Jakarta, IDN Times - Amerika Serikat (AS) memperingatkan sejumlah negara Arab di kawasan Teluk untuk bersiap menghadapi operasi militer singkat yang intens terhadap Iran usai pemilihan umum (pemilu) sela pada 3 November. Pesan peringatan yang disampaikan melalui jalur diplomatik dan militer ini terungkap dalam laporan The Wall Street Journal pada Selasa (27/10/2026). Peringatan tersebut menjadi indikasi kuat bahwa AS dan Israel tengah menyiapkan gelombang serangan baru guna melemahkan Teheran sekaligus memaksanya kembali ke meja perundingan.
Presiden AS, Donald Trump, belum mengambil keputusan akhir terkait pelaksanaan operasi militer tersebut. Namun, ia cenderung mendukung serangan berskala besar setelah pemilu yang berpotensi menyasar infrastruktur penting, fasilitas nuklir, hingga gudang rudal dan drone milik Iran. Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu, juga terus mendorong peluncuran serangan lanjutan dan telah mengidentifikasi sejumlah target di wilayah Iran.
