Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Donald Trump Tanda Tangani Kesepakatan Damai dengan Iran Hari Ini?

Donald Trump Tanda Tangani Kesepakatan Damai dengan Iran Hari Ini?
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sedang berada di kantornya. (flickr.com/The White House via commons.wikimedia.org/The White House)
Intinya Sih
  • Donald Trump mengumumkan bahwa Amerika Serikat dan Iran akan menandatangani kesepakatan damai pada 21 April 2026, seperti dilaporkan oleh Aljazeera dan Fox News.
  • Pemerintah AS menegaskan siap melanjutkan perang jika Iran menolak perdamaian, dengan rencana menyerang infrastruktur energi dan menguasai Selat Hormuz bila diplomasi gagal.
  • Kedua negara dikabarkan tengah bersiap untuk negosiasi damai tahap kedua setelah perundingan pertama belum mencapai hasil, tanpa adanya serangan militer lanjutan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menyampaikan pernyataan terbaru mengenai rencana kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran. Trump mengklaim, Amerika Serikat akan menandatangani perjanjian damai pada Selasa (21/4/2026).

Dilansir dari Aljazeera, informasi ini mencuat melalui laporan jurnalis Fox News, Maria Bartiromo. Selain itu, Aljazeera juga menuliskan, dalam wawancara bersama New York Post, Trump juga membenarkan akan ada penandatangan kesepakatan damai AS dan Iran.

1. AS siap lanjut perang jika Iran tak sepakat damai

ilustrasi bendera Amerika Serikat
ilustrasi bendera Amerika Serikat (unsplash.com/Luke Michael)

Sebelumnya, Pemerintah Amerika Serikat menegaskan siap melanjutkan perang jika Iran tidak kunjung menyepakati perdamaian. Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, mengatakan pihaknya juga sudah menyiapkan kekuatan besar jika perang dengan Iran harus berlanjut. 

Kendati demikian, Hegseth menegaskan, AS akan selalu mengutamakan negosiasi damai dengan agar perang dengan Iran bisa segera berakhir. Namun, jika jalur diplomasi tidak efektif dan Iran tak kunjung sepakat berdamai, AS tidak akan segan-segan untuk kembali memulai perang.

"Kami lebih memilih melakukannya dengan cara yang baik melalui kesepakatan yang dipimpin oleh Wakil Presiden dan tim negosiasi atau dapat melakukannya dengan cara yang sulit. Kami mendesak rezim baru Iran untuk memilih dengan bijak," kata Hegseth dalam acara konferensi pers pada Kamis (16/4/2026), seperti dilansir Jerusalem Post. 

2. AS akan menyerang infrastruktur energi Iran jika perang berlanjut

Bendera Amerika Serikat sedang berkibar.
potret bendera Amerika Serikat (unsplash.com/Tim Mossholder)

Dalam pernyataannya, Hegseth menyatakan jika perang kembali meletus, AS akan berupaya menguasai Selat Hormuz secara penuh. Selain itu, AS juga akan menyerang semua infrastruktur energi yang dimiliki Iran. Menurut Hegseth, langkah tersebut bertujuan untuk menghancurkan kekuatan Iran dari dasar sehingga kalah dan bersedia untuk berdamai dengan AS. Terlebih, menurut Hegseth, Iran kini juga sudah hampir kehabisan kekuatan untuk berperang melawan AS. 

"Jika Iran membuat pilihan yang buruk (tidak menyepakati perdamaian dengan AS), maka akan menghadapi blokade dan pengeboman terhadap infrastruktur, listrik, dan energi," kata Hegseth.

3. AS dan Iran bersiap melakukan negosiasi damai tahap kedua

Ilustrasi perdamaian
Ilustrasi perdamaian (pexels.com/Mikhail Nilov)

Kendati negosiasi tahap pertama gagal, AS dan Iran tidak saling serang. Sebab, kedua negara dikabarkan sedang bersiap untuk melakukan negosiasi damai tahap kedua. 

"Siapa yang akan datang, seberapa besar delegasinya. Siapa yang akan tinggal dan pergi, itu terserah pihak-pihak yang terlibat untuk memutuskan," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan, Tahir Andrabi, kepada wartawan di Islamabad dilansir Al Jazeera.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Satria Permana
EditorSatria Permana
Follow Us

Latest in News

See More