Sanksi keuangan ini juga menyasar perusahaan perdagangan luar negeri GECOMEX serta perusahaan logistik maritim GEMAR. Aturan ini membekukan seluruh aset mereka di luar negeri serta melarang adanya transaksi bisnis tanpa izin khusus.
Pemerintah AS juga memasukkan beberapa organisasi paramiliter dan kemasyarakatan lokal ke dalam daftar hitam. Mereka dinilai terlibat dalam tindakan kekerasan terhadap kelompok oposisi.
"Siapa pun yang terlibat dalam menindas masyarakat, baik melalui kelompok militer maupun organisasi kemasyarakatan lainnya, akan dikenai sanksi," ujar Anggota Kongres AS, Carlos Gimenez.
Pemerintah Kuba memprotes keras kebijakan baru ini dan menyebutnya sebagai tindakan agresi ekonomi yang merugikan warga sipil secara luas.
"Langkah ini merupakan bentuk peningkatan agresi yang bertujuan untuk menyengsarakan rakyat kami," kata Presiden Kuba, Miguel Diaz-Canel, dilansir dari El Ciudadano.