Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Baku Tembak di Perbatasan Afghanistan-Pakistan, 28 Orang Tewas
Tentara Pakistan berpatroli di dekat perbatasan Pakistan-Afghanistan di Chaman pada 27 Februari 2026. (AFP/Abdul Basit)
  • Baku tembak di Distrik Kamdesh, Nuristan, menewaskan sedikitnya 28 anggota kelompok bersenjata yang diduga menyusup dari Pakistan dan melukai 32 lainnya.
  • Afghanistan menuding kelompok tersebut berafiliasi dengan ISIS serta melibatkan mantan tentara yang direkrut intelijen Pakistan melalui janji pekerjaan, perlindungan, dan kepindahan ke luar negeri.
  • Pakistan membantah keterlibatan militer maupun intelijennya, menyatakan tuduhan Afghanistan tanpa bukti kuat dan video media sosial yang dijadikan dasar merupakan rekayasa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Bentrokan senjata kembali terjadi di wilayah perbatasan antara Afghanistan dan Pakistan pada Minggu (27/9/2026). Insiden baku tembak ini menewaskan puluhan anggota kelompok bersenjata yang diduga melintasi batas kedua negara secara ilegal.

Peristiwa ini memicu ketegangan diplomatik di kawasan Asia Selatan. Pemerintah kedua negara melontarkan pernyataan yang saling bertolak belakang terkait keberadaan kelompok bersenjata di garis perbatasan.

1. Aparat lumpuhkan puluhan milisi di Nuristan

Personel keamanan Taliban berjaga di dekat penyeberangan perbatasan Torkham antara Afghanistan dan Pakistan (AFP/Aimal Zahir)

Kontak senjata berskala besar pecah di Distrik Kamdesh, Provinsi Nuristan. Pasukan penjaga perbatasan Afghanistan mencegat penyusupan sekelompok orang bersenjata dari arah Pakistan yang diduga terafiliasi dengan kelompok ISIS.

Operasi penyergapan di wilayah pegunungan terpencil ini menewaskan sedikitnya 28 anggota kelompok bersenjata dan melukai 32 orang lainnya. Sebagian anggota milisi yang selamat melarikan diri kembali ke area pertahanan mereka di negara tetangga. Pihak militer Afghanistan kini memperketat pengawasan perbatasan guna mencegah serangan susulan.

"Kelompok itu menyusup ke wilayah kami untuk membuat kekacauan dan menciptakan rasa tidak aman di kawasan perbatasan," jelas Juru Bicara Kementerian Pertahanan Afghanistan, Enayatullah Khowarazmi, dilansir The Hindu.

2. Tudingan rekrutmen oleh intelijen Pakistan

ilustrasi bendera Pakistan (unsplash.com/roshaan)

Kementerian Pertahanan Afghanistan menuding sebagian besar anggota kelompok bersenjata tersebut merupakan mantan tentara dari era pemerintahan sebelumnya. Mereka diduga direkrut oleh badan intelijen Pakistan dengan dalih penyaluran bantuan kemanusiaan.

Para mantan aparat keamanan ini diiming-imingi pekerjaan bergaji tinggi serta jaminan perlindungan untuk tinggal di luar negeri. Namun, mereka justru dibawa ke pusat pelatihan khusus militer sebelum dikirim melintasi perbatasan Nuristan.

Atas temuan ini, otoritas Afghanistan mengimbau para mantan prajurit agar tidak terpedaya oleh taktik pihak asing.

"Intelijen Pakistan membawa mereka dengan janji palsu akan diurus kepindahannya ke luar negeri dan mendapat gaji besar," tegas Khowarazmi.

3. Pakistan membantah keterlibatan intelijen mereka

ilustrasi bendera Pakistan (unsplash.com/Sameer Akhtari)

Menanggapi tuduhan tersebut, Kementerian Informasi Pakistan secara tegas membantah keterlibatan aparat militer maupun dinas intelijen mereka. Pemerintah Pakistan menegaskan tidak pernah melatih mantan tentara Afghanistan atau memfasilitasi kelompok mana pun.

Pihak Islamabad menyoroti ketiadaan bukti kuat terkait identitas, dokumen, maupun riwayat komunikasi yang membenarkan tuduhan tersebut. Mereka juga menilai video di media sosial yang dijadikan dasar tudingan merupakan rekayasa.

Pakistan menganggap rekayasa tersebut sengaja dibuat untuk mengalihkan perhatian publik dari isu keamanan dalam negeri Afghanistan.

"Tuduhan yang mengaitkan Pakistan dengan dugaan kekerasan di Nuristan sangat mengada-ada, tidak berdasar, dan sama sekali tidak benar," kata Menteri Informasi Pakistan, Attaullah Tarar.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article