TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Kolombia: ELN Ledakkan Bom di Jalan dan Jembatan, 10 Terluka

Menyusul aturan penghentian aktivitas warga

Jembatan Los Trujillos yang rusak imbas ledakan bom ELN pada Rabu (23/2/2022). (twitter.com/colombiareports)

Jakarta, IDN Times - Serangan bom sudah terjadi di beberapa wilayah di Kolombia pada Rabu (23/2/2022). Hal ini menyusul adanya peraturan yang dikeluarkan oleh kelompok pemberontak ELN (Ejército de Liberación Nacional) untuk menutup seluruh aktivitas warga, termasuk larangan melintas di jalan. 

Dilansir Reuters, tindakan penutupan jalan dan aktivitas warga dari ELN ini untuk memrotes Pemerintah Kolombia soal kebijakan sosial dan ekonomi. Pemblokiran aktivitas warga ini berlangsung selama tiga hari dan berlaku di seluruh area kekuasaan pasukan gerilya. 

1. Serangan bom ELN sebabkan sepuluh orang terluka

Serangan bom di Kolombia kali ini terjadi di Departemen Norte de Santander bagian utara tepat pada hari Rabu. Peristiwa itu telah mengakibatkan tujuh orang pekerja konstruksi jalan dan dua pemotor yang tengah melintas di jalan terluka. 

Kejadian itu berlangsung ketika terdapat sebuah kotak kecil yang meledak secara tiba-tiba di tengah jalan penghubung San Gil dan Pinchote. Hal itu terjadi kala para pekerja jalan tengah berupaya menyingkirkan kotak dari jalan. 

Pemerintah setempat mengungkapkan bila tiga pekerja sudah ditransfer ke rumah sakit di Bucaramanga lantaran terkena luka yang cukup parah, dilansir dari La Prensa Latina

Namun, salah satu serangan parah lainnya terjadi di Pailitas, yang terletak di bagian utara Provinsi Cesar. Para pemberontak sudah membombardir sebuah jembatan dan mengakibatkan terhambatnya arus transportasi. 

Sedangkan di Kukuta, terjadi ledakan hebat di tengah jalan lingkar yang mengakibatkan seekor anjing pelacak bom milik polisi mati dan seorang aparat kepolisian terluka imbas ledakan, dikutip Reuters

Baca Juga: Kolombia Legalkan Aborsi hingga Usia Kehamilan 24 Minggu

Peringatan dari ELN ini mengakibatkan sejumlah perusahaan bus yang beroperasi di Norte de Santander dan Arauca menunda operasionalnya demi alasan keselamatan. Bahkan, jasa transportasi sungai yang menghubungkan bagian tengah Sungai Magdalena juga tidak beroperasi untuk sementara. 

Dikutip La Prensa Latina, Presiden Ivan Duque menyebut aksi yang dilakukan kelompok gerilya kali ini adalah tindakan pengecut. 

"Sebagai sebuah negara, kami harus mengatakan bahwa ELN tidak ada lagi. Kelompok gerilya itu telah berusaha menyabotase pembangunan di Kolombia dan merusak demokrasi menjelang pemilu legislatif pada 13 Maret nanti" ujar Duque. 

Sedangkan Menhan Diego Molano mengungkapkan saat berkunjung ke pelabuhan di Barrancabermeja bahwa ELN sudah melangsungkan 10 aksi terorisme di seluruh negeri hanya dalam sehari. 

Ia juga mengungkapkan bila penerjunan keamanan sudah dikirimkan secara efektif dan mobilitas penduduk berangsur kembali seperti semula di delapan area yang dikuasai oleh kelompok gerilya. 

Baca Juga: Kolombia: Bos Kartel Clan del Golfo Mengaku Serahkan Diri

Verified Writer

Brahm

-

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya