERS

Ri berpendapat pihaknya telah berusaha maksimal untuk meneruskan dialog yang sudah dimulai pada 2018 di Singapura ketika Trump bertemu dengan Kim untuk pertama kalinya. Ia berpendapat Trump lebih tertarik untuk bersikap keras kepala dengan tuntutan kepada Korea Utara yang tak bisa ditawar dibandingkan mempertimbangkan soal tenggat waktu.

"Yang tersisa untuk dilakukan sekarang adalah pilihan Amerika Serikat dan ini sepenuhnya terserah Amerika Serikat untuk memilih hadiah Natal apa yang ingin diterima," kata Ri, mengisyaratkan bahwa Pyongyang akan merespons sikap Washington jika gagal menunjukkan perkembangan.

Baca Juga: Produk Indonesia Laris Manis di Korea Utara 

Verified Writer

Bianca Nazanin

typing...

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya