Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sedang menyampaikan pidato di KTT Prioritas F11 di Forum Faena di Miami, Florida, pada 27 Maret 2026. (commons.wikimedia.org/ Executive Office of the President of the United States)
Kesepakatan tadi diraih usai Presiden Donald Trump berulang kali mendesak Greenland agar mengizinkan pasukan militer AS mengontrol keamanan wilayah mereka. Sebab, Trump ingin mengamankan Greenland yang kaya sumber daya mineral dari ancaman Rusia dan China.
Pada Januari lalu, Trump bahkan pernah berupaya untuk mengambil alih seluruh wilayah Greenland. Ketika itu, Trump berdalih ingin menjaga keamanan Greenland dari Beijing dan Moskow yang berupaya mengeruk kekayaan mineral mereka. Sebab, ia menganggap Greenland tidak cukup andal menghalau ancaman dari kedua negara tersebut.
Namun, Trump kini sudah sepakat berhenti mengusik kedaulatan Greenland. Sebagai gantinya, AS mendapatkan akses ke sumber daya mineral yang ada di negara itu. Sebab, Greenland dikenal sebagai negara yang kaya sumber daya mineral, seperti logam tanah jarang, fosfat, uranium, dan tembaga.