TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

India Memanas, 20 Orang Tewas akibat Konflik Antaragama

RUU amandemen kewarganegaraan picu terjadinya bentrokan

Anggota pasukan keamanan India berpatroli di sebuah jalan di Srinagar, India, Jumat 10/1/2020 (ANTARA FOTO/REUTERS/Danish Ismail)

Jakarta, IDNTimes - Tiga belas orang tewas dalam bentrokan antara umat Hindu dan Muslim di India. Kejadian yang mencekam itu terjadi di ibu kota India, New Delhi. Bentrokan dipicu oleh adanya Rancangan Undang-Undang (RUU) amandemen kewarganegaraan India yang dinilai anti-Muslim.

Ada pihak yang mendukung dan ada pihak yang menentang undang-undang baru tersebut. Dalam hal ini, pemerintah India merasa tak mendiskriminasi umat Islam dengan rancangan kebijakan baru itu.

India kerap mengalami konflik yang melibatkan antarumat beragama di negara itu. Bentrokan yang terjadi di ibu kota India kali ini, disebut sebagai yang paling parah dalam beberapa dasawarsa terakhir.

Baca Juga: India Loloskan RUU Kewarganegaraan yang Diskriminasi Kelompok Islam

1. Bentrokan terjadi selama Donald Trump mengunjungi India

Anggota Pasukan Cepat Tanggap (Rapid Action Force) berpatroli di jalan menjelang kunjungan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Ahmedabad, India, Kamis 20/2/2020 (ANTARA FOTO/REUTERS/AMIT DAVE)

Bentrokan bermula saat kelompok-kelompok Hindu dan Muslim saling menyerang. Bentrokan yang berawal pada Minggu (23/2) itu masih terus berlanjut. Para pengunjuk rasa dari kedua kubu saling menyalahkan satu sama lain.

Kekerasan itu berpusat di wilayah mayoritas Muslim di Timur Laut Delhi. Lokasi bentrokan berjarak sekitar 18 km dari pusat ibu kota India, yang merupakan tempat pertemuan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump dengan para pemimpin, diplomat dan pengusaha India.

Trump sendiri menghindar ketika ditanya mengenai bentrokan yang terjadi di Delhi. Ia mengatakan kalau itu menjadi persoalan pemerintah India dan harus mereka tangani sendiri.

2. Sebanyak 20 orang tewas dan banyak yang terluka akibat bentrokan

Pendukung Maharashtra Navnirman Sena (MNS) menghadiri reli mendukung undang-undang kewarganegaraan baru di Mumbai, India, Minggu 9/2/2020 (ANTARA FOTO/REUTERS/Francis Mascarenhas)

Dilansir dari BBC, kekerasan yang terjadi di sebelah timur laut Delhi itu telah mengakibatkan 20 orang tewas. Korban tewas tidak hanya dari kelompok Hindu dan Muslim, ada seorang korban yang berprofesi sebagai polisi bernama Ratan Lal.

Ratusan orang terluka akibat bentrokan antara dua kubu tersebut. Pada Selasa (25/2) pagi, dua wartawan dari saluran berita NDTV yang meliput aksi brutal itu, turut menjadi sasaran amuk massa. Kedua wartawan mengalami luka-luka.

Saksi mata mengatakan beberapa anggota gerombolan membawa senjata. Petugas rumah sakit juga mengonfirmasi bahwa, banyak pasien yang mengalami luka tembak.

Baca Juga: Protes UU 'Anti-Muslim' di India Tewaskan 6 Orang

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya