Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Aturan Baru Trump: Mau Green Card? Tinggalkan AS Dulu Sekarang
ilustrasi warga Amerika Serikat (unsplash.com/Leif Christoph Gottwald)
  • Pemerintahan Donald Trump menerapkan aturan baru yang mewajibkan sebagian besar pemohon green card keluar dari AS dan mengurus prosesnya lewat kedutaan di negara asal.
  • Kebijakan ini berdampak besar bagi pekerja asing dan keluarga imigran karena berpotensi memisahkan mereka serta menambah ketidakpastian dalam proses pengajuan status tetap.
  • Meskipun ada pengecualian untuk situasi luar biasa, belum ada kejelasan detailnya sehingga banyak pemohon merasa bingung dan khawatir antrean serta waktu proses makin panjang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pemerintahan Donald Trump kembali membuat aturan baru soal imigrasi yang langsung jadi perhatian banyak orang. Kali ini, kebijakan tersebut menyasar para pemohon green card di Amerika Serikat.

Lewat aturan terbaru, sebagian besar orang yang ingin mengubah status menjadi penduduk tetap kini diwajibkan keluar dulu dari AS dan mengurus prosesnya dari negara asal. Kebijakan ini langsung memicu kekhawatiran karena selama ini banyak pemohon bisa mengurus green card tanpa harus meninggalkan Amerika.

Para pengacara imigrasi sampai menyebut aturan baru tersebut berpotensi bikin proses makin rumit dan penuh ketidakpastian. Buat kamu yang punya rencana kerja atau tinggal di AS, perubahan aturan seperti ini jelas penting untuk dipahami.

1. Pemohon green card kini wajib keluar dari AS

ilustrasi New York, Amerika Serikat (unsplash.com/Nellie Adamyan)

Sebelumnya, banyak pendatang legal di Amerika bisa mengajukan green card lewat proses bernama adjustment of status. Proses ini memungkinkan seseorang mengubah visa sementara menjadi penduduk tetap tanpa harus pulang ke negara asal. Akan tetapi, pemerintahan Trump kini memperketat aturan tersebut dan membatasi penggunaannya hanya untuk kondisi tertentu.

Pemerintah AS beralasan aturan ini dibuat supaya sistem imigrasi kembali sesuai tujuan awalnya. Juru bicara USCIS, Zach Kahler, menjelaskan bahwa visa sementara seharusnya gak otomatis menjadi jalan menuju green card permanen. Karena itu, sebagian besar pemohon nantinya harus menyelesaikan wawancara serta administrasi lain lewat kedutaan AS di negara asal masing-masing.

2. Banyak pekerja asing ikut terdampak

ilustrasi pekerja di Amerika Serikat (pexels.com/Abhishek Navlakha)

Aturan baru ini diperkirakan berdampak besar ke pekerja asing yang sudah lama tinggal di Amerika. Banyak tenaga kerja profesional di sektor teknologi, kesehatan, sampai pendidikan sebelumnya mengandalkan jalur adjustment of status untuk mendapatkan green card. Kini mereka berisiko harus meninggalkan pekerjaan dan kehidupan yang sudah dibangun bertahun-tahun di AS.

Bukan cuma soal pekerjaan, banyak keluarga imigran juga mulai merasa cemas. Sebagian pemohon green card merupakan pasangan warga negara Amerika atau orangtua dari anak berkewarganegaraan AS. Para pengacara imigrasi di California menyebut banyak keluarga takut terpisah lama karena proses konsuler di luar negeri sering memakan waktu panjang.

3. Pemerintah tetap membuka pengecualian khusus

ilustrasi pekerja, nakes di Amerika Serikat (pexels.com/Laura James)

Meski aturan diperketat, pemerintah AS tetap menyebut ada kemungkinan pengecualian dalam kondisi tertentu. Adjustment of status masih bisa diberikan apabila terdapat situasi luar biasa atau extraordinary circumstances. Sayangnya, sampai sekarang belum ada penjelasan detail mengenai syarat khusus tersebut.

Kondisi itu membuat banyak pemohon green card merasa bingung karena belum tahu apakah mereka memenuhi syarat pengecualian atau tidak. Para pengacara imigrasi juga menilai aturan tersebut memberi kewenangan besar kepada petugas USCIS dalam menentukan keputusan akhir. Akibatnya, proses pengajuan green card dinilai menjadi makin gak pasti dibanding sebelumnya.

4. Antrean pengajuan dikhawatirkan makin panjang

ilustrasi negara Amerika Serikat (pexels.com/Ayman Bardi)

Banyak pihak menilai aturan baru ini justru bisa memperparah antrean pengurusan green card. Proses konsuler di kedutaan AS luar negeri dikenal memakan waktu lama karena jumlah aplikasi sangat besar. Beberapa kedutaan bahkan memiliki kapasitas terbatas sehingga proses wawancara bisa tertunda berbulan-bulan.

Kondisi tersebut membuat banyak pemohon takut terjebak di luar Amerika terlalu lama. Sebagian khawatir visa kerja mereka habis sebelum proses green card selesai diproses. Kekhawatiran lain muncul karena gak semua orang punya jaminan bisa kembali masuk ke AS dengan cepat setelah ke luar negeri.

5. Kebijakan ini memicu pro dan kontra

ilustrasi paspor (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Pendukung kebijakan Trump menganggap aturan ini penting untuk memperketat sistem imigrasi Amerika. Pemerintah menilai jalur green card seharusnya gak terlalu mudah diakses oleh pemegang visa sementara. Karena itu, proses aplikasi lewat negara asal dianggap lebih sesuai dengan aturan imigrasi tradisional AS.

Akan tetapi, kritik juga datang dari banyak pihak termasuk pengacara dan komunitas imigran. Mereka menilai aturan tersebut justru menciptakan ketidakpastian baru bagi orang-orang yang tinggal legal di Amerika. Selain memengaruhi keluarga dan pekerjaan, kebijakan ini juga dinilai bisa mengurangi daya tarik AS bagi tenaga kerja asing terampil dari berbagai negara.

Aturan baru green card dari pemerintahan Trump menjadi perubahan besar dalam kebijakan imigrasi Amerika Serikat. Jika sebelumnya banyak orang bisa mengurus status permanen tanpa ke luar negeri, sekarang prosesnya jadi jauh lebih rumit. Dampaknya bukan cuma dirasakan pemohon green card, tapi juga keluarga dan perusahaan tempat mereka bekerja.

Meski pemerintah menganggap aturan ini penting untuk memperketat sistem imigrasi, banyak pihak khawatir kebijakan tersebut malah memunculkan masalah baru. Buat kamu yang punya rencana tinggal, kuliah, atau bekerja di Amerika, perkembangan aturan seperti ini memang wajib terus dipantau.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article