Menlu Sugiono dengan Menlu Australia Penny Wong dalam kegiatan penandatanganan Deklarasi Perlindungan Pekerja Kemanusiaan. (IDN Times/Marcheilla Ariesta).
Pertemuan para menteri tersebut menjadi pertemuan 2+2 pertama sejak Australia dan Indonesia menandatangani Traktat Australia-Indonesia tentang Keamanan Bersama atau Traktat Jakarta pada Februari 2026.
Traktat tersebut ditandatangani oleh Perdana Menteri Australia Anthony Albanese dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto. Kesepakatan itu disebut memperkuat kerja sama pertahanan sekaligus meningkatkan konsultasi dan koordinasi kedua negara dalam menghadapi tantangan keamanan bersama.
Wakil Perdana Menteri Australia Richard Marles mengatakan hubungan Canberra dan Jakarta terus mengalami penguatan. Menurutnya, perkembangan tersebut mencerminkan kepercayaan timbal balik dan komitmen kedua negara terhadap stabilitas kawasan.
“Hubungan kita dengan Indonesia terus semakin kuat, mencerminkan kepercayaan timbal balik dan komitmen bersama terhadap stabilitas regional,” ujar Marles dalam keterangan pemerintah Australia yang diterima IDN Times.
Marles mengatakan pertemuan tersebut akan menjadi kesempatan bagi kedua negara untuk membahas perkembangan berbagai inisiatif pertahanan dan keamanan praktis. Ia juga menekankan pentingnya mengoperasionalkan kerja sama yang telah disepakati melalui Perjanjian Kerja Sama Pertahanan Australia-Indonesia serta Traktat Jakarta.
“Saya menantikan pertemuan kita di mana kita akan memiliki kesempatan untuk membahas kemajuan di berbagai inisiatif pertahanan dan keamanan praktis untuk mengoperasionalkan Perjanjian Kerja Sama Pertahanan Australia-Indonesia dan Traktat Jakarta,” katanya.