Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
AS Tetapkan Kuba sebagai Ancaman Keamanan Nasional
ilustrasi bendera Kuba (Pexels/El gringo photo)
  • AS menetapkan Kuba sebagai ancaman keamanan nasional setelah kapal perang Rusia bersandar di pelabuhan negara itu, memicu kekhawatiran Washington terhadap kedekatan geografis Kuba.
  • Presiden Donald Trump menyatakan Kuba telah meminta bantuan dan membuka peluang dialog, namun juga memperingatkan kemungkinan pengambilalihan setelah konflik di Iran selesai.
  • AS meningkatkan misi intelijen di sekitar pesisir Kuba sejak Februari, sementara Havana membantah tuduhan ancaman dan menuding Washington melakukan tekanan serta intimidasi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Perang Amerika Serikat (AS), Pete Hegseth mengatakan bahwa Kuba adalah ancaman bagi keamanan nasional AS. Penyebabnya adalah kapal perang Rusia sudah bersandar di pelabuhan di Kuba. 

“Ini benar, Washington sudah memasukkan Kuba sebagai masalah besar bahwa negara-negara yang berseberangan menggunakan lokasi Kuba yang dekat dengan AS,” ungkapnya, dikutip dari EFE, Rabu (13/5/2026).

Pekan lalu, Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio menyebut Kuba menolak bantuan dari AS senilai 100 juta dolar (Rp1,7 triliun). Namun, Havana membantah adanya bantuan dari Washington yang disebutnya hanya karangan. 

1. Trump sebut Kuba minta pertolongan dan buka dialog

Presiden AS, Donald Trump ( The White House, Public domain, via Wikimedia Commons)

Presiden AS, Donald Trump mengungkapkan bahwa negaranya akan membuka dialog dengan Kuba sesegera mungkin. Ia menyebut, Kuba sudah meminta pertolongan ke AS. 

“Tidak ada anggota Partai Republikan yang berbicara dengan saya soal Kuba yang mana merupakan negara gagal dan menuju kejatuhan. Kuba sudah meminta bantuan dan kami akan berdialog!” tuturnya, dilansir dari The Latin Times.

Pernyataan ini memunculkan spekulasi baru mengenai kebijakan AS kepada Kuba. Terdapat kemungkinan AS akan membuka diplomasi atau menetapkan sanksi secara bersamaan. 

2. Trump peringatkan akan mengambilalih Kuba

potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (flickr.com/The White House via commons.wikimedia.org/The White House)

Pekan lalu, Trump mengungkapkan bahwa AS mungkin akan mengambilalih negara Karibia itu sesegera mungkin. Menurutnya, tindakan itu akan dilakukan setelah urusan perang di Iran berakhir. 

Sejak Januari 2026, Kuba sudah menerima sejumlah sanksi baru dan semakin tingginya tekanan dari AS. Alhasil, negara pulau tersebut terdampak krisis energi setelah tidak lagi menerima pasokan dari Venezuela. 

3. AS tingkatkan misi intelijen di sekitar Kuba

ilustrasi Kuba (pexels.com/Yuting Gao)

Berdasarkan analisa CNN, AS sudah meningkatkan misi intelijen di sekitar pesisir Kuba dalam beberapa bulan terakhir. Sejak Februari, Angkatan Laut dan Angkatan Udara AS sudah melakukan 25 misi pengintaian di dekat Kuba. 

Sementara itu, Kuba membantah tuduhan dari AS bahwa negaranya memberikan ancaman ke AS. Havana menuding Washington sudah melakukan pengintaian dan sanksi untuk menekan dan mengintimidasi negaranya. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team