Jakarta, IDN Times – Iran terus mengupayakan akses kembali terhadap aset luar negeri mereka yang dibekukan akibat sanksi internasional. Persoalan tersebut menjadi bagian dari perundingan yang sedang dijalankan Tehran dengan pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait konflik yang lebih luas dan program nuklir Iran.
Dilansir The Wall Street Journal, dalam negosiasi tersebut Iran menginginkan pelepasan bertahap dana luar negeri dengan target minimal 24 miliar dolar AS (setara Rp427,2 triliun). Tehran juga mengklaim total aset yang diblokir di berbagai negara mencapai 100 miliar dolar AS (setara Rp1.780 kuadriliun), meski sejumlah pihak memperkirakan nilainya lebih rendah dari angka tersebut.
Pihak Tehran disebut menggambarkan tujuan tersebut dalam pernyataan bahwa para pejabat Iran tengah mengupayakan pelepasan bertahap setidaknya 24 miliar dolar AS dana luar negeri sebagai bagian dari langkah yang lebih luas untuk memulihkan ekonomi yang terdampak sanksi, inflasi, dan isolasi selama bertahun-tahun.
