kapal di Selat Hormuz (MC2 Indra Beaufort, Public domain, via Wikimedia Commons)
Washington menuntut agar Teheran segera menghentikan serangan terhadap kapal-kapal komersial. Para pejabat senior AS meminta Iran menjamin pembukaan seluruh jalur pelayaran di Selat Hormuz tanpa pungutan biaya tol.
Di sisi lain, para petinggi Iran menunjukkan sikap keras dengan menolak tuntutan dari pemerintah AS. Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan kesepakatan sepihak tidak lagi berlaku bagi negaranya.
"Kami sudah katakan, tepati janji kalian atau bayar harganya, kini kenyataan telah mengetuk pintu," ujar Ghalibaf, dilansir Ynet.
Meski saling serang terus terjadi, upaya diplomatik untuk meredakan konflik sedang berlangsung dan melibatkan sejumlah negara. Sebuah sumber dari Iran menyebutkan AS, Qatar, dan Pakistan sepakat menggelar perundingan.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dilaporkan telah berada di Oman untuk membahas mekanisme lintas aman bagi kapal-kapal di Selat Hormuz. Oman dilaporkan telah mengajukan rancangan proposal pelayaran gratis melintasi koridor selatan di perairannya. Sementara itu, kapal yang melintasi koridor utara milik Iran diwajibkan meminta persetujuan terlebih dahulu tanpa dikenakan tarif.