Jakarta, IDN Times – Amerika Serikat (AS), Jepang, dan Filipina memulai latihan militer tahunan Balikatan atau Shoulder to Shoulder pada Senin (20/4/2026) dengan skala terbesar sepanjang pelaksanaannya. Kegiatan ini melibatkan lebih dari 17 ribu personel, termasuk sekitar 10 ribu tentara AS, 1.400 pasukan Jepang yang untuk pertama kalinya ikut penuh, serta unit kecil dari Australia, Selandia Baru, Prancis, dan Kanada.
Selama 19 hari, latihan mencakup uji tembak langsung di wilayah utara Filipina yang menghadap Selat Taiwan serta di provinsi dekat Laut China Selatan yang menjadi sengketa. Salah satu simulasi utama adalah penggunaan rudal jelajah Type 88 Jepang untuk menenggelamkan kapal penyapu ranjau era Perang Dunia II di perairan utara Luzon, sementara sistem rudal Typhon milik AS yang ditempatkan sejak 2024 juga ikut diuji.
