TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Cekcok Diplomatik dengan AS, Tiongkok: Kami Tak Mau Perang Dingin

Beijing balas dendam dengan menutup konsulat AS di Chengdu

Warga di sebuah rumah di seberang Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Chengdu, Tiongkok, pada 26 Juli 2020. ANTARA FOTO/REUTERS/Thomas Peter

Jakarta, IDN Times - Media pemerintah Tiongkok mengklaim Beijing tidak mau ada Perang Dingin lagi menyusul perselisihan diplomatik dengan Amerika Serikat pada minggu lalu. Dalam kolom editorial, The Global Times menuding Washington terus memprovokasi dan jika ini dibiarkan berlangsung terus, perdamaian dunia bisa terancam.

Pada Rabu 22 Juli 2020, Pemerintah Amerika Serikat memerintahkan penutupan konsulat Tiongkok di Houston, Texas. Washington meminta penutupan dilakukan dalam waktu 72 jam seiring dengan meningkatnya tensi antara kedua negara. Beijing pun membalas dendam dengan menutup konsulat Amerika Serikat di Chengdu pada Jumat 24 Juli 2020.

Baca Juga: Ada 46 Kasus Baru COVID-19 di Tiongkok, 22 di Antaranya dari Xinjiang

1. Tiongkok memprotes sikap Amerika Serikat yang dianggap melanggar Konvensi Vienna

Warga di sebuah rumah di seberang Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Chengdu, Tiongkok, pada 26 Juli 2020. ANTARA FOTO/REUTERS/Thomas Peter

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Wang Wenbin mengungkapkan protes oleh negaranya atas langkah Amerika Serikat. Wang menilai otoritas Negeri Paman Sam yang memaksa masuk ke gedung konsulat merupakan pelanggaran Konvensi Vienna yang mengatur tata cara hubungan diplomatik antar negara-negara.

"Konsulat Jenderal Tiongkok di Houston merupakan bangunan diplomatik dan konsuler, juga adalah properti nasional milik Tiongkok. Pemerintah Amerika Serikat tidak boleh melanggar itu dengan cara apa pun berdasarkan Konvensi Vienna tentang Hubungan Konsuler dan perjanjian konsuler antara Tiongkok-Amerika Serikat," kata Wang, seperti dikutip The South China Morning Post.

Penutupan konsulat Tiongkok, menurut Amerika Serikat, dilakukan karena alasan ingin melindungi kekayaan intelektual dan informasi privat masyarakat. Konsulat tersebut mencakup warga Tiongkok yang tinggal di sejumlah negara bagian di kawasan Amerika Serikat bagian selatan.

2. Media pemerintah mengklaim situasi ini bisa mengancam perdamaian dunia

Konsulat Jenderal Tiongkok di Houston, Texas, Amerika Serikat, pada 22 Juli 2020. ANTARA FOTO/REUTERS/Adrees Latif

Editorial The Global Times pun mengklaim Tiongkok "tidak pernah memprovokasi lebih dulu" dan berada dalam sisi "membela diri" akibat sikap Amerika Serikat. "Sekarang, dunia bisa melihat dengan jelas bagaimana Washington memprovokasi Beijing secara terus-menerus, mendorong hubungannya dengan Tiongkok ke arah sebuah perang dingin baru," tulis editorial.

"Tiongkok jelas membela diri dengan semua aksi-aksinya menjadi langkah balasan yang berada di sisi yang benar dari keadilan internasional dan dilakukan untuk menjaga kepentingan nasional Tiongkok. Tidak pernah sekali saja Tiongkok memprovokasi lebih dulu," tambahnya.

Lebih lanjut, media pemerintah tersebut mengklaim Tiongkok tak pernah mau ada Perang Dingin atau perang jenis apa pun, dan mengancam ada serangan balik jika Amerika Serikat terus melakukan provokasi. 

"Kini, ini sudah bukan persoalan apakah hubungan Tiongkok-Amerika Serikat sedang runtuh, melainkan apakah garis pertahanan perdamaian dunia dirusak oleh Washington. Dunia tak boleh dibajak oleh sekelompok orang gila politis. Tragedi-tragedi pada 1910-an dan 1930-an tak boleh terulang," lanjutnya, merujuk pada berbagai perang sepanjang paruh pertama abad 20.

Baca Juga: Staf Konsulat AS Mulai Tinggalkan Kota Chengdu, Tiongkok

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya