Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ASEAN Kebut Kesepakatan Cadangan Minyak Kawasan Agar Rampung Tahun Ini
Para pemimpin di KTT ke-48 ASEAN. (Dok. Youtube SetPres)
  • ASEAN mempercepat ratifikasi Kesepakatan Keamanan Minyak Bumi (APSA) untuk memperkuat ketahanan energi kawasan di tengah ancaman gangguan pasokan global akibat konflik Timur Tengah.
  • Melalui APSA, negara anggota dapat saling membantu memasok bahan bakar hingga 10 persen kebutuhan domestik saat terjadi krisis, sebagai bentuk solidaritas menghadapi potensi kekurangan energi.
  • Proses ratifikasi APSA ditargetkan rampung sebelum KTT ke-49 ASEAN di Manila pada November 2026, menjadikannya instrumen utama dalam menjaga stabilitas energi regional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - ASEAN mempercepat penyelesaian ratifikasi Kesepakatan Kerangka ASEAN tentang Keamanan Minyak Bumi atau ASEAN Petroleum Security Agreement (APSA) di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi global akibat konflik di Timur Tengah. Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn memastikan proses ratifikasi APSA ditargetkan selesai sebelum Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-49 ASEAN yang akan berlangsung di Manila, Filipina, pada November 2026.

Kesepakatan tersebut memungkinkan negara-negara ASEAN saling membantu memasok bahan bakar ketika salah satu anggota mengalami kekurangan stok energi. “Para pejabat negara telah menerima instruksi dari para pemimpin mereka, bahwa proses ratifikasi APSA harus dipercepat oleh semua negara anggota,” kata Kao Kim Hourn dalam briefing di Sekretariat ASEAN Jakarta, Senin (11/5/2026).

Menurut Kao, saat ini proses ratifikasi masih berlangsung di tingkat domestik masing-masing negara anggota ASEAN melalui mekanisme legislatif nasional. “Masing-masing negara akan melanjutkan proses di badan legislatifnya dan menyelesaikan seluruh prosesnya di dalam negeri sedini mungkin,” ujarnya.

1. ASEAN ingin sistem energi kawasan lebih terhubung

Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn dalam Briefing ASEAN Summit di Sekretariat ASEAN, Jakarta, Senin (11/5/2026). (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

Dorongan mempercepat APSA muncul setelah para pemimpin ASEAN dalam KTT ke-48 di Cebu menyoroti pentingnya ketahanan energi kawasan di tengah situasi global yang tidak menentu. Selain APSA, ASEAN juga mendorong penguatan mekanisme berbagi energi dan interkoneksi listrik regional antarnegara anggota.

Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. mengatakan para pemimpin ASEAN sepakat menjaga stabilitas rantai pasok energi kawasan. “Para pemimpin sepakat akan pentingnya rantai pasok energi yang stabil dan andal, interkonektivitas energi yang lebih kuat, serta percepatan diversifikasi menuju sumber energi alternatif dan terbarukan,” kata Marcos.

Isu keamanan energi menjadi perhatian utama ASEAN setelah konflik di Timur Tengah memicu kekhawatiran terhadap jalur distribusi minyak global. Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi stabilitas ekonomi negara-negara Asia Tenggara yang masih sangat bergantung pada impor energi.

2. APSA siapkan bantuan darurat antarnegara ASEAN

Presiden Prabowo Subianto hadiri pembukaan KTT ke-48 ASEAN di Filipina, Jumat (8/5/2026) (dok. Sekretariat Presiden)

Melalui APSA, negara anggota ASEAN nantinya dapat memberikan bantuan bahan bakar kepada negara lain yang mengalami kekurangan pasokan. Skema tersebut memungkinkan negara anggota memasok minyak minimal setara 10 persen kebutuhan domestik negara yang terdampak.

ASEAN menilai mekanisme itu penting untuk memperkuat solidaritas kawasan dalam menghadapi krisis energi. Para menteri ekonomi ASEAN juga telah menyepakati percepatan penyelesaian APSA sebagai bagian dari respons terhadap potensi gangguan rantai pasok minyak dunia.

Meski demikian, hingga kini ASEAN belum menentukan negara mana yang akan menjadi penerima pertama bantuan energi jika mekanisme tersebut mulai berlaku. “Mengenai negara mana yang akan menjadi penerima terawal bantuan minyak dari sesama anggota ASEAN di bawah APSA, hal tersebut masih dalam pembahasan di tingkat regional,” kata Kao.

3. ASEAN targetkan rampung sebelum KTT ke-49

Presiden Prabowo Subianto hadiri pembukaan KTT ke-48 ASEAN di Filipina, Jumat (8/5/2026) (dok. Sekretariat Presiden)

Kao Kim Hourn mengakui dirinya belum dapat memastikan kapan tepatnya seluruh proses ratifikasi akan selesai karena masih bergantung pada proses politik domestik masing-masing negara anggota. Namun, ia memastikan seluruh negara telah mendapat arahan langsung dari para pemimpin ASEAN untuk mempercepat proses tersebut.

“Tetapi, tentu saja hal tersebut harus dilakukan. Tak ada keraguan bahwa APSA akan rampung sebelum KTT ke-49 ASEAN, dan saya sangat mengharapkan hal ini,” ujarnya.

KTT ke-49 ASEAN dijadwalkan berlangsung di Manila pada 10–12 November 2026.

Jika seluruh proses ratifikasi selesai tepat waktu, APSA akan menjadi salah satu instrumen regional utama ASEAN dalam menghadapi potensi krisis energi di masa mendatang.

Editorial Team