Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Menlu Sugiono akan ke Australia dan Selandia Baru, Apa Agendanya?

Menlu Sugiono akan ke Australia dan Selandia Baru, Apa Agendanya?
Menteri Luar Negeri Sugiono dalam ASEAN Ministerial Meeting (AMM). (Dok. Kemlu RI)
  • Menlu RI Sugiono dijadwalkan mengunjungi Australia dan Selandia Baru pekan ini untuk menghadiri pertemuan bilateral.
  • Di Melbourne, Sugiono dan Menteri Pertahanan RI akan bertemu Penny Wong serta Richard Marles dalam 2+2 Meeting.
  • Agenda kunjungan mencakup keamanan, pertahanan, ketahanan ekonomi, rantai pasok, serta program kerja sama Indonesia-Selandia Baru.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Agenda mana yang paling ingin kamu ikuti dari kunjungan Sugiono?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke Australia dan Selandia Baru pekan ini. Dalam lawatan tersebut, Sugiono akan menghadiri sejumlah pertemuan strategis untuk memperkuat hubungan bilateral Indonesia dengan kedua negara.

Di Australia, Sugiono bersama Menteri Pertahanan (Menhan) RI akan menghadiri Pertemuan ke-10 2+2 Meeting dengan Menlu Australia Penny Wong dan Menhan Australia Richard Marles di Melbourne pada Rabu (26/8/2026).

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Yvonne Mewengkang mengatakan, pertemuan tersebut akan membahas sejumlah isu strategis, termasuk pertahanan, keamanan, hingga ketahanan ekonomi dan rantai pasok.

  1. 1. Bahas keamanan hingga Pakta Keamanan dengan Australia

    IMG_9717.jpeg
    Menlu Sugiono dengan Menlu Australia Penny Wong dalam kegiatan penandatanganan Deklarasi Perlindungan Pekerja Kemanusiaan. (IDN Times/Marcheilla Ariesta).

    Yvonne mengatakan, pertemuan 2+2 menjadi momentum penting bagi Indonesia dan Australia untuk membahas penguatan hubungan bilateral serta berbagai isu yang menjadi perhatian bersama.

    “Pembahasan secara umum akan mencakup isu mengenai Treaty on Common Security, kerja sama pertahanan dan keamanan, pencegahan konflik dan keamanan maritim, serta ketahanan ekonomi dan rantai pasok, serta isu lain yang menjadi perhatian bersama kedua negara,” kata Yvonne dalam keterangan pers di Jakarta, pekan lalu.

    Pertemuan tersebut mempertemukan pejabat tinggi dari bidang diplomasi dan pertahanan kedua negara. Format 2+2 diharapkan dapat memperkuat koordinasi Indonesia dan Australia dalam menghadapi perkembangan keamanan di kawasan.

    Selain isu pertahanan dan keamanan, kedua negara juga akan membahas ketahanan ekonomi serta rantai pasok. Pembahasan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama bilateral di tengah dinamika ekonomi dan geopolitik kawasan.

  2. 2. Hadiri pertemuan ke-13 JMC Indonesia-Selandia Baru di Auckland

    Menteri Luar Negeri Selandia Baru, Winston Peters. (IDN Times/Sonya Michaella)
    Menteri Luar Negeri Selandia Baru, Winston Peters. (IDN Times/Sonya Michaella)

    Usai melakukan kunjungan kerja ke Australia, Sugiono dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Selandia Baru. Di negara tersebut, ia akan menghadiri Pertemuan ke-13 Joint Ministerial Commission (JMC) Indonesia-Selandia Baru.

    Dalam pertemuan tersebut, Sugiono bersama mitranya dari Selandia Baru akan membahas berbagai perkembangan hubungan bilateral sekaligus potensi kerja sama baru kedua negara.

    Salah satu agenda yang akan dibahas adalah persiapan peringatan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Selandia Baru. Momentum tersebut dinilai dapat menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan kedua negara yang telah berlangsung selama beberapa dekade.

    Yvonne mengatakan, Indonesia juga akan mendorong agar berbagai komitmen kerja sama yang telah disepakati dapat segera ditindaklanjuti secara konkret.

  3. 3. Dorong kerja sama konkret dengan mitra di kawasan Pasifik

    Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang.
    Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

    Indonesia akan mengusulkan berbagai deliverables atau program kerja sama yang dapat dilaksanakan secara terukur dan konkret dalam JMC mendatang.

    “Indonesia juga akan mendorong berbagai komitmen yang telah disepakati untuk ditindaklanjuti, serta berbagai potensi deliverables, atau program kerja sama yang dapat dilakukan secara terukur dan konkret, dan tentunya bermanfaat bagi masyarakat kedua negara,” ujar Yvonne.

    Langkah tersebut diharapkan membuat kerja sama Indonesia-Selandia Baru tidak berhenti pada kesepakatan politik, tetapi menghasilkan program yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Rangkaian kunjungan Sugiono ke Australia dan Selandia Baru sekaligus menunjukkan upaya Indonesia memperkuat hubungan dengan mitra di kawasan Pasifik, baik dalam aspek keamanan maupun ekonomi dan kerja sama antarmasyarakat.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More